CIREBON — Suasana penuh keakraban dan kerinduan mewarnai Musyawarah Besar (Mubes) dan Reuni Akbar Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati (FP UGJ) Cirebon. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Kampus I UGJ, Minggu (23/8/2026).
Ikatan Alumni Fakultas Pertanian UGJ yang telah memasuki usia ke-43 tahun itu dihadiri alumni dari berbagai generasi, mulai angkatan 1980-an hingga angkatan saat ini.
Dekan Fakultas Pertanian UGJ, Dr Dwi Purnomo, mengatakan Mubes dan Reuni Akbar tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kembali hubungan antarsesama alumni lintas generasi. Selain bertemu rekan lama, para alumni juga dapat kembali bersilaturahmi dengan para dosen, guru, dan pembina yang pernah mendampingi mereka selama menempuh pendidikan.
“Kalau bisa Mubes-nya singkat dan waktu reuninya yang lebih panjang,” ujar Dwi.
Menurutnya, usia organisasi alumni yang telah mencapai 43 tahun menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus merancang kegiatan organisasi ke depan. Salah satu gagasan yang muncul adalah membuat pelaksanaan Mubes lebih efektif agar porsi waktu silaturahmi dan temu kangen antarsesama alumni dapat lebih panjang.
Dwi menilai esensi utama kegiatan reuni adalah mempertemukan kembali para alumni yang selama bertahun-tahun tidak bersua.
“Reuninya yang dilama-lamain,” katanya.
Untuk mengetahui sebaran kehadiran, panitia juga menggelar sesi absen interaktif berdasarkan dekade angkatan. Para alumni dibagi ke dalam kelompok angkatan 1980–1990, 1990–2000, 2000–2010, hingga angkatan 2010 sampai sekarang.
Masing-masing kelompok tampak antusias saat dipanggil. Para alumni angkatan 1980-an yang merupakan generasi awal Fakultas Pertanian UGJ tetap menunjukkan semangat untuk hadir, disusul angkatan-angkatan berikutnya yang memenuhi auditorium dengan suasana penuh kebersamaan.
Dwi menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh alumni yang datang dari berbagai daerah. Menurut pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, silaturahmi yang terus terjaga menjadi salah satu energi positif yang membuat para alumni tetap bersemangat.
“Para senior dari angkatan 1980-an hingga angkatan 2010-an tampak sama-sama awet muda karena energi positif dari silaturahmi yang terus terjaga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi juga menyampaikan perkembangan Fakultas Pertanian UGJ, termasuk program magang mahasiswa ke Jepang. Tahun 2026 merupakan tahun ketiga Fakultas Pertanian UGJ mengirimkan mahasiswa semester lima untuk menimba pengalaman kerja secara langsung di Negeri Sakura.
Program tersebut, kata Dwi, mengalami pertumbuhan positif dari tahun ke tahun. Jumlah peserta pada pelaksanaan magang kedua meningkat 12,5 persen dibandingkan program pertama. Sementara dari pelaksanaan magang kedua ke magang ketiga, jumlah peserta melonjak sekitar 120 persen.
“Hingga sekarang mahasiswa peserta magang masih berada di Jepang. Gelombang kepulangan mahasiswa dijadwalkan pada 12 Desember mendatang,” tandasnya.
Selain menyampaikan perkembangan program magang internasional, Dwi juga mengajak para alumni untuk turut memperkenalkan Fakultas Pertanian UGJ kepada generasi muda. Ia membuka kesempatan bagi putra, putri, cucu, maupun calon menantu para alumni yang belum melanjutkan pendidikan ke jenjang strata satu untuk bergabung dengan Fakultas Pertanian UGJ.
Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan juga menjadi perhatian Fakultas Pertanian UGJ agar mampu menjadi salah satu institusi pendidikan pertanian terbaik.
Sementara itu, Rektor UGJ, Prof Dr Ahmad Faqih SP MM, mengapresiasi terselenggaranya Mubes sekaligus Reuni Akbar Ikatan Alumni Fakultas Pertanian UGJ.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai lebih karena mampu mempertemukan alumni dari berbagai angkatan dalam satu momentum silaturahmi.
“Saya terharu dan bangga reuni dan Mubes Ikatan Alumni Fakultas Pertanian bisa digelar hari ini dan berlangsung meriah,” ujarnya.
Sementara, Dr Hj Uum Umiyati Ir MP terpilih sebagai ketua IKA Fakultas Pertanian UGJ (abd)















