Warga Argasunya Gelar Syukuran, Jalan Kalilunyu-Benda Kerep Kini Dibeton

Warga Argasunya gelar sykuran pasca Jalan Kalilunyu-Benda Kerep dibeton setelah bertahun-tahun rusak.

CIREBON – Perjuangan panjang warga Argasunya untuk mendapatkan akses jalan yang layak akhirnya membuahkan hasil. Ruas Jalan Kalilunyu–Benda Kerep, Kota Cirebon, yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan, kini telah diperbaiki dengan konstruksi beton.

Perbaikan jalan tersebut disambut warga dengan menggelar syukuran, Jumat (2/10/2026). Puluhan warga Argasunya bersama mahasiswa Cirebon berkumpul di salah satu titik jalan yang telah selesai diperbaiki.

Dalam kegiatan tersebut, warga membentangkan spanduk bertuliskan “Argasunya Berjuang”. Mereka juga membagikan selebaran yang menekankan bahwa perbaikan jalan merupakan hasil dari perjuangan dan advokasi masyarakat selama bertahun-tahun.

Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin sesepuh setempat, Kang Nurudin. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemecahan telur dan kendi berisi kembang tujuh rupa sebagai bagian dari tradisi syukuran masyarakat.

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon turut mengikuti rangkaian acara dengan melakukan penaburan bunga di lokasi.

Perwakilan tokoh masyarakat Argasunya, H. Tohirin, mengatakan syukuran tersebut menjadi bentuk rasa terima kasih warga setelah akses jalan yang selama ini dikeluhkan akhirnya diperbaiki.

Menurut dia, Jalan Kalilunyu–Benda Kerep memiliki peran penting karena menjadi salah satu akses utama yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

“Alhamdulillah hari ini kami mengadakan tasyakuran dan doa bersama yang dipimpin sesepuh setempat, Kang Nurudin, atas pengecoran jalan ini. Pemecahan kendi dilakukan sebagai simbol syukur sesuai tradisi dan adat istiadat setempat,” ujar Tohirin, Jumat (2/10/2026).

Ia berharap perbaikan jalan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membawa keselamatan dan keberkahan bagi warga yang melintas.

Namun, di balik rasa syukur tersebut, warga juga menyinggung perjalanan panjang hingga perbaikan jalan akhirnya terealisasi.

Tohirin menegaskan, menurut versi warga, perbaikan jalan tersebut merupakan hasil perjuangan masyarakat Argasunya yang selama bertahun-tahun menyuarakan kondisi jalan rusak.

Ia mengingat kembali aksi protes warga sekitar setahun lalu yang dilakukan dengan menanam pohon pisang di badan jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi infrastruktur.

“Tepat setahun lalu, kami melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di jalan ini. Semua ini adalah buah dari perjuangan masyarakat Argasunya,” katanya.

Tohirin juga membantah jika terdapat pihak tertentu yang mengklaim perbaikan jalan tersebut semata-mata sebagai hasil perjuangan anggota legislatif.

“Kalau ada yang mengklaim ini hasil perjuangan dewan, itu salah besar. Ini murni hasil perjuangan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Cirebon, Mohammad Romadoni, mengatakan mahasiswa bersama warga telah melakukan pendampingan advokasi selama kurang lebih dua tahun.

Menurut Doni, pengawalan tersebut dilakukan untuk mendorong pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi Jalan Kalilunyu–Benda Kerep yang dinilai vital bagi mobilitas masyarakat.

“Hampir dua tahun kami melakukan pendampingan advokasi untuk jalan Argasunya yang rusak ini. Alhamdulillah, gerakan teman-teman mahasiswa yang membersamai masyarakat membuahkan hasil,” tutur Doni.

Ia berharap jalan yang telah diperbaiki dapat memberikan manfaat bagi warga, terutama karena ruas tersebut menjadi akses menuju kawasan Benda Kerep dan menghubungkan aktivitas masyarakat antarwilayah.

Meski persoalan jalan kini mulai teratasi, warga dan mahasiswa menilai masih terdapat persoalan lain di Argasunya yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Salah satunya berkaitan dengan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur.

Doni mengatakan persoalan TPA Kopi Luhur masih menjadi catatan yang perlu segera ditindaklanjuti Pemerintah Kota Cirebon bersama DPRD.

“Sebagai agen perubahan dan kontrol sosial, mahasiswa mengabdi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kami berharap hak-hak warga di wilayah Argasunya lainnya bisa segera dipenuhi, termasuk penanganan persoalan TPA Kopi Luhur,” pungkasnya. (abd)