CIREBON – Antusiasme masyarakat mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Kota Cirebon cukup tinggi. Sebanyak 660 peserta mengikuti seleksi wawancara yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon, Rabu (19/8/2026).
Seleksi wawancara yang berlangsung di Kantor Disnaker Kota Cirebon tersebut menjadi salah satu tahapan untuk menentukan peserta yang berhak mengikuti pelatihan. Dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi, hanya 80 orang yang akan diterima.
Kepala Disnaker Kota Cirebon, Maruf Nuryasa AP, membenarkan pelaksanaan seleksi tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2026).
Menurut Maruf, proses wawancara hanya dilaksanakan selama satu hari. Untuk mempercepat proses seleksi dan mengurangi antrean, panitia menyiapkan sedikitnya 10 meja wawancara.
“Total peserta yang mengikuti seleksi mencapai 660 orang untuk lima kelas yang tersedia. Masing-masing kelas berkapasitas 16 orang, sehingga total peserta yang akan diterima berjumlah 80 orang,” ujar Maruf.
Dengan jumlah peserta tersebut, persaingan cukup ketat. Setiap satu kursi pelatihan diperebutkan sekitar delapan hingga sembilan peserta.
Tingginya jumlah peserta juga menunjukkan antusiasme masyarakat yang meningkat dibandingkan pelaksanaan batch sebelumnya.
Maruf mengatakan, pada Batch 3 lalu, dari sekitar 700 peserta yang lolos seleksi administrasi, hanya sekitar 350 orang yang hadir mengikuti tahapan selanjutnya.
“Antusiasme masyarakat pada Batch 4 ini jauh lebih tinggi. Ini menunjukkan tren yang positif,” katanya.
Lima Program Keahlian
Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 menyediakan lima program keahlian yang dapat dipilih peserta, yakni Digital Marketing, Operator Sewing (jahit), Barista, Barber (potong rambut), dan Pengelasan.
Maruf menjelaskan, jenis pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dan minat masyarakat. Pada Batch 4, terdapat dua program yang tergolong baru, yakni pengelasan dan barber.
Durasi pelatihan juga berbeda-beda, bergantung pada tema dan level pelatihan. Lama pelatihan berkisar antara 180 hingga 260 Jam Pelatihan (JP).
Dengan asumsi satu hari setara 10 JP, peserta nantinya akan mengikuti pelatihan sekitar 18 hingga 26 hari kerja.
Sebelum sampai pada tahap wawancara, calon peserta harus melewati sejumlah tahapan. Di antaranya membuat akun Siap Kerja, mengikuti proses asesmen melalui akun resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), kemudian mengikuti tes wawancara secara langsung.
Maruf mengatakan, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan peserta agar siap memasuki dunia kerja, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk berwirausaha secara mandiri.
“Program pelatihan ini dirancang dengan dua tujuan utama, yakni mendorong para peserta agar siap diserap dunia kerja atau memfasilitasi mereka untuk mandiri berwirausaha,” jelasnya.
Melalui peningkatan keterampilan atau upskilling, pihaknya berharap para alumni pelatihan dapat meningkatkan taraf hidup dan memiliki peluang kerja maupun usaha yang lebih baik.
Peserta dari Indramayu
Menariknya, peserta seleksi tidak hanya berasal dari Kota Cirebon. Salah satunya Nur Musdalifah, warga Kabupaten Indramayu yang turut mengikuti seleksi wawancara.
Lulusan Hukum Keluarga UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon itu memilih program pelatihan peningkatan dan optimalisasi pemasaran melalui media sosial.
Nur mengaku sudah memanfaatkan media sosial dalam aktivitas sehari-hari. Namun, ia merasa masih perlu memperdalam kemampuan tersebut agar strategi pemasaran yang dijalankan ke depan lebih optimal.
“Saya sebenarnya sudah masuk dan aktif di media sosial, tapi belum terlalu aktif banget. Makanya saya ikut pelatihan ini biar bisa lebih optimal,” ujar Nur seusai mengikuti tes wawancara.
Ia mengatakan, informasi mengenai pelatihan tersebut diperolehnya secara tidak sengaja saat menelusuri akun media sosial Kemenaker. Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti program Siap Kerja pada tahun lalu.
Proses pendaftaran hingga pemanggilan untuk mengikuti wawancara dilaluinya dalam waktu sekitar satu minggu lebih.
Meski menyadari persaingan cukup ketat, Nur tetap optimistis dapat lolos. Ia berharap latar belakang pendidikan hukum dan semangat untuk meningkatkan kemampuan dapat menjadi bekal untuk mengikuti pelatihan.
“Sekarang tinggal menunggu hasilnya. Semoga bisa lolos dan mengikuti pelatihan sampai selesai,” katanya.
Sementara itu, pembukaan resmi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus 2026. (abd)
















