MTsN 2 Kota Cirebon Perkuat Edukasi Anti Bullying dan Kesehatan Reproduksi Remaja

MTsN 2 Kota Cirebon menggelar edukasi anti bullying dan kesehatan reproduksi remaja untuk membangun lingkungan madrasah yang aman dan nyaman.

CIREBON – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman terus dilakukan MTs Negeri 2 Kota Cirebon. Salah satunya melalui edukasi mengenai pencegahan perundungan atau bullying serta kesehatan reproduksi remaja.

Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di lingkungan madrasah, Jumat (18/9/2026), bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon.

Siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, tetapi juga dibekali pengetahuan untuk menghadapi berbagai perubahan yang terjadi selama masa remaja.

Materi yang diberikan diarahkan agar para siswa mampu membangun pergaulan yang sehat, aman, dan saling menghargai. Edukasi juga menjadi bagian dari upaya membantu peserta didik mengenali perubahan fisik maupun psikologis yang mereka alami.

Kepala MTsN 2 Kota Cirebon, Dedi Supriyatno MPd, mengatakan sosialisasi tersebut dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti siswa kelas VII dan VIII, sedangkan sesi berikutnya diperuntukkan bagi siswa kelas IX.

“Untuk kegiatan yang berlangsung di aula madrasah, peserta didik kelas 8D, 8E, dan 8F mengikuti sosialisasi secara langsung,” kata Dedi kepada Radar Cirebon, Jumat (18/9/2026).

Dalam sesi mengenai antiperundungan, siswa diajak memahami bahwa bullying tidak hanya berdampak terhadap korban, tetapi juga dapat memengaruhi lingkungan sekolah secara keseluruhan.

Karena itu, siswa didorong untuk membangun empati, menghargai perbedaan, menjaga ucapan dan tindakan, serta berani mengambil sikap ketika menemukan tindakan yang mengarah pada perundungan.

Menurut Dedi, lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman kepada setiap peserta didik. Kenyamanan tersebut diperlukan agar siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dan mengembangkan potensi secara optimal.

“Kami berkomitmen memerangi bullying di dunia pendidikan, karena pendidikan tempat di mana orang menyadari kenyamanan, aman, humanis dalam menuntut ilmu,” ujarnya.

Selain materi antiperundungan, sosialisasi juga membahas kesehatan reproduksi remaja. Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai perubahan fisik dan psikologis yang berlangsung ketika memasuki masa remaja.

Pengetahuan tersebut dinilai penting agar siswa dapat mengenali perubahan pada dirinya, menjaga kesehatan, sekaligus memahami pentingnya bertanggung jawab dalam pergaulan.

Guru BK MTsN 2 Kota Cirebon, Balqis Qistinthoniyah Falistin, S.Sos., berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menjalani masa remaja.

Edukasi sejak dini diharapkan membuat siswa lebih mampu memahami dirinya dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan kemudian ditutup dengan Deklarasi Anti Bullying. Para siswa dan warga madrasah meneguhkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh sikap saling menghargai.

Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama pada spanduk berukuran 2 x 1 meter.

Spanduk itu menjadi simbol komitmen warga MTsN 2 Kota Cirebon untuk menolak sekaligus mencegah berbagai bentuk perundungan di lingkungan madrasah.

Melalui kegiatan tersebut, madrasah tidak hanya berupaya menyampaikan larangan terhadap bullying, tetapi juga membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya empati, penghormatan terhadap sesama, serta tanggung jawab dalam menjalani masa remaja. (cep)