
CIREBON – Warga Perumahan Montana Village, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, akhirnya resmi menjadi bagian dari wilayah administrasi RT 10 RW 15. Setelah melalui proses pemekaran yang dimulai sejak Februari 2026, warga Montana Village kini memiliki kepengurusan RT sendiri dan langsung menggelar pemilihan ketua RT secara langsung, Minggu (18/10/2026).
Pemilihan Ketua RT 10 RW 15 tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan demokratis. Dua kandidat bersaing dalam pemilihan perdana ini, yakni Sudartik, MPd, dan Imam Kosasih.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, Sudartik berhasil memperoleh kepercayaan warga untuk memimpin RT 10 RW 15 Kelurahan Kalijaga. Terpilihnya Sudartik menjadi babak baru bagi masyarakat Montana Village setelah perjuangan panjang untuk mendapatkan wilayah administrasi dan kepengurusan RT secara mandiri.
Proses pemungutan suara dimulai pukul 08.00 WIB. Warga datang untuk menggunakan hak pilihnya, sementara suasana kebersamaan terlihat dari interaksi antarpemilih yang hadir. Penghitungan suara kemudian dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan disaksikan langsung oleh warga.
Meski menjadi bagian dari proses demokrasi tingkat lingkungan, pemilihan tersebut tidak menghilangkan suasana kekeluargaan. Warga tetap berbaur, bercanda, dan menunjukkan semangat kebersamaan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Sudartik Siap Rangkul Seluruh Warga Montana Village
Usai terpilih sebagai Ketua RT 10 RW 15 Kelurahan Kalijaga, Sudartik menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah hadir dan berpartisipasi dalam pemilihan. Ia juga mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan kegiatan sehingga proses pemungutan suara dapat berlangsung dengan baik.
“Alhamdulillah, terima kasih Bapak-bapak atas kehadirannya dan sudah memenuhi undangan untuk kewajiban hak pilihnya,” ujar Sudartik dengan penuh rasa syukur.
Sudartik menegaskan bahwa terpilihnya dirinya sebagai ketua RT bukan semata-mata kemenangan seorang kandidat, melainkan amanah yang harus dijalankan untuk kepentingan seluruh warga Montana Village.
Menurutnya, tujuan utama pembentukan RT baru adalah mendorong kemajuan lingkungan, memperkuat kemandirian warga, serta menciptakan kehidupan bermasyarakat yang semakin harmonis.
Ia berharap Montana Village dapat berkembang menjadi lingkungan yang lebih baik, dengan hubungan antarwarga yang semakin erat dan semangat gotong royong yang terus terjaga.
Sudartik juga menyadari bahwa tugas sebagai ketua RT merupakan pengalaman baru baginya. Karena itu, ia tidak ingin menjalankan kepemimpinan secara sepihak. Sebaliknya, ia berkomitmen untuk terus belajar, berkomunikasi, dan berkoordinasi dengan warga dalam menentukan langkah ke depan.
“Budhe ini juga baru pertama kali berdiri di sini. Kita bersama-sama belajar. Budhe nanti perlu bertanya kepada warga, harus bagaimana ke depannya, serta berkomunikasi secara lebih dekat dan kekeluargaan,” tuturnya.
Sikap tersebut menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Sudartik setelah mendapatkan kepercayaan dari warga. Ia ingin membangun pola kepemimpinan yang terbuka, dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai keputusan yang menyangkut kepentingan bersama.
Selain itu, Sudartik menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman warga. Menurutnya, seluruh penghuni Montana Village merupakan satu keluarga besar yang harus saling menghormati, tanpa membedakan latar belakang agama maupun kehidupan sosial.
“Kita semua warga Montana dari awal ingin semuanya rukun, bersatu, bersaudara, baik Muslim maupun non-Muslim,” katanya.
Imam Kosasih Ajak Warga Kembali Bersatu
Kandidat Ketua RT 10 lainnya, Imam Kosasih, turut menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah berpartisipasi dalam pemilihan. Ia menilai antusiasme masyarakat menunjukkan adanya kepedulian terhadap masa depan lingkungan Montana Village.
