
MAJALENGKA – Upaya mencegah kenakalan remaja terus dilakukan jajaran kepolisian. Polsek Sumberjaya bersama Satuan Binmas Polres Majalengka memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada sejumlah pelajar SMP di wilayah Kecamatan Sumberjaya.
Kegiatan yang digelar di Mapolsek Sumberjaya tersebut menyasar pelajar dari SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Sumberjaya. Sebanyak 25 siswa mengikuti kegiatan dengan didampingi orang tua, perwakilan sekolah, serta guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP).
Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk mencegah pelajar terjerumus dalam berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kapolsek Sumberjaya AKP Adeng mengatakan, masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, pelajar perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai berbagai risiko yang dapat mengganggu pendidikan dan masa depan mereka.
“Kami mengajak para siswa untuk menjauhi narkoba, tidak terlibat tawuran maupun bullying, menghormati guru dan orang tua, serta bijak dalam menggunakan media sosial,” ujar Adeng, didampingi Kanit Reskrim Polsek Sumberjaya Ipda Yorry Supriatna, S.H.
Menurutnya, persoalan kenakalan remaja tidak bisa hanya ditangani oleh kepolisian. Peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar sangat menentukan dalam membentuk perilaku serta karakter anak.
Adeng menilai kehadiran orang tua dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Orang tua diharapkan tidak hanya mengawasi aktivitas anak, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka sehingga berbagai persoalan dapat diketahui dan ditangani sejak awal.
“Kehadiran para orang tua ini menjadi bukti bahwa pembinaan karakter anak tidak dapat dijalankan oleh satu pihak saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, serta lingkungan masyarakat,” katanya.
Dalam penyuluhan, polisi menyampaikan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan kehidupan pelajar. Di antaranya bahaya penyalahgunaan narkoba, tawuran antarpelajar, perundungan atau bullying, hingga risiko pergaulan bebas.
Pelajar juga diingatkan mengenai pentingnya menjaga kedisiplinan selama berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Sikap menghormati guru dan orang tua menjadi salah satu nilai yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Tak kalah penting, penggunaan media sosial juga menjadi perhatian. Polisi meminta pelajar tidak sembarangan membuat, membagikan, maupun menyebarkan konten yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain.
Di tengah penggunaan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan remaja, para siswa diminta lebih berhati-hati dalam berinteraksi di ruang digital. Mereka juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh konten maupun ajakan yang berpotensi memicu konflik.
Polisi turut mengingatkan pentingnya memilih teman dan lingkungan pergaulan. Pelajar diminta tidak mudah mengikuti ajakan teman apabila kegiatan tersebut bertentangan dengan aturan sekolah, norma masyarakat, maupun ketentuan hukum.
“Selektif dalam memilih teman dan lingkungan pergaulan sangat penting. Jangan sampai karena ikut-ikutan, justru terjerumus pada perbuatan yang dapat merusak masa depan,” pesan Adeng.
Selain memberikan arahan kepada siswa, kepolisian juga mengajak orang tua dan tenaga pendidik untuk meningkatkan pendampingan terhadap anak. Pengawasan, komunikasi, serta keteladanan dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya persoalan di kalangan remaja.
“Kepada para orang tua dan pendidik, kami sampaikan ajakan untuk senantiasa mendampingi, memantau, serta menjadi teladan yang baik bagi anak-anak,” ujarnya.
Polsek Sumberjaya bersama Sat Binmas Polres Majalengka berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai penyuluhan semata. Sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan pelajar diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Pembinaan secara berkelanjutan juga dinilai penting sebagai langkah pencegahan. Dengan edukasi dan pengawasan yang dilakukan bersama, pelajar diharapkan mampu menjauhi narkoba, tawuran, bullying, pergaulan berisiko, serta berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.
Langkah preventif semacam ini sekaligus menjadi upaya untuk memastikan masa sekolah diisi dengan kegiatan positif yang dapat mendukung perkembangan karakter dan masa depan para pelajar. (ono)















