Jalur Wisata Kuningan Utara Berubah, Jalan Kaduela-Talaga Remis Kini Dihotmix

Jalur wisata menuju Kaduela - Telaga Remis kini sudah dihotmix

KUNINGAN – Setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan, ruas Jalan Kaduela–Talaga Remis di Kabupaten Kuningan akhirnya mendapat penanganan menyeluruh.

Jalur sepanjang sekitar 3 kilometer tersebut kini diperbaiki menggunakan konstruksi hotmix. Pembangunan jalan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan melalui dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Jalur ini menjadi salah satu akses penting menuju kawasan wisata Kuningan bagian utara. Selain menghubungkan Kaduela dengan kawasan Talaga Remis, ruas tersebut juga menjadi akses menuju sejumlah destinasi wisata seperti Talaga Biru Cicerem hingga wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon.

Bupati Kuningan DR H Dian Rachmat Yanuar MSi meninjau langsung progres pengerjaan jalan tersebut, Kamis (1/10/2026).

Dalam kunjungan itu, Dian didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan I. Putu Bagiasna, Kabid Bina Marga Tedy Sukmanjaya, Camat Pasawahan Asep Dudi Riyadi, serta jajaran pelaksana proyek dari CV Haka Mubarok.

Dian mengatakan, perbaikan jalan Kaduela–Talaga Remis menjadi perhatian karena kondisi ruas tersebut sudah cukup lama belum mendapatkan penanganan menyeluruh.

Menurutnya, perbaikan terakhir di jalur tersebut tercatat dilakukan pada 2011. Karena itu, pembangunan kembali jalan dengan konstruksi hotmix dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Alhamdulillah, tahun ini kita mendapat alokasi perbaikan jalan hotmix sepanjang 3 kilometer dari Kaduela sampai perbatasan Cirebon. Ini akses penting menuju kawasan pariwisata,” ujar Dian.

Dorong Akses Wisata dan Ekonomi Lokal

Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, Jalan Kaduela–Talaga Remis memiliki posisi strategis bagi pengembangan sektor pariwisata di Kuningan utara.

Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat memudahkan masyarakat maupun wisatawan menuju sejumlah destinasi wisata. Kelancaran akses juga dinilai dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga di sepanjang jalur tersebut.

Pemkab Kuningan tidak hanya fokus pada ruas Kaduela–Talaga Remis. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan penanganan lanjutan untuk jalur Winduhaji–Lebakwangi.

Proyek revitalisasi dan hotmix pada jalur tersebut diproyeksikan membutuhkan anggaran sekitar Rp16–17 miliar. Pembiayaannya juga mendapat dukungan melalui bantuan dari Pemprov Jabar.

Sementara itu, Dinas PUTR Kuningan tetap melakukan perbaikan terhadap sejumlah ruas jalan kabupaten melalui APBD daerah.

Penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembenahan gorong-gorong, penambalan bagian jalan yang rusak, hingga dilanjutkan dengan pekerjaan revitalisasi pada ruas yang membutuhkan penanganan lebih besar.

Bupati Minta Warga Ikut Jaga Jalan

Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur jalan, Dian mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga hasil pembangunan.

Menurutnya, pembangunan jalan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, infrastruktur yang sudah diperbaiki harus dirawat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi saluran air di sekitar jalan. Dian meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menyumbat drainase dan menyebabkan air meluap ke badan jalan.

“Merawat jalan itu bagian yang paling sulit. Kita sudah berupaya menggaet anggaran dari provinsi maupun pusat. Jangan sampai jalan yang sudah dibangun mulus cepat rusak kembali hanya karena sampah dibuang sembarangan hingga air meluap ke badan jalan,” tegasnya.

Dian menambahkan, kerusakan jalan akibat genangan maupun luapan air tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut juga berpotensi membuat anggaran pembangunan yang telah dikeluarkan menjadi kurang efektif.

Karena itu, keberadaan jalan mulus di jalur wisata Kuningan utara diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga diikuti kesadaran bersama untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. (iim)