
CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati resmi menutup rangkaian Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah Formasi Tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon Tahun Anggaran 2026, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan penutupan yang digelar secara virtual tersebut menjadi akhir dari rangkaian orientasi yang diikuti 777 PPPK. Mereka terdiri dari 172 tenaga pendidikan, 107 tenaga kesehatan, serta 498 tenaga teknis.
Setelah menyelesaikan orientasi, para PPPK tersebut akan menjalankan tugas sesuai kompetensi dan bidang masing-masing pada perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.
Dalam sambutannya, Siti Farida mengatakan keberadaan ratusan PPPK baru menjadi tambahan kekuatan bagi Pemkot Cirebon dalam menjalankan pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, aparatur pemerintah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis sesuai bidang pekerjaan. Lebih dari itu, setiap PPPK harus memiliki sikap profesional, bertanggung jawab, serta mampu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas.
“Bapak dan Ibu adalah bagian penting dari sumber daya manusia Pemerintah Kota Cirebon. Kami berharap seluruh peserta mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, terukur, tepat sasaran, dan tetap mengedepankan kebutuhan masyarakat,” ujar Siti Farida.
Ia menegaskan, pelaksanaan orientasi selama empat hari secara virtual bukanlah akhir dari proses pembentukan karakter aparatur. Materi mengenai nilai dan etika pemerintahan yang diberikan selama kegiatan justru menjadi bekal awal sebelum para PPPK memasuki lingkungan kerja masing-masing.
Siti Farida menyebut tantangan sebenarnya akan muncul ketika para PPPK mulai menjalankan tugas dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Di lapangan, aparatur akan menghadapi berbagai persoalan, kebutuhan, serta karakter masyarakat yang beragam. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan untuk mengambil keputusan dan memberikan pelayanan secara profesional.
“Waktu empat hari tentu tidak serta-merta menjadikan kita aparatur yang ideal. Orientasi ini adalah dasar pemahaman. Ujian sesungguhnya ada ketika Bapak dan Ibu mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari dalam pekerjaan sehari-hari dan berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat,” katanya.
Etika dan Integritas Jadi Fondasi
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Cirebon secara khusus menekankan pentingnya etika dan integritas bagi seluruh PPPK.
Ia mengingatkan agar kedua nilai tersebut tidak sekadar dipahami sebagai materi dalam kegiatan orientasi ataupun persyaratan administratif. Etika dan integritas harus menjadi bagian dari perilaku aparatur dalam menjalankan kewenangan dan memberikan pelayanan.
Menurut Siti Farida, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sangat dipengaruhi oleh bagaimana aparatur menjalankan tugasnya sehari-hari.
Karena itu, para PPPK diminta menjadikan integritas, profesionalisme, dedikasi, akuntabilitas, netralitas, efisiensi, dan efektivitas sebagai prinsip yang diterapkan dalam pekerjaan.
“Keahlian teknis saja tidak cukup. Tanpa integritas, kemampuan yang kita miliki bisa kehilangan arah. Begitu juga tanpa akuntabilitas dan netralitas, kebijakan pemerintah akan sulit mendapatkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap para PPPK mampu memahami posisi mereka sebagai bagian dari aparatur pemerintah yang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat. Jabatan dan tugas yang diberikan, kata dia, harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian.
Kualitas pelayanan publik, lanjut Siti Farida, tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Pelaksanaan kebijakan di lapangan juga sangat ditentukan oleh kualitas aparatur yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Jadikan posisi Bapak dan Ibu di instansi masing-masing sebagai bentuk pengabdian yang nyata. Tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Cirebon ada di pundak kita bersama,” tuturnya.
777 PPPK Siap Jalankan Tugas
Siti Farida juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti dan menyelesaikan rangkaian orientasi. Ia berharap materi yang diperoleh dapat benar-benar diterapkan ketika para PPPK mulai menjalankan tugas di perangkat daerah masing-masing.
Ia turut memberikan penghargaan kepada Kepala BKPSDM Kota Cirebon, para narasumber, serta panitia yang telah mendukung pelaksanaan orientasi hingga berlangsung tertib.
“Selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian orientasi. Semoga apa yang diperoleh selama kegiatan ini dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Cirebon,” pungkasnya. (abd)















