Perumda Tirta Giri Nata Kota Cirebon Evaluasi Kinerja dan Benahi Pelayanan

Dewas dan Direksi Perumda Tirta Giri Nata melakukan evaluasi kinerja

CIREBON – Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon mulai memperkuat langkah pembenahan internal setelah jajaran direksi baru resmi dilantik.

Dewan Pengawas (Dewas) bersama Direksi Perumda Tirta Giri Nata menggelar diskusi untuk mengevaluasi kinerja perusahaan sekaligus membahas sejumlah rencana kerja ke depan.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah antara Dewas dan jajaran Direksi dalam meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota Cirebon tersebut.

Plt Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Iing Daiman, mengatakan pertemuan dilakukan dalam format focus group discussion (FGD) dan brainstorming.

Menurut Iing, forum tersebut tidak hanya membahas capaian perusahaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

Ia menyebut jajaran Direksi menunjukkan komitmen untuk terus melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan.

“Lebih ke kita FGD, diskusi, tapi kami lihat Direksi, jajaran Direksi punya komitmen untuk mengevaluasi kinerja. Artinya kalau memang yang dulu ada kata-kata harus diperbaiki, kita evaluasi. Kita sepakat untuk terus mengevaluasi,” ujar Iing.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama pelanggan Perumda Tirta Giri Nata.

Selain pelayanan, komunikasi dan koordinasi antara Dewas dengan Direksi juga dinilai penting untuk memastikan berbagai persoalan perusahaan dapat segera ditindaklanjuti.

Iing mengatakan komunikasi antara Dewas dan Direksi tidak harus selalu dilakukan melalui forum yang bersifat formal. Menurutnya, selama pembahasan diarahkan untuk mencari solusi dan memperbaiki kinerja perusahaan, berbagai pola komunikasi dapat ditempuh.

“Saya skemakan tidak lagi dalam suasana yang harus formal saja. Selama itu untuk kebaikan dan perbaikan perusahaan BUMD ini, akan kita tempuh dengan semangat solutif,” katanya.

Iing juga menegaskan komitmennya dalam menjalankan amanat Wali Kota Cirebon selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda Tirta Giri Nata.

Program dan kebijakan yang selama ini dinilai berjalan baik akan diteruskan. Sementara berbagai persoalan yang masih membutuhkan pembenahan akan menjadi bahan evaluasi bersama.

“Apapun amanat dari Pak Wali Kota selaku KPM, saya sebagai Dewan Pengawas dan jajaran juga dengan Direksi ini terus berkomitmen untuk perbaikan dan kebaikan perusahaan ini. Yang sudah berjalan begitu bagus kita lanjutkan, yang harus dievaluasi kita perbaiki,” tegasnya.

Penanganan Tunggakan Pelanggan

Selain peningkatan pelayanan air bersih, persoalan pelanggan yang memiliki tunggakan pembayaran juga masuk dalam pembahasan.

Dewas mendorong agar penanganan piutang pelanggan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

Pelanggan yang tercatat memiliki tunggakan akan terlebih dahulu diberikan informasi dan diberi kesempatan untuk menyelesaikan kewajibannya.

Apabila belum ada penyelesaian, langkah berikutnya dilakukan melalui pemberian peringatan atau teguran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami sarankan secara persuasif terhadap pelanggan. Yang kedua juga diberitahu yang bersangkutan kalau memang menunggak. Nanti kalau memang step by step-nya sesuai aturan, ada semacam peringatan atau teguran,” jelas Iing.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membenahi tata kelola perusahaan sekaligus menjaga hubungan baik dengan pelanggan.

Tak hanya itu, Perumda Tirta Giri Nata juga diarahkan untuk mengembangkan sistem pelayanan satu atap. Konsep tersebut diharapkan dapat membuat proses pelayanan pelanggan menjadi lebih praktis dan terintegrasi.

Dengan pola tersebut, pelanggan nantinya dapat menyelesaikan berbagai kebutuhan dalam satu rangkaian pelayanan, termasuk pembayaran maupun penyelesaian tunggakan.

“Nanti Pak Dirut akan menyampaikan juga ketika ada pelanggan ingin melakukan sesuatu itu dalam satu atap. Untuk pembayaran, untuk tunggakan, selesaikan saat itu juga dan sebagainya,” pungkasnya.

Evaluasi kinerja tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat tata kelola Perumda Tirta Giri Nata sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Cirebon. (cep)