Mahasiswa KKM UIN Bandung Dorong Gerakan Tanam Mangrove di Pesisir Cirebon

KKM UIN Bandung Gelar Gerakan Tanam Mangrove di Desa Gebang Mekar Cirebon

CIREBON – Menjaga kelestarian lingkungan pesisir membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi berbagai pihak. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui program Eco Literasi di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon.

Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Laut Sebasah dan Gerakan Tanam Mangrove yang digelar Jumat (14/8). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB itu melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Koperasi Desa Nelayan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, Pemerintah Desa Gebang Mekar, mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta UIN Siber Syeikh Nurjati Cirebon.

Mahasiswa KKM UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Salsabiil Firdaus, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Eco Literasi yang menitikberatkan pada peningkatan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.

“Bagi kami, kegiatan Laut Sebasah dan Gerakan Tanam Mangrove ini merupakan bagian dari program kerja Eco Literasi KKM UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kami ingin tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga ikut terlibat langsung melalui aksi penanaman mangrove,” ujar Salsabiil.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah desa dan DKPP Kabupaten Cirebon menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan gerakan tersebut.

Kolaborasi itu, kata dia, menunjukkan bahwa kegiatan KKM tidak sekadar menjalankan program mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Desa Gebang Mekar dan DKPP Kabupaten Cirebon yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada penanaman bibit saja, tetapi bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga ekosistem pesisir,” katanya.

Mangrove dan Kesejahteraan Nelayan

Salsabiil menambahkan, keberadaan hutan mangrove memiliki manfaat penting bagi kawasan pesisir. Selain membantu menjaga ekosistem, mangrove juga menjadi bagian dari upaya perlindungan kawasan pesisir yang menjadi ruang hidup masyarakat nelayan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga pesisir agar tetap bersih dan lestari, sehingga pada akhirnya juga dapat mendukung kesejahteraan para nelayan,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Satu Bibit, Satu Juta Manfaat, Pesisir Bersih, Nelayan Sejahtera, Indonesia Maju.”

Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.

Bagi mahasiswa KKM UIN Sunan Gunung Djati Bandung, gerakan menanam mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi sarana edukasi agar masyarakat memahami hubungan erat antara kelestarian lingkungan dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir.

Mahasiswa berharap kolaborasi antara pemerintah desa, DKPP, komunitas nelayan, koperasi, mahasiswa, dan civitas akademika dapat terus diperkuat untuk menjaga kawasan pesisir Desa Gebang Mekar.

“Melalui program Eco Literasi, kami berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Sebaliknya, kesadaran menjaga pesisir dapat terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat,” pungkasnya. (den)