Persiapan Haji 2027 Kota Cirebon Dimatangkan, 179 Jamaah Reguler Masuk Kuota

Kemenhaj Kota Cirebon mematangkan persiapan haji 2027. Sebanyak 179 kuota reguler tersedia, jamaah diminta menjaga kesehatan dan melengkapi paspor.

CIREBON – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cirebon mulai mematangkan berbagai persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027. Calon jamaah diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan, memenuhi persyaratan istithaah, serta segera melengkapi dokumen perjalanan agar seluruh tahapan keberangkatan berjalan lancar.

Persiapan tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari pembinaan calon jamaah berdasarkan nomor porsi, pendataan, pemeriksaan kesehatan, hingga koordinasi dengan instansi terkait. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan calon jamaah memiliki kesiapan fisik, mental, dan administrasi sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Kemenhaj Kota Cirebon, Agus Husein, mengatakan pembinaan dan pendataan calon jamaah haji sesuai urutan nomor porsi sudah berjalan. Para calon jamaah juga mulai dikumpulkan untuk mendapatkan pembekalan awal mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan menjelang keberangkatan.

Menurut Agus, salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah kesehatan. Calon jamaah diminta mulai menjaga kondisi tubuh dan mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan istithaah kesehatan.

“Pemeriksaan dan penjagaan kesehatan jamaah menjadi fokus utama karena istithaah kesehatan merupakan syarat mutlak sebelum melakukan pelunasan biaya haji,” kata Agus saat ditemui Radar Cirebon di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, kesiapan kesehatan tidak bisa dilakukan secara mendadak menjelang keberangkatan. Karena itu, calon jamaah diharapkan mulai memperhatikan kondisi fisik sejak dini agar dapat memenuhi persyaratan kesehatan yang telah ditetapkan.

Untuk mendukung proses tersebut, Kemenhaj Kota Cirebon telah menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan serta seluruh puskesmas di wilayah Kota Cirebon. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat mempermudah pemeriksaan sekaligus memastikan calon jamaah mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

Pelunasan Biaya Haji 2027 Masih Menunggu Keppres

Selain pemeriksaan kesehatan, kepastian biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 juga menjadi hal yang ditunggu calon jamaah. Agus menyampaikan, hingga saat ini Kemenhaj Kota Cirebon masih menunggu terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) yang mengatur penyelenggaraan haji tahun depan, termasuk besaran biaya yang harus dibayarkan jamaah.

Dengan belum terbitnya keputusan tersebut, proses pelunasan biaya haji tahap pertama belum dapat dipastikan jadwal maupun nominalnya.

“Pelunasan biaya haji masih menunggu Keppres. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kepastian mengenai besaran biaya haji tahun 2027,” terangnya.

Kepastian biaya tersebut nantinya menjadi salah satu acuan bagi calon jamaah untuk mempersiapkan kebutuhan finansial sebelum memasuki tahapan pelunasan.

Agus juga mengingatkan calon jamaah agar tidak hanya berfokus pada persiapan biaya. Kelengkapan dokumen perjalanan harus menjadi perhatian sejak sekarang, terutama bagi jamaah yang belum memiliki paspor atau masa berlaku paspornya sudah habis.

Calon jamaah yang belum mempunyai paspor diimbau segera mengurus penerbitan dokumen tersebut. Begitu pula bagi pemegang paspor yang masa berlakunya telah kedaluwarsa agar segera melakukan perpanjangan.

Langkah ini penting untuk menghindari kendala administrasi ketika memasuki proses pengurusan visa dan tahapan persiapan keberangkatan lainnya. Dengan dokumen yang sudah lengkap, proses administrasi diharapkan bisa berjalan lebih tertib dan tidak terkendala persoalan teknis.

Kota Cirebon Mendapat Kuota 179 Jamaah Reguler

Untuk penyelenggaraan haji 2027, Kota Cirebon tercatat memperoleh kuota sebanyak 179 jamaah haji reguler. Selain kuota utama tersebut, tersedia pula kuota cadangan sebanyak 139 jamaah.

Agus mengatakan, proses mitigasi dan pemanggilan calon jamaah cadangan juga mulai dilakukan sebagai bagian dari antisipasi apabila terdapat perubahan dalam pemenuhan kuota keberangkatan.

Menurutnya, meskipun kuota haji Jawa Barat secara umum relatif stabil, penyesuaian jumlah jamaah di tingkat provinsi tetap berpotensi memengaruhi alokasi untuk masing-masing kabupaten dan kota.

Karena itu, pendataan dan pemetaan calon jamaah terus dilakukan agar Kemenhaj Kota Cirebon dapat merespons setiap perubahan kebijakan maupun alokasi kuota.

Di sisi lain, pembekalan melalui kegiatan manasik juga telah disiapkan. Kemenhaj Kota Cirebon menjadwalkan delapan kali pertemuan manasik haji bagi calon jamaah, terdiri atas enam pertemuan di tingkat kecamatan dan dua pertemuan di tingkat kota.

Sementara itu, calon jamaah yang mengikuti bimbingan melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) diwajibkan mengikuti sedikitnya 15 kali pertemuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Rangkaian manasik tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji, mulai dari persiapan keberangkatan, rangkaian ritual di Tanah Suci, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan selama berada di Arab Saudi.

Jamaah Tertua Berusia 93 Tahun, Termuda 17 Tahun

Data calon jamaah haji Kota Cirebon 2027 juga menunjukkan rentang usia yang cukup lebar. Calon jamaah tertua tercatat berusia 93 tahun, sedangkan calon jamaah termuda berusia 17 tahun.

Calon jamaah tertua bernama Nurinas, warga Jalan Kalibaru Utara, Gang Kegiren, Kecamatan Kejaksan. Sementara itu, dua calon jamaah termuda masing-masing adalah Ibrahim Manap Prasetya, warga Jalan Pemuda, Kompleks Sapphire Boulevard, serta Daffa Hamizan Putra, warga wilayah Ledeng, Kecamatan Kesambi.

Perbedaan usia tersebut menjadi salah satu perhatian dalam persiapan pelayanan jamaah. Terlebih, calon jamaah lanjut usia membutuhkan perhatian lebih dalam aspek kesehatan, pendampingan, serta kesiapan fisik selama menjalankan rangkaian ibadah.

Agus berharap seluruh tahapan persiapan haji 2027 dapat berjalan sesuai rencana melalui koordinasi yang baik antara Kemenhaj, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan pihak terkait lainnya.

Ia juga mengharapkan calon jamaah proaktif mengikuti setiap tahapan yang telah dijadwalkan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemenuhan istithaah, pengurusan paspor, hingga mengikuti manasik haji.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, Kemenhaj Kota Cirebon berharap seluruh calon jamaah dapat memenuhi persyaratan keberangkatan dan memperoleh pelayanan maksimal sehingga pelaksanaan ibadah haji 2027 berlangsung aman, tertib, dan lancar. (abd)