Bupati Dian dan Asep Armala Satu Meja, Isu Kerenggangan hingga Pilkada Dibahas

Diusukan renggang, Bupati Kuningan dan ketua DPD Golkar Kuningan akhirnya duduk satu meja

KUNINGAN – Isu mengenai komunikasi antara Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan Asep Setia Mulyana atau Asep Armala mencuat dalam kegiatan “Ngobrol Santai” yang digelar Pokja Wartawan Polres Kuningan, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Teras Mahgar Kuningan itu mengusung tema “Satu Meja, Satu Komitmen: Merawat Kebersamaan, Membangun Kuningan.”

Forum tersebut mempertemukan wartawan, pemerintah daerah, dan partai politik untuk membahas berbagai persoalan di Kabupaten Kuningan. Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah dinamika komunikasi antara Bupati Dian dengan Partai Golkar sebagai salah satu partai pengusungnya.

Asep Armala mengakui bahwa intensitas komunikasinya dengan Bupati Dian mengalami perubahan dibandingkan masa awal pemerintahan. Namun, ia menegaskan komunikasi keduanya tetap berjalan.

“Memang di awal intens. Seiring perjalanan, komunikasi ada dinamika. Tapi perlu dipahami, kegiatan saya sebagai Ketua DPD Golkar Kuningan juga banyak di luar kota. Biasanya saya di Kuningan saat Sabtu dan Minggu,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, aktivitasnya di Jakarta dan Bandung membuat dirinya tidak selalu bisa bertemu langsung dengan Bupati Dian dalam berbagai agenda pemerintahan.

Meski demikian, Asep mengatakan dirinya tetap memantau perkembangan pemerintahan Kabupaten Kuningan. Komunikasi dengan Bupati Dian juga masih dilakukan melalui berbagai sarana komunikasi.

Karena itu, ia menilai isu mengenai kerenggangan hubungan keduanya tidak serta-merta menunjukkan terputusnya komunikasi.

“Dengan adanya kegiatan ngobrol santai ini, saya bersedia menjadi speaker, menjadi penyambung kepada masyarakat, memberikan pemahaman,” katanya.

Golkar Tetap Dukung Program Bupati Dian

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menegaskan posisi Partai Golkar yang masih berupaya mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, dukungan tersebut diwujudkan melalui sejumlah program dan bantuan kepada perangkat daerah. Di antaranya berkaitan dengan penyediaan alat kontraktor, pengembangan sumber mata air dan irigasi, hingga sektor kesehatan.

“Kami membantu beberapa dinas untuk mewujudkan programnya. Ini dalam rangka mewujudkan program bupati. Kami dari Partai Golkar hadir dan turut berjuang,” ujarnya.

Asep menilai keberhasilan pemerintahan Kabupaten Kuningan juga memiliki kaitan dengan keberhasilan partai pengusung.

Karena itu, ia menyatakan Golkar akan terus mengawal dan membantu Bupati Dian dalam menjalankan visi dan misinya.

“Kalau bupati berhasil, kinerjanya baik, artinya saya juga berhasil. Jadi tetap berdampak. Kami juga mengawal dan membantu beliau untuk mewujudkan visi misi,” kata Asep.

Bupati Dian Sebut Perbedaan Pendapat sebagai Dinamika

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan dirinya dan Asep Armala sebelumnya memiliki hubungan pertemanan yang baik.

Ia tidak menampik adanya perbedaan pendapat dalam perjalanan pemerintahan. Namun, menurut Dian, perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika dalam menentukan kebijakan maupun program daerah.

“Bagi saya, Pak Asep Armala sebelumnya juga kami memiliki pertemanan yang baik. Adapun ada perbedaan pendapat seiring perjalanan, itu adalah dinamika dalam kebijakan atau program. Saya kira ini akan mematangkan komunikasi,” ujar Dian.

Dian juga menggambarkan komunikasinya dengan Asep masih berlangsung secara terbuka. Keduanya disebut masih kerap bertukar pikiran mengenai berbagai persoalan, termasuk dinamika politik.

“Pak Asep sangat cair, bertukar pikiran dalam banyak hal, termasuk politik. Ada simbiosis mutualisme di antara kami,” katanya.

Menurut Dian, komunikasi dengan partai politik tidak hanya dilakukan bersama Partai Golkar. Ia juga berdiskusi dengan partai politik lainnya terkait berbagai persoalan pemerintahan.

“Kami sebenarnya sering diskusi. Tidak hanya dengan Pak Asep saja. Diskusi saya jalankan juga dengan partai lain. Dari sisi program, anggaran, dampak politis dan lain-lain, banyak yang kami diskusikan,” ujar Dian.

Arah Dukungan Golkar untuk Pilkada Berikutnya

Forum “Ngobrol Santai” juga berkembang membahas dinamika politik Kabupaten Kuningan. Sejumlah isu yang beredar di tengah masyarakat, termasuk istilah “Cikeas” dan “Cijoho”, turut menjadi bahan pembicaraan.

Peserta juga menanyakan hubungan Bupati Dian dengan Wakil Bupati Kuningan serta sikap Partai Golkar menghadapi dinamika politik menuju pemilihan kepala daerah berikutnya.

Mengenai arah dukungan Golkar ke depan, Asep belum memberikan kepastian. Ia mengatakan keputusan tersebut akan menunggu hasil Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan.

“Untuk menjawab itu, saya akan menunggu hasil Musda DPD Partai Golkar Kuningan. Apakah ke depan tetap mendukung Pak Dian atau bagaimana, hasil Musda sangat menentukan,” kata Asep.

Sementara terkait isu hubungan dengan Wakil Bupati Kuningan, Dian menyatakan tidak ada persoalan seperti yang berkembang dalam pembicaraan publik.

Ia menegaskan hubungan dengan wakilnya tetap berjalan dalam pelaksanaan pemerintahan.

Kegiatan “Ngobrol Santai” tersebut menjadi ruang dialog antara wartawan, pemerintah daerah dan partai politik untuk membahas berbagai dinamika yang berkembang di Kabupaten Kuningan.

Tema “Satu Meja, Satu Komitmen: Merawat Kebersamaan, Membangun Kuningan” menjadi benang merah pertemuan tersebut di tengah dinamika komunikasi politik yang berkembang menjelang agenda politik daerah berikutnya. (bubud)