Angka Stunting di Kesambi Menurun, Dua Kelurahan Ini Masih Jadi Perhatian

Angka stunting di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, turun dari 400-an menjadi 300-an kasus hingga September 2026.

CIREBON – Angka stunting di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, menunjukkan tren penurunan. Hingga September 2026, jumlah kasus tercatat berada di kisaran 300-an, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat mencapai 400-an kasus.

Penurunan tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Kesambi. Meski demikian, pemerintah kecamatan masih menghadapi tantangan karena sejumlah kelurahan masuk dalam kategori zona merah berdasarkan indikator kemiskinan dan stunting.

Camat Kesambi Eko Budiyanto menyampaikan perkembangan tersebut saat ditemui Radar Cirebon, Rabu (21/10/2026). Keterangan itu disampaikan di sela-sela kegiatan penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bagi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Bank Negara Indonesia (BNI) di Kantor Kecamatan Kesambi.

Eko mengatakan, penurunan jumlah kasus stunting dibandingkan tahun sebelumnya menjadi salah satu capaian yang patut disyukuri. Namun, upaya penanganan tetap perlu dilanjutkan agar tren positif tersebut dapat dipertahankan.

“Alhamdulillah, angka stunting per September tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun lalu yang sempat menyentuh angka 400-an. Sekarang menjadi 300-an,” ujarnya.

Dua Kelurahan di Kesambi Masih Masuk Zona Merah

Meski angka stunting di Kecamatan Kesambi mengalami penurunan, persoalan tersebut belum sepenuhnya teratasi. Eko menyebut Kelurahan Karya Mulya dan Kelurahan Drajat masih termasuk wilayah zona merah berdasarkan indikator kemiskinan dan stunting.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan untuk terus memperkuat berbagai upaya intervensi. Penanganan stunting membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama di wilayah yang masih menghadapi persoalan sosial dan ekonomi.

Karena itu, penurunan jumlah kasus perlu diikuti dengan langkah-langkah yang konsisten agar kondisi kesehatan anak semakin membaik. Pemantauan terhadap wilayah yang masih masuk zona merah juga menjadi bagian penting untuk memastikan upaya penanganan berjalan sesuai kebutuhan.

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta berbagai faktor lain yang memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang. Penanganannya tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, akses layanan kesehatan, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi yang memadai.

Penyaluran KKS Dimanfaatkan untuk Aktivasi IKD

Selain menyampaikan perkembangan angka stunting, Kecamatan Kesambi juga memfasilitasi penyaluran bantuan sosial KKS tahap IV bagi warga penerima manfaat PKH. Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 124 warga Kecamatan Kesambi tercatat sebagai penerima manfaat.

Kegiatan ini sekaligus dimanfaatkan untuk mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pihak kecamatan mengundang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam proses registrasi hingga aktivasi identitas digital.

Menurut Eko, kegiatan penyaluran bantuan sosial menjadi kesempatan untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Dengan pendampingan langsung, warga dapat memanfaatkan waktu saat mengurus bantuan untuk sekaligus mengaktifkan IKD.

“Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajak masyarakat penerima bantuan mengaktifkan IKD. Karena itu, kami mengundang Disdukcapil agar warga penerima KKS bisa langsung melakukan aktivasi,” jelasnya.

IKD memungkinkan masyarakat mengakses informasi identitas kependudukan melalui ponsel pintar. Dengan begitu, warga memiliki alternatif untuk menunjukkan identitas digital tanpa harus selalu membawa KTP elektronik dalam bentuk fisik, sesuai dengan ketentuan layanan yang berlaku.

Penggunaan IKD juga dapat membantu mengurangi risiko kerusakan atau kehilangan kartu identitas fisik. Selain itu, identitas digital diharapkan mendukung kemudahan akses terhadap berbagai layanan pemerintah yang telah terintegrasi.

Melalui kegiatan tersebut, Kecamatan Kesambi tidak hanya memfasilitasi penyaluran bantuan sosial, tetapi juga mendorong pemanfaatan layanan administrasi kependudukan digital.

Di sisi lain, penurunan angka stunting dari kisaran 400-an menjadi 300-an kasus menjadi perkembangan penting bagi Kecamatan Kesambi. Pemerintah kecamatan masih perlu melanjutkan upaya penanganan, khususnya di wilayah yang masuk zona merah, agar penurunan kasus dapat terus berlanjut. (abd)