Mahyudin Pimpin IKA UGJ 2026–2031, Ini Fokus Program Kerja Alumni

Mahyudin resmi menjabat sebagai ketua IKA UGJ periode 2026–2031

CIREBON – Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Swadaya Gunung Jati (IKA UGJ) periode 2026–2031 resmi dilantik di Auditorium Kampus I UGJ, Kota Cirebon, Jumat (16/10/2026). Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran alumni dalam mendukung kemajuan universitas sekaligus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja.

Rektor UGJ, Prof. Dr. H. Ahmad Faqih, SP, secara langsung melantik Mahyudin sebagai Ketua Umum IKA UGJ untuk periode lima tahun ke depan. Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu membangun sinergi yang lebih kuat antara alumni, universitas, fakultas, program studi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Ahmad Faqih menyampaikan ucapan selamat kepada Mahyudin beserta seluruh jajaran pengurus yang mendapat amanah memimpin organisasi alumni. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan tanggung jawab dengan penuh keikhlasan, komitmen, serta semangat kebersamaan.

Menurutnya, IKA UGJ memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung antara almamater dan para lulusan yang telah berkiprah di berbagai sektor. Potensi tersebut perlu dikelola secara terarah agar keberadaan alumni tidak hanya memperkuat hubungan emosional dengan kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rektor UGJ Tekankan Penguatan Organisasi Alumni

Ahmad Faqih memaparkan sejumlah arahan strategis yang perlu menjadi landasan bagi pengurus IKA UGJ dalam menyusun program kerja selama periode 2026–2031.

Salah satu perhatian utama adalah membangun organisasi yang inklusif dan solid. IKA UGJ diharapkan menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni tanpa membedakan angkatan, fakultas, profesi, maupun wilayah tempat mereka berkiprah.

Dengan keterlibatan alumni dari berbagai latar belakang, organisasi ini diharapkan memiliki jejaring yang semakin luas. Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman, membuka peluang kerja sama, serta mendukung pengembangan kompetensi lulusan UGJ.

Selain itu, komunikasi yang terbuka dan silaturahmi antarpengurus maupun anggota juga perlu diperkuat. Transparansi dalam pengelolaan organisasi, pembagian tugas yang jelas, serta budaya kerja yang saling menghargai dinilai penting untuk menjaga kekompakan dan memastikan setiap program dapat berjalan efektif.

Arahan berikutnya berkaitan dengan peningkatan employability atau daya saing lulusan. IKA UGJ diharapkan mampu menjadikan jaringan alumni sebagai mitra strategis universitas dalam memperluas akses kerja, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan lulusan menghadapi kebutuhan dunia profesional.

Keberadaan alumni yang telah menempati berbagai posisi di dunia kerja menjadi modal penting. Pengalaman mereka dapat dimanfaatkan untuk memberikan pendampingan karier, berbagi pengetahuan praktis, hingga membuka peluang magang dan rekrutmen bagi lulusan baru.

Potensi Alumni Perlu Dipetakan dan Dikembangkan

Rektor UGJ juga menekankan pentingnya pemetaan potensi serta kepakaran alumni. Para lulusan yang telah berkiprah di bidang pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, hukum, pertanian, teknologi, dan berbagai profesi lainnya perlu dihimpun dalam jaringan yang terorganisasi.

Pemetaan tersebut diharapkan memudahkan universitas dan organisasi alumni dalam mengidentifikasi sumber daya manusia yang dapat dilibatkan untuk mendukung kegiatan akademik, pengembangan institusi, maupun program pengabdian kepada masyarakat.

Di sisi lain, setiap alumni diharapkan turut menjaga integritas dan nama baik almamater. Etika, keteladanan, serta kemampuan interpersonal atau soft skills perlu menjadi bagian dari karakter lulusan UGJ ketika menjalankan profesi dan berinteraksi di tengah masyarakat.

Untuk memastikan arah organisasi tetap terukur, penyusunan program kerja juga perlu dilakukan secara sistematis. Program jangka pendek, menengah, dan panjang harus diselaraskan dengan kebutuhan universitas serta dikembangkan melalui kolaborasi bersama fakultas dan program studi.

Penguatan basis data alumni menjadi bagian lain yang tidak kalah penting. Dengan jumlah alumni yang telah mencapai puluhan ribu orang, pembaruan data secara berkala dibutuhkan agar potensi jejaring dapat dimanfaatkan secara optimal.

Data yang akurat dapat membantu pengurus mengetahui persebaran alumni, bidang profesi, kompetensi, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan. Dengan demikian, hubungan antara alumni dan almamater tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui program yang berkesinambungan.

