
CIREBON – Aktivitas nelayan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Gebangmekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, masih menghadapi persoalan serius. Pendangkalan alur sungai yang menjadi akses utama menuju laut membuat nelayan kesulitan keluar maupun kembali ke daratan.
Kondisi tersebut menyebabkan nelayan harus menyesuaikan aktivitas melaut dengan pasang surut air. Bahkan, tidak sedikit nelayan yang terpaksa menunggu hingga dini hari agar perahu mereka bisa melewati alur sungai dengan aman.
Persoalan ini mendapat perhatian langsung dari Bupati Cirebon Drs H Imron MAg. Ia meminta agar pendangkalan sungai di kawasan pesisir Gebang segera ditangani melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Keluhan tersebut disampaikan nelayan saat kegiatan Bhakti Masyarakat Kelautan dan Perikanan dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di kawasan KNMP Gebangmekar, Rabu (4/11).
Dalam kegiatan itu, Bupati Imron bersama perwakilan KKP dari Jakarta dan jajaran balai wilayah Jawa Barat berdialog langsung dengan masyarakat nelayan.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi, termasuk persoalan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat pesisir yang selama ini berpengaruh terhadap aktivitas perikanan.
Pendangkalan Sungai Hambat Mobilitas Nelayan Gebang
Bupati Imron mengungkapkan, pendangkalan sungai menjadi salah satu persoalan mendesak yang perlu mendapatkan penanganan. Sebab, alur tersebut merupakan jalur utama perahu nelayan untuk keluar menuju laut maupun kembali ke tempat tambat.
Akibat kondisi sungai yang semakin dangkal, nelayan tidak bisa leluasa menentukan waktu keberangkatan dan kepulangan. Mereka harus menunggu hingga permukaan air cukup tinggi agar perahu dapat melintas.
Situasi tersebut tentu berdampak terhadap efektivitas waktu melaut. Nelayan yang seharusnya bisa mengatur jadwal penangkapan ikan justru harus mengikuti kondisi pasang surut air.
Bahkan, berdasarkan aspirasi yang diterima pemerintah daerah, ada nelayan yang baru bisa kembali ke daratan sekitar pukul 02.00 WIB karena harus menunggu air pasang.
“Nelayan menyampaikan keluhan terkait pendangkalan sungai. Karena kondisinya dangkal, mereka harus menunggu air pasang untuk keluar maupun masuk. Bahkan, ada yang baru bisa kembali ke daratan sekitar pukul 02.00 WIB. Ini perlu menjadi perhatian agar dilakukan pengerukan,” kata Imron.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah akan mendorong koordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan pengerukan alur sungai bisa segera ditindaklanjuti.
Ia menilai, kelancaran akses perairan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat nelayan. Sebab, infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas perahu, kelancaran kegiatan penangkapan ikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
KNMP Harus Berikan Manfaat Nyata bagi Nelayan
Di sisi lain, Bupati Imron mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah pusat melalui program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Cirebon.
Program KNMP dinilai menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas kawasan pesisir sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.
Kabupaten Cirebon mendapatkan satu lokasi pembangunan KNMP pada 2025. Selanjutnya, pada 2026, terdapat dua lokasi tambahan yang masuk dalam pengembangan program tersebut.
Kedua lokasi itu berada di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, dan Desa Citemu, Kecamatan Mundu.
Pemkab Cirebon berharap pengembangan kawasan nelayan tidak berhenti pada tiga lokasi tersebut. Pemerintah daerah bahkan telah mengajukan sembilan lokasi tambahan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendapatkan program serupa.
Namun, usulan tersebut masih harus melewati tahapan verifikasi dan penilaian dari pemerintah pusat sebelum ditetapkan sebagai lokasi pembangunan berikutnya.
“Kami sudah mengajukan sembilan lokasi lagi. Harapannya, usulan tersebut bisa disetujui sehingga semakin banyak kawasan pesisir di Kabupaten Cirebon yang mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih,” ujarnya.
Jika usulan tersebut disetujui, cakupan pembangunan KNMP di Kabupaten Cirebon berpotensi semakin luas. Dengan begitu, lebih banyak masyarakat pesisir diharapkan memperoleh akses terhadap fasilitas pendukung perikanan yang lebih memadai.
Cold Storage Jadi Kebutuhan Penting Kawasan Nelayan
Selain persoalan pendangkalan sungai, Bupati Imron juga menyoroti pentingnya ketersediaan fasilitas pendukung dalam pengembangan kawasan KNMP.
Salah satu fasilitas yang dinilai perlu mendapat perhatian adalah cold storage atau tempat penyimpanan ikan berpendingin.
Menurutnya, keberadaan cold storage sangat penting untuk menjaga kualitas dan kesegaran hasil tangkapan nelayan. Fasilitas tersebut juga dapat memberikan keleluasaan bagi nelayan dalam mengatur waktu penjualan ikan.
Selama ini, ketika hasil tangkapan melimpah, nelayan berpotensi menghadapi keterbatasan dalam penyimpanan. Akibatnya, ikan harus segera dijual agar kualitasnya tidak menurun.
Dengan fasilitas penyimpanan berpendingin yang memadai, hasil tangkapan dapat dipertahankan kualitasnya lebih lama. Nelayan pun diharapkan memiliki peluang untuk mendapatkan harga jual yang lebih baik.
Pengembangan fasilitas tersebut dinilai penting karena peningkatan kesejahteraan nelayan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya hasil tangkapan, tetapi juga kemampuan menjaga kualitas dan meningkatkan nilai jual produk perikanan.
Imron menegaskan, keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih tidak seharusnya hanya dilihat dari pembangunan fisik dan kelengkapan infrastruktur kawasan.
Lebih dari itu, program tersebut harus mampu memberikan perubahan nyata terhadap kehidupan masyarakat nelayan, mulai dari kemudahan akses melaut, ketersediaan fasilitas penyimpanan ikan, hingga peningkatan pendapatan keluarga nelayan.
“Jangan sampai pembangunan kawasan nelayan hanya bagus dari sisi fisik, tetapi belum memberikan perubahan terhadap pendapatan masyarakat. Kami berharap fasilitas yang tersedia benar-benar bisa dimanfaatkan sehingga hasil tangkapan lebih berkualitas dan harga jualnya meningkat,” pungkasnya.
Dengan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, penanganan pendangkalan sungai di Gebangmekar menjadi salah satu pekerjaan penting dalam pengembangan KNMP. Perbaikan akses perairan dan penyediaan fasilitas pendukung diharapkan berjalan beriringan agar pembangunan kawasan pesisir benar-benar memberikan manfaat bagi nelayan Kabupaten Cirebon. (den)















