Batuk dan ISPA di Kabupaten Cirebon Tembus 65 Ribu Kasus Selama Agustus 2026

CIREBON – Penyakit saluran pernapasan masih menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Cirebon.

Sepanjang Agustus 2026, tercatat 65.055 warga menjalani pelayanan rawat jalan akibat batuk, pilek, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Data tersebut berdasarkan laporan pelayanan kesehatan yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon selama Agustus 2026.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan berbagai jenis penyakit lain yang tercatat dalam pelayanan rawat jalan. Kondisi ini menunjukkan gangguan saluran pernapasan masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang banyak dialami masyarakat.

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes, mengatakan keluhan batuk, pilek, dan infeksi saluran napas masih mendominasi kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan.

“Untuk pelayanan rawat jalan selama Agustus, didominasi batuk-pilek dan infeksi saluran napas sebanyak 65.055 orang,” ujar Eni.

Selain ISPA dan gangguan saluran pernapasan, Dinkes Kabupaten Cirebon juga mencatat tingginya kasus penyakit tidak menular.

Hipertensi berada di posisi kedua dengan jumlah 33.135 pasien. Selanjutnya, keluhan nyeri punggung mencapai 17.071 kasus dan gangguan pencernaan atau maag sebanyak 16.885 kasus.

Dinkes juga mencatat 16.575 kasus infeksi virus serta 16.408 kasus kolesterol atau kadar lemak darah tinggi.

Data tersebut memperlihatkan bahwa penyakit infeksi dan penyakit tidak menular masih sama-sama menjadi bagian besar dari beban pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, sejumlah penyakit lain juga ditemukan dalam pelayanan rawat jalan. Di antaranya gigi berlubang sebanyak 731 kasus, gangguan pada beberapa sendi 691 kasus, infeksi gigi dan jaringan di sekitar akar sebanyak 646 kasus, serta pembesaran prostat sebanyak 578 kasus.

Infeksi Saluran Napas Dominasi Rawat Inap

Tidak hanya pelayanan rawat jalan, penyakit infeksi juga menjadi salah satu penyebab utama masyarakat Kabupaten Cirebon menjalani perawatan di rumah sakit.

Dalam pelayanan rawat inap selama Agustus 2026, infeksi saluran napas bawah tercatat sebagai kasus terbanyak dengan 355 pasien.

Selanjutnya, infeksi usus tercatat sebanyak 247 kasus. Kemudian diare atau radang lambung-usus akibat infeksi mencapai 222 kasus.

Kasus stroke akibat sumbatan pembuluh darah juga tercatat cukup tinggi, yakni sebanyak 166 pasien.

Selain itu, terdapat 151 kasus persalinan dengan kegawatan janin, kehamilan dengan posisi janin tidak normal sebanyak 136 kasus, serta infeksi usus akibat bakteri sebanyak 124 kasus.

Dinkes juga mencatat 107 kasus diabetes melitus tipe 2, penyakit kronis pada amandel dan adenoid sebanyak 101 kasus, serta 96 kasus keguguran spontan.

Menurut Eni, data pelayanan kesehatan tersebut tidak hanya menunjukkan pola penyakit yang banyak ditemukan di masyarakat, tetapi juga menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

Data tersebut dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam menyusun program pelayanan kesehatan sekaligus langkah pencegahan penyakit di Kabupaten Cirebon.

Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala penyakit, terutama keluhan yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

Batuk dan pilek yang tidak kunjung membaik, terlebih jika disertai gejala lain atau kondisi semakin berat, perlu mendapatkan perhatian dan pemeriksaan tenaga kesehatan.

“Kami mengimbau masyarakat menjaga kesehatan, terutama saat mengalami gejala batuk, pilek, maupun gangguan saluran pernapasan, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penyakit yang lebih berat dapat dicegah,” pungkas Eni. (den)