Partai Gelora Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju 2029, Anis Matta Luncurkan Program Nasional

Anis Matta menegaskan kerja kecil kader di akar rumput menjadi fondasi kekuatan Partai Gelora melalui program akselerasi rekrutmen menuju Pemilu 2029.

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta, menegaskan bahwa kekuatan politik besar tidak dibangun secara instan. Menurutnya, kerja-kerja kecil yang dilakukan kader di tingkat akar rumput justru menjadi fondasi penting untuk membangun kekuatan partai dalam menghadapi Pemilu 2029.

Pesan tersebut disampaikan Anis Matta saat meluncurkan Program Akselerasi Rekrutmen Anggota Nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Desk Rekrutmen Anggota Partai Gelora, Minggu malam, 1 November 2026.

Peluncuran program yang berlangsung secara daring itu diikuti jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), serta Desk Rekrutmen Anggota (DRA) Partai Gelora dari berbagai daerah di Indonesia.

Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Partai Gelora untuk mempercepat pertumbuhan jumlah anggota, memperkuat struktur organisasi, sekaligus memperluas basis dukungan politik menjelang Pemilu 2029.

Dalam peluncuran tersebut, Anis Matta secara resmi membuka program akselerasi dengan mengusung semangat pertumbuhan bersama menuju zona biru.

“Dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim. Malam ini kita luncurkan Program Akselerasi Rekrutmen Anggota Nasional. Tumbuh bersama menuju zona biru,” kata Anis Matta.

Anis Matta Tekankan Pentingnya Kerja Akar Rumput

Dalam arahannya kepada seluruh kader, Anis Matta menekankan bahwa penguatan partai tidak cukup hanya mengandalkan gagasan besar, strategi politik, maupun aktivitas pengurus di tingkat pusat.

Menurut dia, seluruh cita-cita politik harus diwujudkan melalui kerja nyata yang konsisten di tengah masyarakat.

Karena itu, aktivitas kader di tingkat paling bawah harus menjadi perhatian utama. Mulai dari membangun komunikasi dengan masyarakat, memperkenalkan gagasan partai, memperluas jaringan keanggotaan, hingga memperkuat organisasi di daerah.

Anis Matta mengingatkan agar setiap kader tidak memandang pekerjaan kecil sebagai sesuatu yang tidak berarti. Sebaliknya, seluruh aktivitas tersebut harus dipahami sebagai bagian dari perjuangan besar Partai Gelora.

Ia juga mengaitkan pentingnya penguatan organisasi dengan perkembangan geopolitik dunia yang dinilai semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.

Anis Matta menyoroti tiga fenomena utama yang tengah mewarnai situasi global, yakni resesi ekonomi jangka panjang, gelombang revolusi di berbagai negara, serta meningkatnya eskalasi konflik dan perang regional.

Menurutnya, ketegangan geopolitik tersebut terlihat di sejumlah kawasan, termasuk Eropa dan Timur Tengah, serta berpotensi meluas ke kawasan Pasifik.

Ia menilai perkembangan tersebut sejalan dengan sejumlah prediksi yang pernah dituangkan dalam Manifesto Partai Gelora pada 2019.

“Apa yang dulu kita tuliskan dalam Manifesto Partai Gelora tahun 2019, hari ini semuanya satu per satu menjadi kenyataan. Oleh karena itu, alasan kita lahir sekarang semakin kuat,” ujar Anis Matta yang juga menjabat Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI.

Partai Gelora Harus Punya Arah dan Kekuatan

Lebih lanjut, Anis Matta menjelaskan bahwa Partai Gelora dibangun oleh orang-orang yang memiliki kesadaran terhadap perubahan zaman, mempunyai arah perjuangan yang jelas, serta berkomitmen membangun kekuatan politik secara berkelanjutan.

