Sempat Terkendala Server, Akhirnya TKA Tuntas, 395 Siswa SMAN 6 Kota Cirebon Rampungkan Ujian

Sempat terkendala server pusat, TKA 395 siswa SMAN 6 Kota Cirebon akhirnya tuntas. Sebanyak 21 siswa ujian ulang dan dua peserta dijadwalkan susulan.

CIREBON – Sebanyak 395 siswa kelas XII SMAN 6 Kota Cirebon berhasil menuntaskan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Ujian yang digelar dalam dua gelombang tersebut resmi berakhir pada Kamis (5/11/2026), setelah sebelumnya sempat diwarnai kendala teknis akibat gangguan server pusat.

Meski sempat mengalami hambatan pada awal pelaksanaan, seluruh rangkaian TKA secara umum berjalan lancar. Siswa yang terdampak gangguan teknis juga telah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ujian ulang sesuai jadwal yang ditentukan.

Kepala SMAN 6 Kota Cirebon, Dra Hj Lina Herlina SPd MPd, menjelaskan gangguan teknis terjadi pada gelombang pertama sesi pertama, Selasa (27/10/2026). Permasalahan pada server pusat tersebut menyebabkan pelaksanaan ujian tidak berjalan optimal dan berdampak terhadap 21 siswa.

Untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan mengikuti ujian secara lengkap, sekolah kemudian menjadwalkan ulang pelaksanaan TKA bagi siswa yang terdampak pada Jumat (30/10/2026).

“Setelah dijadwalkan ulang, seluruh siswa yang terdampak sudah menyelesaikan TKA dengan baik,” ujar Lina saat ditemui di lingkungan sekolah, Kamis (5/11/2026).

Dengan selesainya ujian tersebut, sebanyak 395 siswa telah mengikuti TKA sesuai tahapan yang ditetapkan. Rinciannya, 230 siswa mengikuti ujian pada gelombang pertama, sedangkan 165 siswa lainnya mengikuti gelombang kedua.

Namun, masih terdapat dua siswa yang belum mengikuti ujian sesuai jadwal utama. Keduanya diketahui tengah mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 pada cabang olahraga muaythai dan futsal.

Pihak sekolah akan mengoordinasikan pelaksanaan TKA susulan bagi kedua siswa tersebut melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Cirebon. Langkah ini dilakukan agar siswa yang sedang menjalankan tugas mewakili daerah dalam ajang olahraga tetap mendapatkan kesempatan menyelesaikan tahapan ujian.

Siapkan Empat Ruang Ujian, Sekolah Pastikan Fasilitas Memadai

Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan TKA, SMAN 6 Kota Cirebon telah menyiapkan empat ruang ujian. Fasilitas tersebut terdiri atas satu laboratorium komputer dan tiga ruang kelas yang dialihfungsikan menjadi laboratorium tambahan.

Setiap ruangan menampung sekitar 20 siswa. Pengaturan kapasitas tersebut dilakukan untuk mendukung kenyamanan peserta sekaligus memudahkan pengawasan selama ujian berlangsung.

Dari sisi petugas, setiap pelaksanaan ujian didukung satu orang proktor, satu pengawas, serta petugas teknis. Proktor bertugas membantu memastikan sistem ujian berjalan sesuai prosedur, sedangkan petugas teknis disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan kendala perangkat maupun jaringan.

Sekolah juga melakukan pengecekan terhadap ketersediaan komputer dan jaringan internet. Kedua fasilitas tersebut menjadi komponen penting karena pelaksanaan TKA membutuhkan dukungan perangkat dan koneksi yang memadai.

Selain kesiapan sarana dan prasarana, sekolah turut memperkuat persiapan akademik siswa sebelum menghadapi ujian. Guru mata pelajaran kelas XII memberikan pengayaan materi tambahan melalui kegiatan pembelajaran pada jam ke-0 atau sebelum kegiatan belajar mengajar reguler dimulai.

