CIREBON – Sampah tidak pernah menunggu anggaran siap. Setiap hari, sampah terus dihasilkan dari rumah tangga, pasar, hingga warung. Di sejumlah titik, tumpukan sampah bahkan masih terlihat di TPS resmi maupun liar.
Padahal, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah membangun fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Namun, keberadaan fasilitas tersebut belum sepenuhnya berfungsi maksimal.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana ST MM, mengungkapkan, dari 16 TPS3R yang telah dibangun, baru tiga lokasi yang aktif beroperasi.
Artinya, sebagian besar fasilitas pengolahan sampah yang sudah dibangun belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Jangan sampai fasilitas sudah dibangun, tetapi tidak berjalan. Harus ada kelompok pengelola yang aktif dan berkelanjutan,” ujar Anton, kemarin.
Politisi Partai Golkar tersebut juga mendorong optimalisasi Program Kampung Bersih yang menyasar 40 desa. Menurutnya, setiap wilayah membutuhkan pola penanganan sampah yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan, hingga penanganan sampah residu harus dilakukan secara terintegrasi.
“Di sisi lain, penambahan armada pengangkut sampah juga didorong masuk dalam prioritas anggaran 2027,” tuturnya.
Menurut Anton, keberadaan armada pengangkut tidak kalah penting. Sebab, sampah yang sudah dikumpulkan tetap membutuhkan kendaraan untuk dibawa ke tempat pengolahan maupun pembuangan.
Tanpa dukungan armada yang memadai, persoalan sampah hanya berpindah tempat. Sampah dari rumah dibawa ke TPS, kemudian kembali menumpuk karena tidak segera diangkut.
Karena itu, penguatan sistem persampahan harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga, pengolahan melalui TPS3R, penguatan Kampung Bersih, hingga pengangkutan dan penanganan residu.
“Kami berharap pembahasan KUA-PPAS 2027 dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang tidak hanya terlihat besar di atas kertas, tetapi benar-benar terasa di lapangan,” katanya.
Menurutnya, ukuran keberhasilan pengelolaan sampah bukan semata-mata dari banyaknya fasilitas yang berhasil dibangun.
“Tapi berapa banyak sampah yang berhasil dikurangi, diolah, dan tidak lagi berserakan di lingkungan warga,” pungkasnya. (sam)
















