Siti Farida Ucapkan Terima Kasih ke Kemensos, 19 Wali Murid Sekolah Rakyat di Cirebon Dapat Bantuan Rutilahu

Wakil Wali Kota, Siti Farida berterima kasih kepada Kemensos atas bantuan Rutilahu Rp20 juta per penerima untuk 19 wali murid Sekolah Rakyat di Harjamukti, Kota Cirebon.

CIREBON – Kabar baik datang bagi warga Kota Cirebon yang membutuhkan hunian layak. Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada 19 warga Kecamatan Harjamukti yang merupakan orang tua atau wali murid Sekolah Rakyat (SR) dan masuk kategori Desil 1 serta Desil 2.

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemensos atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah.

Apresiasi tersebut disampaikan saat perempuan yang akrab disapa Rida itu menghadiri kegiatan penyerahan informasi dan sosialisasi program Rutilahu di Kecamatan Harjamukti, Selasa (13/10/2026).

Menurut Rida, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan. Terlebih, penerima manfaat merupakan wali murid Sekolah Rakyat yang masuk kelompok Desil 1 dan Desil 2.

“Terima kasih Kemensos atas kepeduliannya membantu warga Kota Cirebon mendapatkan bantuan Rutilahu. Apalagi, penerima bantuan ini merupakan wali murid Sekolah Rakyat yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2,” ujarnya.

19 Wali Murid Sekolah Rakyat Dapat Bantuan Rp20 Juta

Dalam program bantuan Rutilahu dari Kemensos tersebut, masing-masing penerima manfaat mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp20 juta untuk memperbaiki rumah.

Dengan jumlah penerima sebanyak 19 warga, total alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi penerima di Kecamatan Harjamukti mencapai Rp380 juta.

Rida menjelaskan, kegiatan yang berlangsung saat ini masih berada pada tahap sosialisasi kepada penerima manfaat. Sementara itu, daftar penerima bantuan telah ditetapkan secara resmi sehingga proses administrasi untuk penyaluran bantuan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi rumah warga agar menjadi lebih aman, sehat, dan layak ditempati.

Bagi keluarga penerima manfaat, perbaikan hunian tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan. Rumah yang lebih layak juga diharapkan dapat mendukung kenyamanan keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk mendampingi anak-anak menempuh pendidikan.

Karena itu, program Rutilahu dinilai penting untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak.

Pemkot Cirebon Dorong Berbagai Program Rutilahu

Rida menegaskan, Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong pelaksanaan berbagai program perbaikan rumah tidak layak huni agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya.

Menurut dia, terdapat sejumlah skema penanganan Rutilahu yang berjalan di Kota Cirebon. Salah satunya adalah program bantuan dari Kementerian Sosial yang penyalurannya melibatkan Dinas Sosial.

Selain itu, terdapat program Rutilahu yang dilaksanakan melalui sinergi perangkat daerah, yakni Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) bersama Dinas Sosial.

Pemkot Cirebon juga memiliki skema penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan berat atau ambruk akibat musibah. Penanganan tersebut dapat dilakukan melalui program Rutilahu mandiri pemerintah daerah dengan memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT), sesuai ketentuan yang berlaku.

Berbagai skema tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menangani persoalan hunian tidak layak di tengah masyarakat. Melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, bantuan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.

Meski demikian, pelaksanaan program perbaikan rumah masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan anggaran daerah dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat.

Antisipasi Musim Hujan, Rumah Layak Jadi Perhatian

Menjelang musim hujan, persoalan rumah tidak layak huni menjadi salah satu perhatian pemerintah. Kondisi bangunan yang rusak, atap bocor, maupun bagian rumah yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko bagi penghuni ketika cuaca ekstrem terjadi.

Rida mengakui masih terdapat sejumlah rumah warga di Kota Cirebon yang belum tersentuh bantuan perbaikan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan anggaran yang tersedia untuk menangani seluruh kebutuhan masyarakat.

Kendati demikian, Pemkot Cirebon tetap berupaya mendorong agar berbagai program bantuan dari pemerintah pusat dapat terus disalurkan ke daerah secara bertahap.

Sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait diharapkan menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan bantuan, khususnya bagi keluarga yang masuk kelompok masyarakat paling membutuhkan.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan program yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran sehingga bantuan perbaikan rumah benar-benar diterima oleh warga yang memenuhi kriteria.

Penerima Bantuan Diminta Gotong Royong

Dalam kesempatan tersebut, Rida berpesan kepada para penerima manfaat agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya dan ikut menjaga hasil perbaikan rumah.

Ia juga mendorong tumbuhnya semangat gotong royong di lingkungan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan keluarga dan warga sekitar dapat membantu proses perbaikan rumah berjalan lebih baik.

Dengan adanya bantuan Rutilahu dari Kemensos, 19 wali murid Sekolah Rakyat di Kecamatan Harjamukti diharapkan dapat memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka sehingga lebih aman dan nyaman untuk dihuni.

Rida berharap dukungan pemerintah pusat dan daerah dapat terus berlanjut agar persoalan rumah tidak layak huni di Kota Cirebon bisa ditangani secara bertahap, terutama bagi keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi. (abd)