CIREBON — Peta politik menuju Pemilu 2029 mulai menunjukkan dinamika baru di Kabupaten Cirebon. Nama Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg, kini masuk dalam radar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai salah satu figur yang dinilai potensial untuk diproyeksikan menuju DPR RI.
Nama Imron menjadi menarik karena selama ini dikenal memiliki perjalanan politik yang kuat bersama PDI Perjuangan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon. Meski pada periode kepengurusan 2025-2030 posisi tersebut kini ditempati Rudiana, Imron disebut masih berada dalam struktur PDIP, bahkan mendapat posisi di DPD PDIP Jawa Barat.
Di tengah posisi tersebut, Imron kembali menjadi perhatian partai politik lain. PKB secara terbuka mengakui bahwa nama Bupati Cirebon tersebut sempat muncul dalam pembahasan internal untuk dipertimbangkan sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2029.
Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon, Jamil Abdul Latief, tidak menampik adanya usulan tersebut.
“Ada usulan Pak Imron. Sempat ada usulan Pak Imron,” kata Jamil kepada Rakyat Cirebon, Minggu (27/9).
Menurut Jamil, munculnya nama Imron tidak terlepas dari modal politik yang dimilikinya. Imron saat ini merupakan Bupati Cirebon terpilih hasil Pilkada 2024 dan memiliki pengalaman panjang dalam politik daerah.
Imron bersama H Agus Kurniawan Budiman berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Cirebon 2024. Pasangan yang diusung PDIP dan NasDem tersebut memperoleh 426.323 suara dan kemudian ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cirebon periode 2025-2030.
Dengan posisi tersebut, Imron memiliki basis politik yang cukup kuat di Kabupaten Cirebon. Kondisi itu pula yang membuat namanya mulai diperhitungkan untuk pertarungan politik dengan skala lebih besar.
“Ya, namanya juga usaha,” ujar Jamil ketika ditanya mengenai kemungkinan PKB membuka komunikasi lebih jauh dengan Imron.
PKB Buka Pintu untuk Imron
Jamil bahkan menegaskan, PKB tidak menutup pintu apabila suatu saat Imron memiliki keinginan untuk bergabung dengan partai yang identik dengan warga Nahdlatul Ulama tersebut.
“Kalau beliau masih tetap bertahan di PDIP, tafaddhol, itu hak beliau. Barangkali nanti misalkan beliau ingin geser ke PKB juga, ya ahlan wa sahlan,” katanya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Imron mengenai rencana perpindahan partai. Tidak ada pula keputusan politik yang menunjukkan bahwa Imron akan meninggalkan PDIP.
Komunikasi antara PKB dan Imron disebut sudah berlangsung. Bahkan, penjajakan tersebut tidak hanya dilakukan dalam forum resmi, tetapi juga secara informal.
Jamil mengungkapkan, dirinya sempat bertemu dengan Imron dalam sebuah acara pernikahan. Saat itu, Jamil hadir sebagai saksi, sedangkan Imron juga berada di lokasi yang sama.
Dalam kesempatan tersebut, Jamil mengaku sempat melontarkan penjajakan politik kepada Imron. Namun, respons yang diberikan Imron belum menunjukkan sikap politik secara tegas.
“Beliau senyum-senyum saja,” kata Jamil.
Menurut Jamil, komunikasi yang telah dilakukan tersebut setidaknya menunjukkan bahwa jalur komunikasi antara dirinya dengan Imron masih terbuka.
“Kalau secara komunikasi sih sudah,” ujarnya.
Jamil juga menegaskan bahwa masuknya nama Imron dalam radar PKB bukan berarti ada persoalan dengan posisi Imron di PDIP. Ia tidak menyebut bahwa Imron akan didepak dari partai yang selama ini menjadi kendaraan politiknya.
“Bukan begitu (bakal didepak PDIP, red). Yang jelas, ketika saya menyampaikan begitu, beliau senyum-senyum saja,” katanya.
Pernah Berhadapan di Pilkada 2024
Manuver politik PKB terhadap Imron menjadi menarik jika melihat kontestasi Pilkada Kabupaten Cirebon 2024. Ketika itu, Imron-Agus Kurniawan yang diusung PDIP dan NasDem berada di kubu yang berseberangan dengan pasangan Mochamad Luthfi-Dia Ramayana yang didukung PKB dan Golkar.
Hasil rekapitulasi KPU menunjukkan pasangan Imron-Agus memperoleh 426.323 suara. Sementara pasangan Luthfi-Dia mendapatkan 297.531 suara.
Kini, kontestasi tersebut telah berakhir. Konstelasi politik pun mulai berubah.
PKB yang pada Pilkada 2024 berada di kubu berbeda, kini justru membuka ruang komunikasi dengan figur yang berhasil memenangkan kontestasi tersebut.
Bagi PKB, Imron tidak lagi hanya dipandang sebagai rival dalam pertarungan politik daerah. Pengalaman politik, posisi sebagai kepala daerah, serta basis dukungan yang dimilikinya membuat nama Imron mulai dihitung untuk kepentingan politik tingkat nasional.
Apakah Imron akan tetap bertahan bersama PDIP atau membuka peluang politik baru bersama PKB? Hingga kini belum ada jawaban pasti.
Yang jelas, PKB mengakui nama Imron telah diusulkan secara internal sebagai salah satu figur potensial untuk DPR RI. Komunikasi politik antara PKB dan Bupati Cirebon tersebut pun disebut sudah dilakukan.
Dinamika menuju Pemilu 2029 di Kabupaten Cirebon tampaknya masih akan terus berkembang. Nama Imron kini menjadi salah satu figur yang patut diperhatikan dalam peta politik menuju Senayan. (zen)
















