BMKG Prediksi Musim Hujan Indramayu Segera Tiba, 5 Kecamatan Ini Justru Kebagian Paling Akhir!

BMKG prediksi musim hujan Indramayu mulai November 2026. Lima kecamatan baru menyusul Desember, sementara puncak hujan diperkirakan Februari 2027.

INDRAMAYU – Masyarakat Kabupaten Indramayu perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca dalam beberapa pekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di wilayah Indramayu mulai terjadi secara bertahap pada November 2026.

Berdasarkan prakiraan BMKG melalui Stasiun Meteorologi (Stamet) Kertajati, tidak seluruh wilayah Indramayu akan diguyur hujan pada waktu bersamaan. Sejumlah kecamatan diperkirakan lebih dahulu memasuki musim hujan, sedangkan beberapa wilayah lainnya harus menunggu hingga pertengahan Desember 2026.

Kepala BMKG Stamet Kertajati, M Syifaul Fuad, menjelaskan bahwa Kecamatan Terisi dan sebagian wilayah selatan Kecamatan Gantar diprediksi menjadi daerah pertama yang memasuki musim hujan.

Kedua wilayah tersebut diperkirakan mulai mengalami awal musim hujan pada dasarian kedua November 2026, atau sekitar 11–20 November.

Setelah itu, wilayah Indramayu lainnya akan menyusul secara bertahap. BMKG memperkirakan sebagian besar kecamatan mulai memasuki musim hujan pada dasarian pertama Desember 2026.

Wilayah yang diprediksi mulai diguyur hujan pada periode tersebut mencakup Kecamatan Sukra, Anjatan, Haurgeulis, Kroya, Bongas, Patrol, Kandanghaur, dan Gabuswetan.

Selain itu, awal musim hujan pada periode yang sama juga diperkirakan terjadi di Kecamatan Losarang, Cikedung, Cantigi, Arahan, Lohbener, Lelea, Pasekan, Sindang, Indramayu, Balongan, Jatibarang, Widasari, Tukdana, Sukagumiwang, Sliyeg, dan Bangodua.

Lima Kecamatan di Indramayu Kebagian Terakhir Musim Hujan

Di antara seluruh wilayah Kabupaten Indramayu, terdapat lima kecamatan yang diprediksi paling akhir memasuki musim hujan.

Kelima wilayah tersebut adalah Kecamatan Juntinyuat, Kertasemaya, Kedokanbunder, Karangampel, dan Krangkeng.

BMKG memperkirakan kelima kecamatan itu baru memasuki awal musim hujan pada dasarian kedua Desember 2026, atau sekitar 11–20 Desember.

Artinya, masyarakat di lima kecamatan tersebut kemungkinan harus menunggu lebih lama dibandingkan wilayah Indramayu lainnya untuk memasuki periode musim hujan.

“Jadi, wilayah Indramayu diprediksi memasuki awal musim hujan pada bulan depan, dan puncak musim hujannya diperkirakan terjadi pada Februari 2027,” terang Fuad saat dikonfirmasi.

Dengan prakiraan tersebut, masyarakat perlu memperhatikan perkembangan cuaca di masing-masing wilayah. Sebab, perbedaan waktu awal musim hujan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, terutama sektor pertanian, perikanan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.

Sifat Musim Hujan Diprediksi Normal

Selain memprakirakan waktu awal musim hujan, BMKG juga memperkirakan sifat musim hujan di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu berada dalam kategori normal.

Kategori tersebut menunjukkan bahwa kondisi curah hujan selama musim hujan diperkirakan berada dalam kisaran normal berdasarkan karakteristik iklim wilayah setempat.

Fuad menjelaskan, penetapan awal musim hujan tidak hanya berdasarkan munculnya hujan dalam satu atau dua hari. Ada kriteria teknis yang digunakan BMKG untuk menentukan suatu wilayah telah memasuki musim hujan.

Secara teknis, suatu wilayah dinyatakan memasuki musim hujan apabila curah hujan mencapai 50 milimeter atau lebih dalam satu dasarian. Kondisi tersebut kemudian harus berlanjut selama minimal dua dasarian berikutnya secara berturut-turut.

Dengan demikian, hujan yang turun sesekali pada masa peralihan musim belum tentu menjadi penanda bahwa musim hujan telah dimulai.

Saat ini, wilayah Indramayu masih berada dalam masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Menurut Fuad, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indramayu masih relatif panas dan belum menunjukkan tanda-tanda hujan secara merata.

“Untuk saat ini merupakan masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Meski begitu, secara umum cuaca di wilayah Indramayu masih relatif panas dan belum menunjukkan tanda-tanda turunnya hujan,” jelasnya.

Masyarakat Diminta Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Menghadapi perubahan musim, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hujan turun untuk mulai melakukan persiapan.

Pasalnya, memasuki musim hujan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi. Beberapa potensi yang perlu diantisipasi di antaranya genangan air, banjir, hingga gangguan akibat cuaca ekstrem.

Masyarakat diimbau mulai memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, khususnya saluran drainase yang berpotensi tersumbat sampah atau sedimentasi.

Pembersihan selokan, saluran air, dan lingkungan permukiman menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko genangan ketika intensitas hujan mulai meningkat.

Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama masa peralihan musim.

“Jaga kebersihan lingkungan, bersihkan saluran air, dan waspadai potensi bencana hidrometeorologi seiring dimulainya awal musim hujan di Indramayu mulai bulan depan,” imbau Fuad.

Dengan prakiraan awal musim hujan yang berlangsung bertahap mulai November hingga Desember 2026, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas dan melakukan langkah antisipasi sejak dini.

Terlebih, puncak musim hujan di Kabupaten Indramayu diprediksi terjadi pada Februari 2027. Karena itu, kesiapan lingkungan dan kewaspadaan masyarakat menjadi penting untuk mengurangi dampak yang mungkin ditimbulkan selama musim hujan berlangsung. (tar)