
CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon terus memperkuat upaya mengantisipasi banjir menjelang musim hujan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah normalisasi Sungai Cikalong yang pengerjaannya kini telah mencapai hampir 300 meter.
Pemkot Cirebon bahkan berencana memperpanjang pengerjaan normalisasi tersebut hingga 200 sampai 300 meter ke arah hilir sungai. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air sehingga potensi luapan sungai dan banjir di kawasan sekitar bisa diminimalkan.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo turun langsung meninjau progres normalisasi Sungai Cikalong. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon.
Dari hasil peninjauan, Edo menyampaikan bahwa pengerjaan normalisasi yang sudah berjalan menunjukkan perkembangan positif. Namun, menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada panjang sungai yang saat ini telah dikerjakan.
Pemkot Cirebon akan berupaya menambah panjang area normalisasi agar aliran air di Sungai Cikalong semakin lancar, terutama ketika curah hujan meningkat.
“Kegiatan hari ini di Cikalong, saya dengan Pak Sekda dan PUTR melihat kondisi normalisasi Sungai Cikalong yang alhamdulillah ini hampir 300 meter yang sudah dilakukan. Saya berharap nanti bisa ditambah mungkin 200 atau 300 meter di hilirnya,” ujar Edo.
Pemkot Cirebon Normalisasi Lima Sungai untuk Antisipasi Banjir
Normalisasi Sungai Cikalong merupakan bagian dari upaya Pemkot Cirebon dalam mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan. Penanganan tidak hanya difokuskan pada satu aliran sungai, tetapi juga dilakukan secara bertahap di beberapa titik lainnya.
Edo mengungkapkan, pemerintah daerah sebelumnya telah menyelesaikan normalisasi Sungai Cikenis. Dengan demikian, pengerjaan di Sungai Cikalong menjadi salah satu pekerjaan lanjutan yang tengah dikebut.
Menurutnya, pembenahan sungai perlu dilakukan secara berkesinambungan. Kondisi sungai yang mengalami pendangkalan atau memiliki hambatan aliran berpotensi memperbesar risiko luapan air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Ini juga bukan hanya Sungai Cikalong saja yang sudah kita lakukan, tapi Sungai Cikenis juga. Alhamdulillah Sungai Cikenis sudah selesai, ini tinggal menyelesaikan Sungai Cikalong,” jelasnya.
Edo menambahkan, penanganan banjir membutuhkan kerja sama lintas pemerintahan. Hal ini karena aliran sungai tidak selalu berada dalam satu wilayah administratif, sehingga koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.
Meski terdapat perbedaan kewenangan wilayah, ia menegaskan bahwa persoalan banjir harus ditangani secara bersama-sama. Sebab, dampak banjir tidak mengenal batas administrasi pemerintahan.
“Kalau penanganan banjir, saya tidak melihat wilayah lagi. Karena kalau banjir, penanganannya harus untuk semuanya,” tegasnya.
Drainase Perkotaan Ikut Dibenahi
Selain normalisasi sungai, Pemkot Cirebon juga melakukan pembenahan saluran drainase di sejumlah kawasan perkotaan dan lingkungan permukiman.
Perbaikan drainase menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan air hujan dapat mengalir dengan baik menuju saluran pembuangan maupun sungai. Dengan begitu, risiko genangan akibat tersumbatnya saluran air diharapkan dapat berkurang.
Edo mengatakan, berbagai upaya penanganan telah dilakukan melalui perangkat daerah terkait. Mulai dari pembenahan drainase lingkungan, saluran perkotaan, hingga normalisasi sejumlah sungai.
Pemerintah berharap langkah tersebut memberikan dampak terhadap pengurangan titik-titik banjir di Kota Cirebon, terutama saat memasuki periode dengan curah hujan tinggi.
“Ya, kita pemerintah daerah Kota Cirebon sudah melakukan upaya-upaya tentang drainase di perkotaan, lalu di lingkungan, bahkan di sungai-sungai juga sudah kita lakukan. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi tingkat kebanjiran di Kota Cirebon,” katanya.
Ia juga meminta jajaran DPUTR agar terus memaksimalkan program penanganan infrastruktur yang berkaitan dengan pengendalian banjir. Evaluasi terhadap kondisi sungai dan saluran drainase dinilai perlu dilakukan agar potensi masalah dapat diantisipasi lebih awal.
Sungai Banjir Kanal Jalan Tuparev Masuk Rencana Penanganan
Di samping Sungai Cikalong dan Cikenis, Pemkot Cirebon juga berencana mendorong penanganan Sungai Banjir Kanal yang berada di kawasan Jalan Tuparev.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkot Cirebon akan menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi. Koordinasi diperlukan agar penanganan sungai dapat memperoleh dukungan, termasuk kemungkinan bantuan peralatan yang dibutuhkan di lapangan.
Edo menyebutkan, sejauh ini pemerintah daerah telah melakukan penanganan terhadap lima sungai. Ke depan, upaya tersebut akan terus dilanjutkan dengan melihat kebutuhan dan kondisi masing-masing aliran sungai.
“Kita itu sudah lima sungai yang sudah kita lakukan. Nanti tentunya saya akan komunikasi lagi dengan tingkat provinsi untuk bisa dilakukan lagi yang di Jalan Tuparev, Sungai Banjir Kanal. Mudah-mudahan itu juga bisa dibantu, termasuk untuk alatnya,” ungkapnya.
Meski berbagai program telah dijalankan, Edo mengingatkan bahwa upaya pengendalian banjir tidak bisa menjamin seluruh wilayah terbebas dari banjir hingga 100 persen.
Menurutnya, intensitas curah hujan menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan. Karena itu, normalisasi sungai dan pembenahan drainase lebih diarahkan untuk mengurangi risiko serta dampak banjir, bukan menghilangkannya secara mutlak.
Akses Alat Berat Jadi Kendala Normalisasi Sungai
Dalam pelaksanaannya, normalisasi Sungai Cikalong juga menghadapi sejumlah tantangan teknis. Salah satu kendala yang cukup menyulitkan adalah keterbatasan akses bagi alat berat untuk menjangkau lokasi pengerjaan.
Keberadaan bangunan di sekitar bantaran sungai membuat ruang gerak alat berat menjadi terbatas. Padahal, penggunaan alat berat dibutuhkan untuk mendukung pengerukan dan mempercepat proses normalisasi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkot Cirebon agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lebih optimal.
Edo berharap berbagai kendala di lapangan dapat dicarikan solusi melalui koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, rencana penambahan panjang normalisasi Sungai Cikalong hingga 200–300 meter ke arah hilir dapat direalisasikan.
Pemkot Cirebon pun menargetkan berbagai langkah penanganan sungai dan drainase tersebut mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan sekaligus menekan potensi banjir di sejumlah wilayah kota. (its)