Imam juga menyampaikan dukungannya kepada Sudartik yang telah memperoleh kepercayaan warga untuk memimpin RT 10. Ia berharap ketua terpilih mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dan membawa lingkungan menjadi lebih baik.
“Insyaallah dengan terpilihnya Ibu Sudartik, beliau akan bisa merangkul dan membawa warga RT 10 lebih baik lagi,” ujar Imam.
Menurut Imam, proses pemilihan merupakan bagian dari demokrasi di tingkat lingkungan. Karena itu, setelah hasil ditetapkan, seluruh warga diharapkan kembali bersatu dan memberikan dukungan kepada ketua terpilih.
Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan selama pemilihan tidak menjadi penghalang bagi hubungan baik antarwarga. Sebab, tantangan yang dihadapi setelah terbentuknya RT baru membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan kepedulian seluruh masyarakat.
Imam juga berharap panitia pemekaran bersama pengurus terkait segera menyelesaikan administrasi dan laporan hasil pemilihan. Kelengkapan dokumen tersebut diperlukan agar Surat Keputusan (SK) pengesahan kepengurusan dapat segera diterbitkan dan ketua RT terpilih bisa menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, warga Montana Village diharapkan memiliki ruang koordinasi yang lebih jelas dalam menyampaikan aspirasi, menyelesaikan persoalan lingkungan, serta merencanakan berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Perjuangan Pemekaran RT Dimulai Sejak Februari 2026
Ketua Tim Pemekaran RT 10 Montana Village, Arifin, menjelaskan bahwa proses pembentukan RT baru telah diperjuangkan sejak Februari 2026. Perjalanan administratif tersebut memerlukan waktu beberapa bulan hingga akhirnya terealisasi pada Oktober 2026.
Menurut Arifin, pemekaran ini menjadi langkah penting bagi warga Montana Village untuk memiliki wilayah administrasi tersendiri. Dengan berdirinya RT 10 RW 15, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan lingkungan secara lebih mandiri sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi kependudukan.
Ia mengaku bersyukur karena proses yang telah berjalan selama berbulan-bulan itu akhirnya membuahkan hasil. Salah satu perkembangan yang telah dirasakan warga adalah perubahan identitas kependudukan yang kini mencantumkan RT 10 RW 15 Kelurahan Kalijaga.
“Alhamdulillah, KTP dan KK seluruh warga Montana Village sudah berganti menjadi RT 10 RW 15,” ungkap Arifin.
Arifin juga memberikan apresiasi kepada warga yang telah mendukung proses pemekaran, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengurusan administrasi hingga pembentukan wilayah baru tersebut dapat terealisasi.
Bagi warga Montana Village, terbentuknya RT 10 bukan sekadar perubahan nomor wilayah dalam dokumen kependudukan. Lebih dari itu, status baru tersebut menjadi awal untuk membangun tata kelola lingkungan yang lebih terarah, memperkuat komunikasi antarwarga, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial.
Pemilihan Sudartik sebagai ketua RT pertama pun menjadi bagian dari langkah awal tersebut. Setelah proses pemilihan selesai, pekerjaan berikutnya adalah memastikan kepengurusan berjalan, administrasi diselesaikan, dan program lingkungan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Dengan dukungan dari seluruh warga, kepengurusan RT 10 RW 15 Montana Village diharapkan mampu menjaga kerukunan sekaligus mendorong kemajuan lingkungan. Semangat kebersamaan yang terlihat selama pemilihan diharapkan tidak berhenti pada hari pemungutan suara, tetapi terus menjadi modal utama dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.
Kini, setelah resmi menjadi RT 10, warga Montana Village memiliki kesempatan untuk memperkuat kemandirian wilayah dan membangun lingkungan yang semakin tertib, guyub, serta nyaman bagi seluruh penghuninya. (abd)















