Jamasan Pusaka Indramayu Digelar, Sejumlah Benda Warisan Leluhur Dibersihkan

Jamasan pusaka digelar Pemkab Indramayu jelang Hari Jadi ke-499.

INDRAMAYU – Sejumlah benda pusaka warisan leluhur kembali dikeluarkan dari tempat penyimpanannya di Pancaniti untuk menjalani prosesi jamasan. Tradisi tahunan ini digelar Pemerintah Kabupaten Indramayu menjelang puncak peringatan Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu pada 7 Oktober 2026.

Jamasan pusaka menjadi salah satu tradisi yang terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya melestarikan sejarah dan kebudayaan daerah. Selain memiliki nilai tradisi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenalkan berbagai peninggalan leluhur kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Prosesi jamasan berlangsung khidmat dengan melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Indramayu, perwakilan Trah Wiralodra, serta para juru pelihara benda pusaka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses pembawaan benda-benda pusaka dari Pancaniti menuju Pendopo. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan lantunan Kidung Rahayu dan doa bersama.

Setelah itu, pusaka diserahkan secara berantai hingga akhirnya sampai kepada juru pelihara untuk menjalani prosesi jamasan. Dalam tahapan tersebut, benda-benda pusaka dibersihkan sekaligus dirawat sesuai dengan tata cara yang selama ini diwariskan.

Usai seluruh rangkaian jamasan selesai, benda-benda pusaka tersebut kembali dibawa menuju Pancaniti untuk disimpan di tempat semula.

Sejumlah pusaka yang menjalani prosesi jamasan di antaranya Cakra Udaksana Kiai Tambu, Gagak Pernala, Gagak Handaka, Oyod Mingmang Latamosandi, Jubah Tambal Sewu, sejumlah keris, serta berbagai benda pusaka lainnya.

Bagi Pemkab Indramayu, tradisi jamasan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial menjelang Hari Jadi Indramayu. Kegiatan tersebut juga dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan sejarah dan budaya daerah.

Bupati Indramayu, dalam kesempatan tersebut diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu Caridin, mengatakan jamasan pusaka menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan sejarah serta kebudayaan Indramayu kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan benda-benda pusaka yang diwariskan dari generasi ke generasi merupakan bagian dari perjalanan sejarah daerah yang perlu dikenalkan dan dijaga.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal dan menghargai warisan budaya Indramayu sebagai bagian dari jati diri daerah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” kata Caridin.

Ia menambahkan, pelestarian tradisi seperti jamasan pusaka diharapkan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan masyarakat.

Terlebih, generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Pemkab Indramayu berharap tradisi jamasan pusaka dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Selain mempertahankan peninggalan leluhur, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan kebudayaan lokal.

Dengan demikian, warisan budaya Indramayu tidak hanya tersimpan sebagai benda bersejarah, tetapi juga tetap menjadi bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Indramayu. (tar)