“Pelantikan ini menegaskan bahwa kekuatan terbesar UGJ terletak pada ikatan emosional dan profesional para alumninya yang telah tersebar di berbagai penjuru negeri. Dengan kolaborasi yang erat antara universitas, fakultas, program studi, dan pengurus IKA UGJ, diharapkan kiprah alumni dapat semakin dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat,” ujar Ahmad Faqih.

Mahyudin Siapkan Program Kerja Bertahap

Ketua Umum IKA UGJ periode 2026–2031, Mahyudin, menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya akan segera menindaklanjuti berbagai arahan pimpinan universitas dan yayasan.

Ia menyebutkan, sejumlah pesan dari Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof. Mukarto Siswoyo, M.Si., serta instruksi Rektor UGJ telah dicatat sebagai bahan pembahasan awal dalam merumuskan program organisasi.

Menurut Mahyudin, arahan tersebut akan dibahas bersama jajaran pengurus agar dapat diterjemahkan menjadi rencana kerja yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi maupun almamater.

“Pesan dari Pak Ketua Yayasan dan Pak Rektor telah kami catat dan rekam. Dalam waktu dekat, ini akan kami bahas bersama untuk dirumuskan menjadi rencana kerja serta program kegiatan, baik untuk jangka triwulan, semester, maupun tahunan,” ujar Mahyudin.

Ia menambahkan, pengurus IKA UGJ memiliki tanggung jawab penting sebagai jembatan penghubung antara alumni, fakultas, dan mahasiswa. Peran tersebut diharapkan mampu memperkuat komunikasi lintas elemen kampus sekaligus mendukung lahirnya lulusan yang berkualitas.

Mahyudin juga menekankan bahwa pelaksanaan program organisasi harus tetap berpedoman pada arahan pimpinan yayasan dan rektorat. Karena itu, pembahasan dan penetapan program kerja akan dilakukan secara bersama-sama dengan mempertimbangkan prioritas serta kemampuan organisasi.

Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjaga kekompakan, memahami arah kebijakan universitas, dan berpartisipasi aktif dalam mendorong kemajuan UGJ.

Bagi kepengurusan baru, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Lebih dari itu, program IKA UGJ diharapkan mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh alumni, mahasiswa, universitas, dan masyarakat luas.

YPSGJ: Alumni Menjadi Pilar Kemajuan Universitas

Ketua YPSGJ, Prof. Mukarto Siswoyo, M.Si., turut menegaskan pentingnya peran alumni dalam menjaga keberlanjutan dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi.

Menurut Mukarto, alumni merupakan salah satu pilar utama bagi perkembangan universitas yang telah mendidik dan membekali mereka dengan pengetahuan serta keterampilan. Setelah lulus, para alumni menyebar ke berbagai sektor, mulai dari dunia usaha dan industri, pemerintahan, hingga kewirausahaan.

Keberhasilan alumni dalam menjalankan profesinya menjadi salah satu gambaran mengenai kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia. Di saat yang sama, pengalaman mereka di dunia kerja dapat menjadi sumber masukan berharga bagi kampus.

“Alumni adalah salah satu pilar bagi maju tegaknya universitas yang melahirkannya. Kontribusinya amat signifikan bagi kampus karena dari alumni kita mendapat masukan dan kontribusi bahwa sumber daya manusia yang kita produksi telah berada di tataran dunia usaha, dunia industri, di pemerintahan, di bidang wiraswasta,” kata Mukarto.

Ia menjelaskan, masukan dari alumni dapat menjadi bahan evaluasi bagi UGJ untuk menjalankan quality improvement atau peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Perbaikan tersebut mencakup proses pembelajaran, pelayanan pendidikan, serta mutu lulusan. Dengan memahami kebutuhan pengguna tenaga kerja dan perkembangan dunia profesional, universitas dapat menyesuaikan strategi pendidikan agar tetap relevan.

Saat ini, UGJ terus melakukan pembenahan, termasuk melalui reformasi kurikulum yang diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja, dunia usaha, dunia industri, dan para pengguna lulusan.

Melalui pelantikan Pengurus IKA UGJ periode 2026–2031, sinergi antara alumni dan universitas diharapkan semakin kuat. Organisasi alumni diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang produktif untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, memperluas kesempatan bagi lulusan, serta memperbesar kontribusi UGJ bagi pembangunan masyarakat.

Dengan jaringan alumni yang tersebar di berbagai bidang, IKA UGJ memiliki peluang untuk menjadi mitra strategis kampus dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. (abd)