Pengayaan tersebut difokuskan pada pemantapan materi yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diujikan dalam TKA. Dengan tambahan waktu belajar, siswa diharapkan memiliki kesiapan akademik lebih baik ketika menghadapi soal-soal ujian.

Sementara itu, selama pelaksanaan TKA berlangsung, siswa kelas X dan XI mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan MKKS Kota Cirebon.

Meski surat edaran Dinas Pendidikan memberikan keleluasaan kepada masing-masing sekolah untuk menentukan metode pembelajaran, baik secara daring maupun tatap muka, SMAN 6 Kota Cirebon memilih menerapkan PJJ selama kegiatan TKA berlangsung.

Pengaturan tersebut dilakukan agar pelaksanaan ujian bagi siswa kelas XII dapat berjalan lebih kondusif tanpa mengabaikan keberlangsungan kegiatan belajar siswa kelas lainnya.

Dampingi Siswa Pilih Mata Pelajaran untuk Masuk Perguruan Tinggi

Tidak hanya berfokus pada penyelesaian TKA, SMAN 6 Kota Cirebon juga memberikan perhatian terhadap rencana pendidikan siswa setelah lulus SMA.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pendampingan dalam menentukan mata pelajaran pilihan sejak siswa duduk di kelas XI. Pendampingan ini menjadi penting karena sistem pembelajaran saat ini tidak lagi menerapkan penjurusan seperti pola sebelumnya.

Siswa diberikan keleluasaan untuk memilih kelompok mata pelajaran sesuai minat, kemampuan, serta rencana pendidikan yang ingin ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

Menurut Lina, pemilihan mata pelajaran sebaiknya disesuaikan dengan program studi atau bidang keilmuan yang menjadi tujuan siswa ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sebagai contoh, siswa yang bercita-cita masuk fakultas kedokteran diarahkan memilih mata pelajaran Biologi dan Kimia. Sementara siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke bidang teknik disarankan memperkuat penguasaan Matematika dan Fisika.

Hal serupa juga berlaku bagi siswa yang memiliki ketertarikan pada bidang hukum, ekonomi, maupun akuntansi. Sekolah memberikan arahan agar pilihan mata pelajaran yang diambil dapat mendukung rencana studi mereka di perguruan tinggi.

“Begitu pula siswa yang berminat pada bidang hukum, ekonomi, dan akuntansi. Pemilihan mata pelajaran disesuaikan dengan bidang studi yang ingin mereka tekuni setelah lulus,” jelas Lina.

Pendampingan sejak kelas XI tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengambil keputusan akademik secara lebih terarah. Dengan demikian, mereka tidak hanya memilih mata pelajaran berdasarkan ketertarikan sesaat, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pendidikan dan prospek masa depan.

Lebih dari 150 Lulusan Lolos PTN Lewat SNBP dan SNBT

Komitmen SMAN 6 Kota Cirebon dalam mendorong siswa melanjutkan pendidikan juga terlihat dari capaian lulusan pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data sekolah, lebih dari 50 lulusan berhasil diterima di perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sementara itu, sekitar 100 lulusan lainnya berhasil melanjutkan pendidikan melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pendampingan akademik yang dilakukan sekolah, meskipun upaya peningkatan jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi masih terus menjadi perhatian.

Di sisi lain, terdapat pula lulusan yang memilih untuk langsung memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan SMA. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 10 persen dari keseluruhan lulusan.

Lina berharap semakin banyak siswa SMAN 6 Kota Cirebon yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sekolah pun berkomitmen untuk terus memberikan motivasi, arahan, dan pendampingan sejak siswa berada di kelas XI hingga menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan siswa tidak hanya diukur dari penyelesaian ujian, tetapi juga dari kemampuan mereka menentukan langkah pendidikan dan masa depan sesuai potensi masing-masing.

Dengan rampungnya pelaksanaan TKA 2026, SMAN 6 Kota Cirebon kini menuntaskan salah satu tahapan penting bagi siswa kelas XII. Sekolah berharap hasil yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk melanjutkan pendidikan maupun mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. (ade)