
CIREBON – Produk industri tekstil asal Kabupaten Cirebon semakin menunjukkan daya saing di pasar internasional. Salah satu komoditas unggulan yang terus memperluas jangkauan pemasarannya adalah benang, dengan nilai ekspor mencapai 66,23 juta dolar AS atau setara sekitar 23,20 persen dari total ekspor Kabupaten Cirebon selama Januari hingga September 2026.
Capaian tersebut menempatkan benang sebagai komoditas ekspor terbesar kedua Kabupaten Cirebon setelah produk sepatu. Tidak hanya mendominasi pasar regional, produk benang dari daerah ini juga telah menembus puluhan negara di berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika hingga Timur Tengah.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, nilai ekspor benang selama sembilan bulan pertama 2026 tercatat sebesar 66.227.270,36 dolar AS.
Kepala Bidang Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok dan Penting Disperdagin Kabupaten Cirebon, Peni Sigiarsih, mengatakan capaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi industri benang daerah dalam memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.
Menurutnya, jangkauan pemasaran produk benang Kabupaten Cirebon sudah cukup luas. Sejumlah negara di Asia menjadi tujuan utama perdagangan, di antaranya India, Vietnam, Taiwan, Bangladesh, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Jepang dan China.
Selain pasar Asia, produk benang asal Kabupaten Cirebon juga berhasil menjangkau sejumlah negara di kawasan lain. Di antaranya Mesir, Amerika Serikat, Australia, Brasil, Inggris, Italia, Belgia, Jerman, Spanyol, Uni Emirat Arab hingga Afrika Selatan.
Luasnya negara tujuan ekspor tersebut menunjukkan bahwa produk industri tekstil Kabupaten Cirebon memiliki peluang untuk terus berkembang di tengah persaingan perdagangan internasional.
Ekspor Benang Kabupaten Cirebon Naik Turun, September Tertinggi
Jika dilihat berdasarkan perkembangan bulanan, nilai ekspor benang Kabupaten Cirebon selama Januari-September 2026 menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis.
Pada Januari 2026, nilai ekspor tercatat sebesar 6,13 juta dolar AS. Angka tersebut meningkat pada Februari menjadi 6,87 juta dolar AS, sebelum sedikit terkoreksi pada Maret menjadi 6,41 juta dolar AS.
Memasuki April, kinerja ekspor kembali mengalami peningkatan cukup signifikan hingga mencapai 8,40 juta dolar AS. Namun, pada Mei nilainya turun menjadi 6,20 juta dolar AS.
Pergerakan ekspor kembali menunjukkan tren positif pada Juni dengan nilai 8,41 juta dolar AS. Capaian tersebut relatif stabil pada Juli, yakni sebesar 8,31 juta dolar AS.
Sementara itu, pada Agustus nilai ekspor kembali mengalami penurunan menjadi 6,84 juta dolar AS. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena pada September ekspor benang Kabupaten Cirebon kembali meningkat hingga mencapai 8,67 juta dolar AS.
Nilai pada September tersebut menjadi yang tertinggi selama periode Januari hingga September 2026.
Dinamika bulanan ini memperlihatkan bahwa perdagangan benang masih memiliki peluang pertumbuhan yang cukup besar. Pergerakan permintaan pasar internasional, kebutuhan industri tekstil di negara tujuan, serta kemampuan pelaku usaha dalam menjaga produksi menjadi sejumlah faktor penting bagi keberlanjutan ekspor.
Disperdagin Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Internasional
Peni Sigiarsih menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya meningkatkan kontribusi produk lokal dalam perdagangan internasional.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memetakan komoditas potensial daerah yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk ekspor. Pemetaan tersebut diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui sektor usaha yang mempunyai daya saing sekaligus peluang pasar di luar negeri.
Selain itu, perluasan akses pemasaran juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Upaya ini diharapkan dapat mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon pembeli dari berbagai negara sehingga kesempatan memperoleh pasar baru semakin terbuka.
Menurut Peni, pengenalan produk daerah kepada pasar internasional menjadi bagian penting dalam memperkuat aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan Kabupaten Cirebon.
“Perluasan akses pemasaran menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan produk lokal kepada calon pembeli di luar negeri sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha daerah,” katanya.
Dengan nilai ekspor mencapai 66,23 juta dolar AS dalam sembilan bulan, benang memiliki posisi strategis dalam struktur perdagangan luar negeri Kabupaten Cirebon.
Ke depan, penguatan akses pasar dan pengembangan komoditas potensial diharapkan mampu mendorong semakin banyak produk unggulan daerah menembus pasar global. Dengan demikian, aktivitas ekspor tidak hanya memberikan kontribusi terhadap perdagangan daerah, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan industri dan ekonomi Kabupaten Cirebon. (awr)












