
CIREBON – Peserta didik dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Cirebon menunjukkan potensi dan kreativitas melalui Jambore Kesetaraan yang digelar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Sabtu (17/10/2026), di Gedung Korpri.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa pendidikan nonformal untuk menampilkan kemampuan, mengasah keterampilan, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. Melalui berbagai kegiatan dan perlombaan, peserta didik dari program Paket A, Paket B, dan Paket C mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang tidak kalah dengan peserta didik di jalur pendidikan formal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Handi Sogianto, mengatakan Jambore Kesetaraan menjadi momentum penting untuk memperlihatkan keberadaan dan kemampuan para siswa PKBM kepada masyarakat luas.
Menurut Handi, pendidikan kesetaraan memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat melalui jalur pendidikan nonformal. Karena itu, peserta didik PKBM perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuan mereka.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa siswa PKBM itu ada dan memiliki potensi yang luar biasa. Mereka juga perlu mendapatkan kesempatan untuk tampil, menunjukkan kemampuan, serta membangun kepercayaan diri,” ujarnya.
17 PKBM Ikut Meriahkan Jambore Kesetaraan
Handi menjelaskan, dari sekitar 23 PKBM yang terdata di Kota Cirebon, sebanyak 17 lembaga turut mendaftar dan berpartisipasi dalam Jambore Kesetaraan tahun ini.
Partisipasi tersebut menunjukkan adanya antusiasme dari penyelenggara pendidikan nonformal untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada peserta didik. Jambore tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mempererat kebersamaan antarsiswa dari berbagai PKBM.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan secara mandiri oleh masing-masing PKBM tanpa menggunakan alokasi anggaran dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon.
Meski demikian, keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat para peserta dan penyelenggara untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Pelaksanaan jambore tetap berlangsung dengan beragam aktivitas yang melibatkan kreativitas, kerja sama, serta keterampilan peserta didik.
Handi mengapresiasi inisiatif dan semangat para PKBM yang telah berpartisipasi. Menurutnya, dukungan dan keterlibatan berbagai pihak menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan pendidikan kesetaraan di Kota Cirebon.
Diisi Beragam Lomba Kreatif dan Tradisional
Jambore Kesetaraan di Gedung Korpri berlangsung dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman positif bagi para siswa.
Rangkaian acara diawali dengan kegiatan jalan santai atau gerak jalan yang diikuti peserta. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah perlombaan, mulai dari lomba tim kreator, karaoke, daur ulang barang bekas, hingga permainan tradisional tarompah.
Setiap kegiatan memberikan ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan dari sisi yang berbeda. Lomba tim kreator, misalnya, menjadi kesempatan untuk menyalurkan ide dan kreativitas. Sementara itu, lomba daur ulang barang bekas mendorong peserta mengolah bahan yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Adapun lomba karaoke menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan bakat di bidang seni. Sementara perlombaan tarompah menghadirkan unsur permainan tradisional yang membutuhkan kekompakan, koordinasi, dan kerja sama tim.
Melalui kegiatan tersebut, Jambore Kesetaraan diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang menyenangkan. Peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih hasil terbaik, tetapi juga belajar membangun hubungan sosial, bekerja sama, dan menghargai kemampuan satu sama lain.
Disdik Berharap Jambore Kesetaraan Berlanjut
Handi berharap Jambore Kesetaraan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dapat diselenggarakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat eksistensi pendidikan kesetaraan sekaligus membuka ruang lebih luas bagi peserta didik PKBM untuk mengembangkan potensi mereka.
Ia juga berharap ke depan tersedia dukungan anggaran resmi untuk penyelenggaraan Jambore Kesetaraan. Dengan dukungan tersebut, kegiatan diharapkan dapat dipersiapkan secara lebih optimal, melibatkan lebih banyak PKBM, serta menghadirkan aktivitas yang semakin beragam dan bermanfaat.
Keberlanjutan program ini dinilai penting agar siswa pendidikan nonformal memiliki kesempatan yang konsisten untuk menunjukkan prestasi dan mengembangkan keterampilan di luar proses pembelajaran rutin.
Jambore Kesetaraan juga menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah formal. PKBM memiliki peran dalam menyediakan akses pembelajaran bagi masyarakat, sedangkan para peserta didiknya mempunyai kesempatan yang sama untuk bertumbuh, berkarya, dan meraih prestasi.
“Melalui ajang ini, para siswa PKBM diharapkan semakin percaya diri dan mampu mengembangkan potensi serta kemampuan terbaik mereka,” pungkas Handi.
Dengan semangat kolaborasi dari PKBM dan dukungan pemerintah daerah, Jambore Kesetaraan diharapkan menjadi agenda positif yang terus berkembang serta memperkuat kualitas pendidikan nonformal di Kota Cirebon. (abd)















