INDRAMAYU – Jembatan Desa 3 di Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, kini kembali bisa digunakan masyarakat setelah menjalani rehabilitasi. Namun, ada satu larangan yang ditegaskan Bupati Indramayu Lucky Hakim: kendaraan berat seperti truk belum diperbolehkan melintas.
Larangan tersebut disampaikan Lucky Hakim saat meninjau langsung progres rehabilitasi jembatan yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026 itu.
Menurut Lucky, jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat, khususnya para petani yang membutuhkan akses untuk mengangkut hasil panen.
Meski saat ini kendaraan roda empat sudah dapat melintas, kondisi jembatan tetap perlu dijaga agar tidak kembali mengalami kerusakan.
“Ini jembatan penting sekali untuk wara-wiri membawa hasil panen warga sekitar. Bisa dilewati mobil, tetapi truk jangan dulu, nanti gampang rusak lagi,” ujar Lucky.
Ia menegaskan, pembatasan kendaraan berat bukan untuk menghambat aktivitas warga. Kebijakan tersebut justru ditujukan untuk menjaga kondisi konstruksi jembatan sekaligus memperpanjang masa manfaatnya setelah selesai direhabilitasi.
Dalam kunjungan tersebut, Lucky tidak hanya mengecek kondisi jembatan. Ia juga melihat sumber air dan saluran irigasi yang berada di sekitar lokasi.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian, terutama di tengah musim kemarau ketika pasokan air menjadi salah satu persoalan yang dihadapi warga.
Lucky mengatakan, Pemkab Indramayu tetap berupaya menampung berbagai aspirasi pembangunan dari masyarakat. Namun, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan sejumlah rencana pembangunan.
“Seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung. Namun, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat sejumlah rencana pembangunan harus disesuaikan. Pemkab Indramayu terus berupaya mendapatkan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat,” ungkapnya.
Jembatan Jadi Jalur Penting Petani
Sementara itu, Kuwu Jatimulya Rastim menyambut baik rehabilitasi Jembatan Desa 3 tersebut.
Ia menyebut keberadaan jembatan sangat membantu aktivitas warga, terutama petani yang selama ini membutuhkan akses untuk membawa hasil pertanian.
“Alhamdulillah, kedatangan Bapak Bupati disambut baik oleh warga. Kami mengucapkan terima kasih. Dengan adanya jembatan ini, kami sebagai petani merasa tertolong, terutama dalam membawa hasil panen,” kata Rastim.
Menurutnya, jembatan tersebut bukan sekadar akses penghubung di dalam desa. Jembatan juga menjadi bagian dari jalur poros yang menghubungkan Desa Jatimulya dengan Desa Plosokerep hingga menuju wilayah Kroya.
Dengan kembali berfungsinya jembatan, mobilitas masyarakat antardesa dan antarwilayah diharapkan menjadi lebih mudah. Aktivitas ekonomi warga pun ikut terbantu karena akses menuju wilayah pertanian dan permukiman kembali terbuka.
“Jelas akan sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, memperlancar aktivitas perekonomian warga dan para petani juga,” ujarnya.
Sebelumnya, jembatan tersebut sempat roboh sehingga akses masyarakat menuju wilayah di seberang sungai terputus.
Ketua RT 03/RW 06, Sodikin, menyebut kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas warga. Setelah dilakukan rehabilitasi, akses yang sebelumnya terputus kini kembali dapat dimanfaatkan.
“Dulu jembatan ini tidak bisa diseberangi karena roboh, jadi akses jalan terputus. Ketika dilakukan rehabilitasi, jembatan ini bisa menunjang semua aktivitas warga,” kata Rastim.
Meski sudah kembali dapat dilalui kendaraan roda empat, masyarakat diminta tetap mematuhi pembatasan kendaraan berat. Larangan truk melintas menjadi bagian dari upaya menjaga agar jembatan yang baru direhabilitasi tidak cepat mengalami kerusakan kembali. (oni)
















