MTQ Kecamatan Kejaksan Digelar, Empat Kelurahan Adu Kemampuan untuk Jaring Bibit Unggul

Kecamatan Kejaksan menggelar MTQ tingkat kecamatan

CIREBON – Alunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Kantor Kecamatan Kejaksan, Kamis (17/9/2026). Kecamatan Kejaksan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sekaligus Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat kecamatan sebagai bagian dari upaya menjaring bibit unggul untuk mewakili Kecamatan Kejaksan di tingkat Kota Cirebon.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Pemerintah Kecamatan Kejaksan menjadikan MTQ sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon Sutikno AP, Camat Kejaksan Achmad Muhaimin SSTP MH, jajaran TNI dan Polri, para lurah se-Kecamatan Kejaksan, alim ulama, serta Kepala KUA Kecamatan Kejaksan.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon Sutikno mengatakan, pelaksanaan MTQ dan STQ tetap menjadi perhatian pemerintah kecamatan meskipun saat ini daerah menghadapi keterbatasan anggaran akibat berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD).

Menurut Sutikno, kondisi anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan pembinaan keagamaan yang telah rutin dilaksanakan.

Karena itu, Kecamatan Kejaksan berkomitmen mempertahankan pelaksanaan MTQ dan STQ secara rutin setiap tahun.

“Walaupun dikemas secara sederhana, kegiatan ini tetap menjadi media evaluasi sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an,” kata Sutikno.

Ia menjelaskan, MTQ menjadi ruang untuk mengukur kemampuan peserta dalam berbagai bidang, mulai dari tilawah, fahmil Al-Qur’an, hingga berbagai bentuk perlombaan yang berkaitan dengan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an.

Lebih dari sekadar kompetisi, Sutikno menilai MTQ memiliki nilai penting dalam membangun hubungan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

“Ini ajang mempererat silaturahmi dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.

Sutikno berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Al-Qur’an tidak berhenti pada kegiatan perlombaan. Nilai tersebut diharapkan dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Seleksi Berjenjang hingga Tingkat Nasional

Sutikno menambahkan, proses seleksi MTQ dilaksanakan secara berjenjang. Peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi di tingkat kecamatan sebelum melaju ke tingkat Kota Cirebon.

Seleksi tingkat Kota Cirebon dijadwalkan berlangsung pada akhir September dan dipusatkan di At-Taqwa Center. Dari tahapan tersebut nantinya akan dipilih kafilah terbaik yang akan mewakili Kota Cirebon ke tingkat berikutnya.

Tahapan selanjutnya adalah MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat hingga tingkat nasional. Untuk penyelenggaraan tingkat nasional tahun ini, kegiatan dijadwalkan berlangsung di Semarang.

Pemerintah Kota Cirebon, kata Sutikno, terus mendorong pembinaan dan evaluasi secara berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas kafilah Kota Cirebon agar mampu kembali menorehkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Kota Cirebon terus mengoptimalkan pembinaan dan evaluasi berkelanjutan, guna mengembalikan kejayaan kafilah Kota Cirebon hingga tembus ke tingkat nasional, menyusul jejak prestasi pada era 1990-an,” bebernya.

Empat Kelurahan Kirim Perwakilan Lengkap

Sementara itu, Camat Kejaksan Achmad Muhaimin mengapresiasi pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Kejaksan. Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari seluruh kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Kejaksan.

Empat kelurahan, yakni Kejaksan, Kebonbaru, Kesenden, dan Sukapura, mengirimkan perwakilan dalam seluruh cabang perlombaan yang dipertandingkan.

Muhaimin mengatakan, keterlibatan lengkap dari seluruh kelurahan tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang dilakukan secara intensif oleh pihak kecamatan.

“Berkat koordinasi yang intensif, seluruh kelurahan di Kecamatan Kejaksan berhasil mengirimkan perwakilan secara lengkap pada setiap cabang perlombaan,” kata Muhaimin.

Ia menyebut, seluruh cabang lomba yang disiapkan dalam MTQ Kecamatan Kejaksan terisi. Beberapa di antaranya Murotal, Tilawah, Sarhil, MHQ, dan Tahfizil.

Kondisi tersebut membuat persaingan antarkelurahan menjadi lebih kompetitif. Masing-masing peserta berusaha menunjukkan kemampuan terbaik agar dapat melanjutkan perjuangan ke MTQ tingkat Kota Cirebon.

“Persaingan antar kelurahan menjadi lebih hidup dan optimal, dengan harapan mampu membawa hasil terbaik menuju MTQ tingkat Kota Cirebon,” ujarnya.

Muhaimin juga menyampaikan apresiasi kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon yang telah hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.

Di tengah kebijakan refocusing dan pengurangan anggaran, ia berharap kegiatan MTQ tetap memperoleh dukungan sehingga pembinaan terhadap generasi muda melalui kegiatan keagamaan dapat terus berjalan.

Menurut Muhaimin, keberadaan MTQ memiliki arti penting dalam menjaga semangat masyarakat untuk menghidupkan, menggemakan, sekaligus memuliakan Al-Qur’an.

Ia berharap pembinaan keagamaan di tingkat masyarakat juga semakin berkembang. Kegiatan seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hingga madrasah diniyah diharapkan semakin diminati masyarakat.

“Al-Qur’an harus menjadi kompas dan arah bagi masyarakat,” tegasnya.

Bentengi Generasi Muda di Tengah Era Gawai

Pelaksanaan MTQ juga menjadi bagian dari upaya Kecamatan Kejaksan dalam membangun karakter generasi muda. Tantangan pembinaan saat ini semakin kompleks seiring tingginya penggunaan gawai dan media sosial.

Kecamatan Kejaksan berupaya menjadikan kegiatan keagamaan sebagai salah satu ruang positif bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca atau menghafal Al-Qur’an, tetapi juga bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, MTQ diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Kecamatan Kejaksan pun berharap bibit-bibit unggul yang lahir dari MTQ tingkat kecamatan dapat memberikan hasil maksimal ketika berlaga pada MTQ tingkat Kota Cirebon, bahkan mampu melanjutkan prestasi hingga tingkat Provinsi Jawa Barat dan nasional. (abd)