Pemkot Cirebon Evaluasi Penataan Kali Sukalila, Progres Capai 70 Persen

Progres capai 70 persen, Pemkot Cirebomn lakukan evaluasi penataan Kawasan Kali Sukalila

CIREBON — Pemerintah Kota Cirebon terus mengevaluasi proyek penataan Kali Sukalila yang kini progres pekerjaannya telah mencapai sekitar 70 persen. Proyek penataan kawasan sepanjang kurang lebih dua kilometer itu ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Evaluasi dilakukan bersama sejumlah instansi terkait untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Selain membahas progres fisik penataan Kali Sukalila, rapat juga menyoroti kondisi pepohonan di sejumlah ruas Jalan Sukalila dan Kalibaru.

Pemangkasan dan perapihan pohon akan dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi pohon tumbang yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, pemeliharaan pohon di ruang publik menjadi salah satu perhatian pemerintah. Menurutnya, kondisi dan kekuatan pohon tidak selalu dapat diprediksi seperti halnya konstruksi bangunan.

“Kalau konstruksi ada umurnya, kalau kebanyakan pohon kan tidak ada. Jadi kita tidak bisa memprediksi bahwa itu akan tumbang sekian bulan. Tetapi kita tetap akan memelihara pohon yang ada,” katanya.

Edo menegaskan, Pemkot Cirebon akan terus memantau kondisi pohon-pohon di ruang publik. Pemangkasan maupun perapihan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan kebutuhan di lapangan.

“Pasti akan ada pemeliharaan. Sebelumnya kita lihat dulu kondisinya,” tegasnya.

Menurut Edo, pemeliharaan penting dilakukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang, terutama yang berada di pinggir jalan dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

“Yang penting dirawat dan dilihat kondisinya. Kalau memang perlu dipangkas, ya dilakukan pemangkasan,” tambahnya.

Selain persoalan pepohonan, Edo memastikan penataan Kali Sukalila tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada Desember tahun ini.

“Pokoknya Desember tahun ini selesai,” ujarnya.

Ia mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target dan tidak kembali mengalami keterlambatan.

“Saya hanya memastikan saja, selesainya kapan,” ungkapnya.

Terkait desain penataan kawasan, Edo memastikan tidak ada perubahan dari rancangan yang sebelumnya telah dibahas bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Tidak ada perubahan. Desainnya masih seperti yang sebelumnya,” tuturnya.

Penataan kawasan Kali Sukalila juga akan diikuti dengan pengaturan aktivitas di sekitar lokasi. Salah satunya melalui kemungkinan penyediaan kantong parkir agar kendaraan tidak mengganggu kawasan yang telah ditata.

“Kalau ada beberapa spot untuk parkir, itu bisa diatur supaya tidak terlalu dekat dengan kawasan yang ditata,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan Pemkot Cirebon telah memperoleh kepastian mengenai target penyelesaian proyek tersebut.

“Tahun ini selesai. Panjangnya kurang lebih dua kilometer,” katanya.

Menurut Iing, setelah pekerjaan fisik selesai, pemerintah akan menaruh perhatian pada kebersihan dan ketertiban kawasan sungai. Pemkot Cirebon berencana membentuk Satgas Peduli Sungai Sukalila serta sungai lainnya.

“Yang jelas untuk kebersihan sungai, kita akan membentuk Satgas Peduli Sungai Sukalila dan sungai lainnya,” ujarnya.

Pengawasan kawasan juga akan melibatkan Satpol PP dan Linmas Kota Cirebon. Mereka akan membantu menjaga ketertiban, termasuk mengantisipasi aktivitas pedagang kaki lima dan parkir yang tidak sesuai peruntukan.

“Satpol PP, Linmas juga akan dilibatkan untuk melakukan pengawasan,” ungkapnya.

Iing menegaskan, penataan kawasan tidak akan berarti tanpa pengawasan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaganya.

“Jangan sampai setelah ditata kemudian tidak dijaga. Masyarakat juga harus sama-sama menjaga,” pungkasnya. (its)