
CIREBON – Aktivitas organisasi yang padat ternyata tidak menghalangi Anida Khafiyatuz Zahra untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Ketua Bulan Sabit Merah Remaja (BSMR) MA Al Hikmah Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, itu berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz.
Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi yang membanggakan bagi Anida. Selain aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, siswi kelahiran Cirebon, 20 Januari 2009, itu juga dikenal memiliki prestasi akademik yang cukup baik.
Anida yang bercita-cita menjadi perawat mengaku tidak pernah menyangka mampu menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz. Enam tahun menjalani pendidikan sekaligus menjadi santri di Pesantren Al Hikmah Bobos menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
Sebelumnya, menghafal Al-Qur’an sebanyak 30 juz sempat terasa seperti sesuatu yang sulit diwujudkan. Namun, dengan ketekunan, dukungan keluarga, serta bimbingan para pembina, target tersebut akhirnya berhasil dicapai.
“Saya sangat berterima kasih kepada orang tua yang selalu memberikan doa dan motivasi. Begitu juga kepada para pembimbing yang dengan tekun mendampingi sampai akhirnya bisa menyelesaikan hafalan 30 juz,” ujar Anida.
Anida merupakan anak sulung dari empat bersaudara pasangan Nardi S.Kep., Ns., ASN di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, dan Imas Kardinah. Di luar aktivitas belajar dan organisasi, Anida memiliki hobi membaca.
Ia juga memegang prinsip hidup, “Kegagalan adalah kunci keberhasilan.”
Selama enam tahun tinggal di lingkungan pesantren, Anida tidak hanya fokus pada hafalan Al-Qur’an. Ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi. Salah satunya dipercaya menjadi Ketua BSMR MA Al Hikmah.
Aktivitas tersebut justru membuat Anida semakin terlatih untuk mandiri, percaya diri, dan mampu mengembangkan kemampuan berorganisasi.
Orang tua Anida, Nardi S.Kep., Ns., mengaku bersyukur putrinya mendapatkan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik maupun kepribadian.
Menurutnya, Pesantren Al Hikmah Bobos memberikan suasana belajar yang kondusif. Lingkungan pesantren juga menerapkan kedisiplinan, tetapi tetap memberikan ruang yang fleksibel bagi para santri.
“Terima kasih kepada Pesantren Al Hikmah atas bimbingan dan pencapaian Anida,” kata Nardi.
Kepala Madrasah Dorong Anida Menjaga Hafalan
Kepala MA Al Hikmah, Meliana M.Pd.I., didampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Rita Ratnawati M.Pd., turut mengapresiasi pencapaian Anida.
Meliana berharap Anida tidak hanya mampu menyelesaikan hafalan, tetapi juga dapat terus menjaga dan mengulang hafalan tersebut agar tetap kuat.
Menurutnya, hafalan 30 juz yang telah diraih dengan perjuangan panjang dapat menjadi bekal penting bagi Anida dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Selama menjadi santri, Anida dinilai memiliki karakter yang cukup menonjol. Ia aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan sekolah maupun pesantren.
“Anida tumbuh menjadi santri yang sangat aktif berorganisasi. Karena itu, dia menjadi pribadi yang mandiri dan kreatif. Kepercayaan dirinya juga sangat bagus,” ujar Meliana.
Tetap Aktif Berorganisasi Meski Fokus Menghafal Al-Qur’an
Ketua Yayasan Al Hikmah Bobos Dukupuntang Cirebon, Nina Nurohmah M.Si., Al Hafidzah, mengatakan Yayasan Al Hikmah merupakan lembaga dakwah, sosial, dan pendidikan yang menaungi jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP hingga MA.
Untuk jenjang SMP dan MA, para siswa diwajibkan tinggal di asrama selama 24 jam. Seluruh aktivitas pendidikan dan pembinaan dilakukan dalam lingkungan pesantren.
Menurut Nina, pola pendidikan tersebut dirancang untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki para santri. Tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga akademik, organisasi, serta pengembangan diri.
“Harapannya, santri tidak hanya hafal dan dekat dengan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan akademis yang baik dan berkembang dalam berbagai bidang,” jelasnya.
Ia menyebut Anida menjadi salah satu contoh bahwa aktivitas organisasi dan kegiatan pengembangan diri tetap dapat berjalan beriringan dengan program tahfiz.
“Ananda Anida Khafiyatuz Zahra, ketua BSMR MA Al Hikmah, telah membuktikannya. Walaupun sangat aktif berorganisasi, dia tetap bisa menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an,” katanya.
BSMR Jadi Wadah Siswa yang Tertarik Dunia Medis
Sementara itu, Ketua Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Cirebon, dr. Oom Nurrohmah Sp.PD., melalui Sekretaris BSMI Kota Cirebon Ajeng Wulansari Amd.Farm., menjelaskan bahwa BSMR merupakan salah satu bidang dalam BSMI yang menjadi wadah bagi siswa dengan ketertarikan terhadap dunia medis.
Para relawan BSMI tidak hanya memberikan materi yang berkaitan dengan dunia kesehatan dan kedokteran. Mereka juga mendampingi para siswa dalam berdiskusi mengenai rencana pendidikan dan pilihan jurusan ketika melanjutkan kuliah.
Menurut Ajeng, pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai bidang pendidikan yang ingin ditempuh setelah lulus.
Ia mencontohkan Ketua BSMR MA Al Hikmah sebelumnya, Muhammad Iqbal asal Serang, Banten. Setelah aktif di BSMR, Iqbal berhasil melanjutkan pendidikan S1 di kawasan Eropa Timur, Turki.
“BSMR menjadi wadah bagi siswa yang memiliki kecenderungan ke arah dunia medis. Selain memberikan materi yang umumnya berkaitan dengan dunia kedokteran, kami juga mendampingi siswa kelas XII melalui diskusi mengenai jurusan kuliah yang akan dipilih,” ujar Ajeng.
Bagi Anida sendiri, keberhasilan menghafal 30 juz menjadi pencapaian penting dalam perjalanan pendidikannya. Di tengah kesibukan sebagai ketua organisasi dan santri, ia mampu membuktikan bahwa keduanya dapat berjalan bersama dengan kedisiplinan dan dukungan lingkungan.
Cita-cita menjadi perawat pun kini semakin dekat untuk diwujudkan. Bekal hafalan Al-Qur’an, pengalaman berorganisasi, serta pendidikan di pesantren menjadi modal yang diharapkan dapat mengantarkan Anida menuju jenjang pendidikan dan masa depan yang diimpikannya. (abd)















