Hadapi Era Digital, Pemkab Indramayu dan PGRI Siapkan Strategi Baru untuk Guru

Pemkab Indramayu dan PGRI bersinergi untuk pendidikan di era digital

INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas guru sekaligus mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Indramayu Masa Bakti XXIII Tahun 2025-2030 yang digelar pada 26 Agustus 2026.

Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Yus Rusmadi, mengatakan guru memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi masa depan.

Menurutnya, peran guru saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan materi pembelajaran. Guru juga dituntut mampu menjadi pembimbing, inspirator, pembentuk karakter, sekaligus penjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga pembimbing, inspirator, pembentuk karakter, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan,” jelas Yus, Senin (31/8/2026).

Karena itu, peningkatan profesionalisme guru perlu diiringi dengan dukungan lingkungan kerja yang memberikan ruang untuk berkembang. Termasuk kepastian, penghargaan, serta rasa aman dan nyaman dalam menjalankan tugas.

Yus menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, PGRI, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar pembangunan pendidikan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Pendidikan adalah pintu masuk untuk mewujudkan visi misi pemerintah daerah. Karena itu, mari kita perkuat gotong royong dan kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan berkualitas serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indramayu,” ujarnya.

PGRI Dorong Kompetensi dan Kesejahteraan Guru

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Indramayu Caridin mengatakan Konkerkab menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan.

Forum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menyusun program kerja yang lebih konkret, realistis, dan memberikan manfaat langsung bagi guru maupun dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu.

Caridin menegaskan PGRI akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru, memperkuat soliditas organisasi, serta mengawal kesejahteraan dan perlindungan tenaga pendidik.

“Perjuangan ini akan dilakukan melalui dialog, advokasi, dan sinergi yang konstruktif bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” katanya.

Di tengah perkembangan teknologi, PGRI juga mendorong guru untuk terus meningkatkan kemampuan digital. Guru dinilai perlu mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak dalam proses pembelajaran.

Menurut Caridin, pemanfaatan teknologi harus tetap ditempatkan sebagai alat untuk mendukung proses pendidikan, bukan menggantikan peran strategis guru.

“Yang kita butuhkan bukan banyaknya program, tetapi program yang realistis, terukur, dan memberikan dampak langsung. Mari kita bangun PGRI yang semakin solid, guru yang semakin profesional, dan pendidikan Indramayu yang semakin maju,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Konkerkab menjadi momentum bagi PGRI Kabupaten Indramayu untuk memperkuat arah organisasi sekaligus merumuskan langkah kerja ke depan.

Melalui sinergi antara PGRI dan Pemkab Indramayu, peningkatan kualitas guru diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan sistem pendidikan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi Indramayu agar mampu menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. (tar)