Menurutnya, ketiga hal tersebut menjadi modal penting bagi sebuah organisasi politik untuk bertahan menghadapi ketidakpastian sekaligus mengambil peluang dari perubahan situasi global.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan dan arah perjuangan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Sebuah organisasi yang memiliki tujuan besar tetapi tidak mempunyai kekuatan memadai akan mudah menjadi korban keadaan. Sebaliknya, kekuatan tanpa arah yang jelas juga berpotensi membuat organisasi kehilangan orientasi dan mudah terjebak dalam berbagai kepentingan.

“Yang tidak punya arah akan tersesat, yang tidak punya kekuatan akan digilas. Punya kekuatan tapi tidak punya arah, kita gampang dijebak. Punya arah tidak punya kekuatan, kita gampang jadi korban,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi kader Partai Gelora bahwa penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan konsistensi menjaga visi dan misi perjuangan.

Dengan demikian, proses memperluas keanggotaan bukan sekadar mengejar angka, melainkan membangun komunitas politik yang memiliki pemahaman dan tujuan bersama.

Apresiasi Kader di Daerah dengan Keterbatasan Infrastruktur

Pada kesempatan tersebut, Anis Matta juga memberikan apresiasi kepada para kader yang selama ini bekerja langsung di lapangan, khususnya mereka yang bertugas di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

Ia menyebut perjuangan kader di perkampungan, pedalaman Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta berbagai wilayah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi sebagai bagian penting dari proses membangun kekuatan Partai Gelora secara nasional.

Tidak semua kader memiliki akses yang sama terhadap fasilitas komunikasi dan infrastruktur. Sebagian harus menjalankan aktivitas organisasi di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan internet maupun pasokan listrik.

Meski demikian, Anis Matta meminta kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan kerja-kerja organisasi.

Ia justru mengajak seluruh kader agar tetap menjaga semangat dan menghubungkan setiap aktivitas di lapangan dengan cita-cita besar yang menjadi alasan berdirinya Partai Gelora.

“Sekecil apa pun kerja saudara-saudara semuanya, selalulah menghubungkan kerja kecil itu dengan cita-cita besar yang membuat kita lahir. Sebab, hanya ketika pekerjaan kecil terhubung dengan pikiran besar, kita akan mengerti bahwa tidak ada yang sia-sia di sini,” ungkapnya.

Bagi Anis Matta, keberhasilan membangun partai tidak selalu diawali dengan langkah besar. Perubahan dan pencapaian besar justru sering kali berawal dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Karena itu, setiap kader diharapkan tetap produktif sesuai kapasitas dan kondisi wilayah masing-masing.

Yakin Kerja Konsisten Mengantarkan Partai Gelora Menuju Pemilu 2029

Anis Matta juga tidak menampik adanya kesenjangan antara besarnya cita-cita Partai Gelora dengan kemampuan organisasi saat ini, termasuk dari sisi sumber daya dan dukungan logistik.

Namun, ia meminta seluruh kader tidak menjadikan keterbatasan tersebut sebagai alasan untuk kehilangan optimisme.

Menurutnya, setiap perjuangan besar membutuhkan proses panjang. Tidak ada pencapaian besar yang muncul secara tiba-tiba tanpa didahului langkah-langkah kecil.

Ia mendorong seluruh anggota untuk terus bekerja secara maksimal sesuai kemampuan masing-masing. Sementara itu, hasil akhir dan berbagai kemungkinan besar yang berada di luar jangkauan manusia merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT.

“Kita tahu ada gap antara cita-cita kita dan kemampuan kita. Tapi kita juga sadar dan yakin bahwa kita sudah melangkah. Setiap cita-cita besar tidak pernah dimulai dengan langkah besar, selalu dimulai dari satu langkah kecil,” imbuhnya.

Anis Matta pun mengajak seluruh kader menikmati proses perjuangan politik dengan penuh keikhlasan. Ia meyakini kerja-kerja tulus yang dibangun secara bertahap dari berbagai daerah akan terakumulasi menjadi kekuatan organisasi yang lebih besar.

Dengan semangat tersebut, Partai Gelora diharapkan mampu memperkuat jaringan keanggotaan, memperluas jangkauan organisasi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi kontestasi politik nasional pada 2029.

