INDRAMAYU – Tradisi Unjungan Mbah Buyut Gading di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, berlangsung meriah pada Rabu (21/10/2026). Ribuan warga memadati jalanan desa untuk menyaksikan karnaval ogoh-ogoh yang menampilkan puluhan karya seni dengan bentuk, karakter, dan ornamen yang beragam.
Perhelatan tahunan ini menjadi salah satu bentuk pelestarian tradisi leluhur yang dikemas melalui pertunjukan seni budaya. Tidak sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, karnaval ogoh-ogoh juga memperlihatkan kreativitas warga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga warisan budaya lokal.
Sepanjang rute karnaval, beragam ogoh-ogoh berukuran besar diarak mengelilingi Desa Gadingan hingga menjangkau sejumlah wilayah desa di sekitarnya. Karya-karya tersebut menampilkan berbagai karakter, mulai dari tokoh pewayangan, makhluk mitologi, hingga maskot unik yang mengangkat unsur budaya lokal.
Iringan musik tradisional menambah semarak suasana. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias menyaksikan setiap rombongan yang melintas. Bentuk ogoh-ogoh yang unik serta detail pengerjaannya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang memadati jalur karnaval.
Unjungan Mbah Buyut Gading Jadi Wadah Kreativitas Warga
Kreativitas masyarakat dalam menyelenggarakan karnaval ogoh-ogoh mendapat apresiasi dari seniman Indramayu, Saitor Hidayat. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan besarnya potensi seni dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Desa Gadingan.
Ia menilai, pembuatan ogoh-ogoh tidak sekadar menjadi aktivitas untuk memeriahkan acara tahunan. Proses tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan imajinasi, keterampilan seni, serta kemampuan dalam menghasilkan karya kriya yang menarik.
“Saya sangat mengapresiasi kreativitas dari masyarakat Desa Gadingan. Pembuatan ogoh-ogoh ini bukan sekadar ajang tontonan seru-seruan saja, tetapi membuktikan bahwa daya seni, imajinasi, dan keahlian kriya warga tumbuh begitu subur,” ujarnya.
Menurut Saitor, tradisi Unjungan Mbah Buyut Gading memiliki nilai budaya yang penting karena melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk generasi muda. Keterlibatan mereka sejak tahap persiapan, pembuatan ogoh-ogoh, hingga pelaksanaan karnaval menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.
Perpaduan nilai spiritual dalam tradisi Unjungan dengan ekspresi seni melalui ogoh-ogoh juga dinilai mampu mendekatkan generasi muda dengan kebudayaan daerah. Dengan terlibat secara langsung, anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan tradisi yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.
“Pesan kearifan lokalnya dapat, nilai gotong royongnya terasa saat mereka menggarap ogoh-ogoh secara swadaya, dan potensi pariwisata budayanya sangat besar. Inilah ruang ekspresi budaya yang harus terus dirawat dan ditingkatkan kualitasnya setiap tahun,” tambahnya.
Menarik Pengunjung dari Luar Desa
Kemegahan karnaval ogoh-ogoh dalam rangka Unjungan Mbah Buyut Gading tidak hanya menarik perhatian warga setempat. Sejumlah pengunjung dari luar Desa Gadingan juga datang untuk menyaksikan langsung kemeriahan tradisi tahunan tersebut.
Salah satunya Junedi, warga Kecamatan Jatibarang, yang mengaku telah beberapa tahun terakhir mengikuti karnaval ogoh-ogoh di Desa Gadingan. Ia menilai, kegiatan tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menghadirkan beragam karya dengan bentuk dan pengerjaan yang kreatif.
Menurutnya, banyaknya warga yang datang dari berbagai daerah menunjukkan bahwa tradisi Unjungan Mbah Buyut Gading memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai agenda wisata budaya di Kabupaten Indramayu.
“Bisa dikatakan salah satu yang meriah di Kabupaten Indramayu. Kita bisa lihat sendiri ada ribuan warga dari berbagai daerah datang untuk melihat karnaval, dan puluhan ogoh-ogoh diarak keliling bukan saja desa, tapi ke beberapa desa yang dekat dengan Desa Gadingan,” katanya.
Antusiasme pengunjung tersebut menjadi gambaran bahwa tradisi lokal dapat menjadi daya tarik ketika dikemas dengan kreativitas masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Berpeluang Dikembangkan Menjadi Wisata Budaya
Karnaval ogoh-ogoh dalam rangka Unjungan Mbah Buyut Gading diharapkan terus menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus sarana mempererat hubungan antarmasyarakat. Semangat gotong royong yang terlihat selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan menjadi modal penting untuk menjaga tradisi tersebut tetap hidup.
Di sisi lain, kemeriahan acara juga membuka peluang pengembangan wisata budaya di Kabupaten Indramayu. Kreativitas ogoh-ogoh, kekhasan tradisi Unjungan, serta keterlibatan masyarakat dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kebudayaan lokal.
Agar potensinya semakin berkembang, penyelenggaraan kegiatan dapat terus ditingkatkan melalui penguatan promosi, dokumentasi budaya, serta keterlibatan generasi muda dan pelaku seni setempat.
Dengan demikian, Unjungan Mbah Buyut Gading tidak hanya menjadi perayaan tahunan yang dinantikan warga, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan seni budaya Desa Gadingan kepada masyarakat yang lebih luas.
Upaya melestarikan Unjungan Mbah Buyut Gading menjadi tanggung jawab bersama agar nilai sejarah, kearifan lokal, dan semangat kebersamaan yang menyertainya tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (oni)
















