
CIREBON – Atlet asal Kabupaten Cirebon, Rahmat Nur Alif, menorehkan prestasi membanggakan pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Turun di cabang olahraga bocce, Rahmat sukses membawa pulang tiga medali sekaligus, terdiri dari satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Medali emas diraih Rahmat pada nomor individu. Ia juga menunjukkan performa kompetitif pada nomor ganda dengan meraih medali perak, serta menyumbangkan medali perunggu dari nomor beregu.
Raihan tiga medali tersebut menjadi pencapaian positif bagi kontingen Jawa Barat sekaligus membuktikan bahwa atlet binaan Kabupaten Cirebon mampu bersaing di ajang olahraga tingkat nasional.
Ketua Pengurus Cabang Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Cirebon, Iman Budiman Sobar Nugraha, mengapresiasi keberhasilan Rahmat. Menurutnya, prestasi tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan dan persiapan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat daerah hingga provinsi.
Iman menjelaskan, Rahmat terlebih dahulu menjalani persiapan dan mengikuti seleksi di tingkat daerah. Setelah menunjukkan kemampuan yang baik di tingkat provinsi, Rahmat kemudian dipercaya untuk mewakili Jawa Barat pada Pesonas 2026.
“Semua berawal dari persiapan di daerah. Kemudian Rahmat mengikuti kegiatan di tingkat provinsi. Setelah berhasil, dia dibawa mewakili Jawa Barat untuk mengikuti Pesonas. Alhamdulillah, kami terus mengawal dan berhasil meraih medali emas,” ujar Iman, Kamis (22/10).
Ia menilai, keberhasilan Rahmat menjadi bukti bahwa atlet binaan SOIna Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar untuk berkembang dan meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Karena itu, Iman berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet berkebutuhan khusus lainnya untuk terus berlatih, mengembangkan kemampuan, dan berani berkompetisi dalam berbagai kejuaraan.
Selain mengapresiasi prestasi atlet, Iman juga mendorong Pemerintah Kabupaten Cirebon agar memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan olahraga melalui SOIna. Dukungan pemerintah dinilai penting untuk memperkuat program latihan, meningkatkan kualitas pembinaan, serta membuka peluang bagi lebih banyak atlet untuk berprestasi.
“Mudah-mudahan kami bisa melahirkan lebih banyak atlet yang mengharumkan nama Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dan Indonesia. Kami juga berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon lebih melirik SOIna,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, Jois Putra, SE, MAP, turut mengapresiasi pencapaian Rahmat Nur Alif. Ia menegaskan bahwa seluruh atlet, termasuk atlet binaan SOIna, perlu memperoleh dukungan dan perhatian yang memadai dalam pengembangan olahraga daerah.
Menurut Jois, perhatian terhadap atlet berkebutuhan khusus perlu menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan olahraga yang lebih inklusif. Dengan dukungan yang tepat, para atlet diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
“Atlet-atlet harus kita dukung sepenuhnya dan kita perhatikan. Ke depan, bagaimana kita bisa memberikan pelayanan atau perhatian yang cukup kepada atlet-atlet, termasuk atlet dari SOIna,” ujarnya.
Jois juga mendorong pengurus SOIna Kabupaten Cirebon untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menyampaikan kebutuhan pembinaan atlet sekaligus membuka ruang dukungan yang lebih besar dari pemerintah.
Prestasi Rahmat Nur Alif di Pesonas 2026 menjadi catatan positif bagi perkembangan olahraga inklusif di Kabupaten Cirebon. Keberhasilannya meraih tiga medali sekaligus diharapkan menjadi pemacu semangat bagi atlet lainnya untuk terus berkembang dan mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga. (zen)