Partai Gelora Targetkan Seluruh Daerah Menuju Zona Biru

Sementara itu, Ketua Desk Rekrutmen Anggota Pusat Partai Gelora, Triwisaksana, menjelaskan bahwa peluncuran program akselerasi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian rekrutmen anggota hingga akhir Oktober 2026.

Evaluasi tersebut sekaligus menjadi dasar penyusunan strategi percepatan rekrutmen di seluruh wilayah Indonesia.

Triwisaksana menjelaskan, program yang mengusung tema “Tumbuh Bersama Menuju Zona Biru” memiliki target agar seluruh daerah dapat meningkatkan pencapaian rekrutmen secara bertahap dan terukur.

Zona biru merupakan tingkatan tertinggi dalam klasifikasi pencapaian rekrutmen anggota, yaitu ketika suatu daerah berhasil melampaui 100 persen dari target yang telah ditetapkan.

Untuk memudahkan pemantauan perkembangan, Partai Gelora membagi pencapaian rekrutmen ke dalam lima kategori zona.

Berikut klasifikasi target rekrutmen anggota Partai Gelora:

  1. Zona Maroon: pencapaian 0–25 persen.
  2. Zona Merah: pencapaian 25–50 persen.
  3. Zona Kuning: pencapaian 50–75 persen.
  4. Zona Hijau: pencapaian 75–100 persen.
  5. Zona Biru: pencapaian di atas 100 persen.
    Melalui klasifikasi tersebut, perkembangan rekrutmen setiap daerah dapat dipantau secara lebih sistematis. Pengurus wilayah maupun daerah juga bisa mengetahui posisi pencapaian sekaligus menentukan langkah untuk meningkatkan jumlah anggota.

Triwisaksana mengatakan, program akselerasi akan dilaksanakan melalui tahapan selama empat bulan, mulai November 2026 hingga Februari 2027.

Dalam periode tersebut, setiap DPW dan DPD didorong untuk meningkatkan capaian rekrutmen secara kolektif. Strategi ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan perkembangan organisasi antardaerah.

“Setiap DPW dan DPD nantinya akan didorong meningkatkan capaian secara kolektif agar tidak terjadi kesenjangan perkembangan antardaerah,” kata Triwisaksana.

Ada Apresiasi bagi Wilayah yang Berhasil Capai Target

Ketua DPP Korbid Penggalangan Partai Gelora tersebut menegaskan, semangat tumbuh bersama menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program akselerasi rekrutmen anggota nasional.

Artinya, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian wilayah yang sudah berkembang pesat. Daerah yang masih tertinggal juga harus mendapatkan dukungan agar dapat meningkatkan kinerja organisasinya.

Seluruh wilayah diharapkan bergerak secara serentak, membangun kompetisi yang sehat, sekaligus saling membantu dalam memperluas jaringan keanggotaan.

Untuk mendorong pencapaian tersebut, Partai Gelora juga menyiapkan skema apresiasi bagi jajaran DPW, Desk Rekrutmen Anggota wilayah, DPD, hingga Desk Rekrutmen Anggota daerah yang berhasil memenuhi target.

Pemberian apresiasi tersebut diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi pengurus dan kader untuk meningkatkan kinerja rekrutmen.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi internal Partai Gelora dalam mempersiapkan organisasi menghadapi Pemilu 2029.

Triwisaksana menegaskan, peningkatan jumlah anggota harus dilakukan secara bertahap dan merata di seluruh Indonesia. Dengan demikian, pertumbuhan partai tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi mampu menjangkau berbagai daerah.

Melalui Program Akselerasi Rekrutmen Anggota Nasional, Partai Gelora ingin membangun fondasi organisasi yang lebih kuat. Semangat kerja dari akar rumput yang ditekankan Anis Matta pun diharapkan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan target tersebut.

Pada akhirnya, kekuatan politik menuju 2029 tidak hanya ditentukan oleh besarnya cita-cita, tetapi juga konsistensi kader dalam menjalankan kerja nyata di tengah masyarakat. (abd)