SMAN 4 Cirebon Perkuat Sinergi Orang Tua untuk Pendidikan Siswa

Menggandeng orang tua, SMAN 4 Cirebon menggelar seminar parenting

CIREBON – SMAN 4 Kota Cirebon memperkuat sinergi dengan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan siswa. Upaya tersebut dilakukan melalui Seminar Parenting bagi orang tua siswa kelas 10 dan kelas 12 yang digelar di Auditorium Kampus Universitas Gunung Jati (UGJ), Minggu (27/9/2026).

Seminar mengusung tema “Bersama Menumbuhkan Karakter, Bersinergi Menyiapkan Masa Depan Anak”. Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi antara sekolah dan orang tua untuk menyamakan pemahaman mengenai pembentukan karakter sekaligus persiapan masa depan siswa.

Sejumlah narasumber dari UGJ hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Rektor UGJ Prof Dr Ir H Achmad Faqih SP MM IPU CIRR, Wakil Rektor IV UGJ Dr Hj Cita Dwi Rosita MPd, Dosen UGJ Apt Rama Samara Brajawikalpa SFarm MSc, serta Dr Hj Siti Jubaedah SE MSi Ak CA.

Kepala SMAN 4 Kota Cirebon H Nono Sudarsono SSi MPd mengatakan, keterlibatan orang tua sangat diperlukan agar pembinaan yang dilakukan sekolah dapat berjalan searah dengan pendampingan di lingkungan keluarga.

Menurut Nono, siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah, mulai sekitar pukul 06.30 hingga 15.00 WIB. Setelah itu, siswa lebih banyak berada di rumah sehingga peran orang tua tetap penting dalam memberikan pengawasan, motivasi, dan pendampingan.

“Orang tua dan sekolah harus bekerja sama,” ujar Nono.

Ia menjelaskan, sinergi tersebut tidak hanya menyangkut pencapaian akademik. Pembentukan karakter melalui kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kebiasaan positif juga menjadi bagian penting dalam pendidikan siswa.

Salah satunya diterapkan melalui pembinaan terhadap siswa yang datang terlambat. Sekolah memberikan sanksi yang bersifat edukatif, seperti menyapu, memungut sampah, hingga membersihkan masjid.

Siswa juga dibiasakan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Botol maupun kemasan makanan dan minuman yang dibawa ke sekolah harus dibawa kembali.

Nono menilai, kebijakan tersebut perlu dipahami oleh orang tua agar aturan sekolah tidak hanya dianggap sebagai kewajiban, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

“Bukan sekadar aturan, tetapi ada nilai pendidikan karakter di dalamnya,” jelasnya.

Persiapan TKA untuk Siswa Kelas 12

Selain membahas pendidikan karakter, seminar juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menyampaikan persiapan siswa kelas 12 menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Nono mengatakan, persiapan TKA telah dilakukan sekolah sejak awal Juli. Pembelajaran diarahkan untuk memperkuat kemampuan yang dibutuhkan siswa, termasuk literasi dan numerasi.

Sekolah juga menggelar tryout hampir setiap bulan. Hasil tryout kemudian dianalisis untuk mengetahui kemampuan sekaligus bagian yang masih perlu diperbaiki oleh masing-masing siswa.

Persiapan tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan TKA pada awal Oktober. Sekolah berharap siswa dapat memperoleh hasil sesuai target sehingga memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pada tahun sebelumnya, lebih dari 100 siswa SMAN 4 Kota Cirebon diterima di perguruan tinggi negeri. Tahun ini, sekolah berharap capaian tersebut dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan.

Sementara itu, pendampingan bagi siswa kelas 10 lebih diarahkan pada pembentukan karakter sejak awal memasuki jenjang SMA.

Orang tua juga diharapkan tidak hanya fokus mengawasi kegiatan belajar, tetapi turut memahami potensi dan kemampuan anak sebelum menentukan pilihan pendidikan untuk jenjang berikutnya.

Wakasek Kesiswaan SMAN 4 Kota Cirebon, Patmah SPd, mengatakan jumlah siswa kelas 10 mencapai sekitar 503 orang, sedangkan siswa kelas 12 sekitar 431 orang.

Dengan mempertimbangkan kapasitas tempat serta kemungkinan tidak semua orang tua dapat hadir, seminar tersebut diikuti sekitar 700 orang tua siswa.

Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan UGJ yang menyediakan tempat, serta Bimbingan Belajar Neutron Yogyakarta.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan secara berkelanjutan sebagai ruang komunikasi antara sekolah dan orang tua,” pungkas Patmah. (ade)