TRIKARSA FEST 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Ciayumajakuning

TRIKARSA FEST 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Ciayumajakuning, Transaksi Ditargetkan Rp5 Miliar

CIREBON – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon bersama pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, institusi pendidikan, komunitas, dan mitra strategis resmi membuka TRIKARSA FEST 2026 di Grage Mall Cirebon, Jumat (14/8/2026).

Festival yang berlangsung hingga 17 Agustus 2026 tersebut tidak sekadar menjadi ajang ekonomi dan budaya. TRIKARSA FEST dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi wilayah Ciayumajakuning, meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Selama empat hari penyelenggaraan, TRIKARSA FEST diproyeksikan mampu menciptakan sirkulasi penjualan lebih dari Rp5 miliar. Selain itu, kegiatan ini ditargetkan membuka peluang penyaluran tenaga kerja serta menghasilkan potensi kesepakatan Business Matching hingga Rp100 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon mengatakan, keberhasilan festival tidak semestinya hanya dilihat dari jumlah pengunjung atau transaksi selama acara berlangsung. Dampak setelah festival justru menjadi indikator penting.

“Yang lebih penting adalah outcome setelah festival berakhir: semakin banyak UMKM memperoleh pasar baru, usaha mendapatkan pembiayaan, produk lokal masuk ke rantai pasok dan pasar ekspor, muncul tenaga kerja terampil baru, serta masyarakat semakin nyaman memanfaatkan transaksi digital,” ujarnya.

TRIKARSA FEST 2026 mengintegrasikan sejumlah agenda strategis BI Cirebon, yakni Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (CEF), Road to Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI), Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026, serta Road to Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI).

Mengusung tema “Membangun Ekonomi Berkelanjutan menuju UMKM Berdaya Saing dalam Ekosistem Digital untuk Kedaulatan Rupiah”, kegiatan tersebut membawa tagline “Satukan Tekad, Sinergi Ciptakan Peluang.”

Hadirkan 37 Kegiatan dan 103 UMKM

TRIKARSA FEST 2026 menghadirkan 37 rangkaian kegiatan dengan estimasi 20.000 pengunjung, partisipan, dan peserta.

Agenda yang disiapkan cukup beragam, mulai dari pameran UMKM, business matching, talkshow, kompetisi, kelas kreatif, edukasi Rupiah dan QRIS, olahraga, pertunjukan seni budaya, hingga kegiatan komunitas.

Sebanyak 103 tenant UMKM turut ambil bagian dengan menawarkan produk unggulan dari berbagai sektor. Di antaranya fashion, wastra, aksesoris, kuliner, desa wisata, makanan dan minuman kemasan, kriya, pertanian, hingga kopi.

Kehadiran UMKM juga diarahkan tidak berhenti pada aktivitas pameran. Sejumlah program seperti live shopping, Pesona Wastra Ciayumajakuning, Export Talks DHE dan LCT, Business Matching Rantai Pasok dan Ekspor, serta Ekspedisi Kopi Buana Ciremai menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, lembaga pembiayaan, pasar, hingga jaringan rantai pasok yang lebih luas.

Dari rangkaian tersebut, potensi Business Matching diproyeksikan mencapai Rp100 miliar melalui perdagangan, pembiayaan, perluasan rantai pasok, hingga akses pasar ekspor.

Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

Selain penguatan UMKM, TRIKARSA FEST 2026 memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Salah satunya melalui Kompetisi Barista Non-Professional. Sebelum mengikuti kompetisi, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan hospitality dan keahlian barista bersama Poltekpar Prima Cirebon.

Program tersebut diharapkan dapat mempertemukan tenaga kerja terampil dengan kebutuhan industri. Secara keseluruhan, rangkaian pengembangan kapasitas, kompetisi, dan jejaring usaha diproyeksikan mendorong penyaluran lebih dari 50 tenaga kerja, terutama di sektor hospitality, ekonomi kreatif, dan bidang usaha terkait.

Sementara itu, AI Impactpreneur Business Challenge menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan solusi berbasis artificial intelligence (AI) bagi berbagai persoalan yang dihadapi UMKM.

Kompetisi tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan talenta yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga mendorong lahirnya prompt playbook dan produk digital yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM.

Ruang bagi talenta lokal juga dibuka melalui Ciayumajakuning Community Show. Berbagai workshop dan kelas kreatif turut digelar untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar semakin relevan dengan kebutuhan industri kreatif.

Perluas Transaksi Digital

Penguatan ekonomi Ciayumajakuning juga dilakukan melalui perluasan ekosistem pembayaran digital.

Dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai inovasi pembayaran, termasuk QRIS Cross Border, QRIS Tap, QRIS Rush, Jawara QRIS, hingga Cirebon QRIS Run.

Cirebon QRIS Run menjadi salah satu kegiatan yang menggabungkan edukasi digitalisasi pembayaran dengan manfaat sosial. Seluruh biaya tiket peserta akan disalurkan menjadi wakaf produktif.

Edukasi digital juga diperkuat melalui Gerai Cerdas PeKA dan talkshow yang membahas pelindungan konsumen. Dengan demikian, peningkatan penggunaan pembayaran digital diharapkan berjalan beriringan dengan literasi, keamanan, dan perlindungan masyarakat.

Targetkan Dampak Ekonomi Berkelanjutan

Bank Indonesia Cirebon memproyeksikan aktivitas TRIKARSA FEST 2026 dapat menghasilkan sirkulasi penjualan lebih dari Rp5 miliar. Nilai tersebut tidak hanya berasal dari transaksi langsung selama festival, tetapi juga dari perluasan pasar dan aktivitas ekonomi yang muncul dari pertemuan UMKM, konsumen, dan mitra usaha.

Lebih jauh, TRIKARSA FEST diharapkan menciptakan efek pengganda bagi perekonomian Ciayumajakuning. Peningkatan aktivitas UMKM dapat mendorong produksi dan permintaan input usaha, sementara perluasan akses pasar membuka peluang ekspansi bisnis.

Pertemuan antara dunia usaha dan tenaga kerja terampil juga diharapkan menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Karena itu, ukuran keberhasilan TRIKARSA FEST bukan hanya besarnya transaksi selama festival, tetapi juga terbentuknya ekosistem ekonomi yang produktif, inklusif, digital, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi BI dengan pemerintah daerah se-Ciayumajakuning, perbankan, dunia usaha, institusi pendidikan, komunitas, media, dan berbagai mitra strategis. Kolaborasi tersebut telah dibangun melalui rangkaian Road to TRIKARSA FEST di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Dengan semangat “Satukan Tekad, Sinergi Ciptakan Peluang”, TRIKARSA FEST 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat optimisme sekaligus membuka peluang ekonomi baru di kawasan Ciayumajakuning.