Museum Pangeran Cakrabuana Cirebon Hidupkan Sejarah Lewat Pameran

Museum Pangeran Cakrabuana Cirebon menggelar pameran koleksi 2026 yang dipadukan seni tradisi seperti sintren, gembyung, dan rudat.

CIREBON – Museum Pangeran Cakrabuana Kabupaten Cirebon tak hanya difungsikan sebagai tempat menyimpan benda bersejarah. Melalui Pameran Koleksi Museum Pangeran Cakrabuana 2026, museum didorong menjadi ruang edukasi sekaligus wadah pelestarian budaya bagi generasi muda.

Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon itu berlangsung selama empat hari, mulai 28 September hingga 1 Oktober 2026.

Selain menampilkan berbagai koleksi museum, pameran juga menghadirkan sejumlah kesenian tradisional khas Kabupaten Cirebon. Pengunjung dapat mengenal sejarah sekaligus menyaksikan langsung seni tradisi yang mulai jarang ditemui.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, mengatakan museum memiliki peran penting dalam mengenalkan sejarah dan perjalanan kebudayaan daerah kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan museum menjadi semakin penting untuk memperkenalkan sejarah kepada generasi muda, terutama pelajar dan mahasiswa.

“Museum bukan sekadar tempat untuk menyimpan benda-benda yang bersejarah, tetapi museum juga merupakan ruang edukasi bagi kita semua, menyimpan jejak perjalanan sejarah budaya dari Kabupaten Cirebon,” kata Fajar saat membuka kegiatan, Senin (28/9/2026).

Ia menilai, koleksi museum seharusnya tidak hanya dipajang, tetapi juga mampu memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada pengunjung.

Karena itu, setiap koleksi perlu disertai informasi mengenai sejarah dan makna budaya yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu, pengunjung dapat memahami nilai penting dari benda-benda yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kabupaten Cirebon.

Fajar pun mengajak generasi muda untuk datang langsung ke Museum Pangeran Cakrabuana. Menurutnya, kunjungan ke museum dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal sejarah dan budaya daerah secara lebih dekat.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pendekatan edukatif, kreatif, dan menarik dalam memperkenalkan museum kepada generasi muda.

Upaya tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus tanggung jawab untuk menjaga warisan sejarah dan budaya Kabupaten Cirebon.

“Adik-adik semua mempunyai tanggung jawab di pundaknya, yaitu tanggung jawab pelestarian budaya, pelestarian seni, dan pelestarian sejarah yang ada di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon, R. Moh Al Bana, mengatakan pameran tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali berbagai kesenian tradisional yang keberadaannya mulai jarang ditemui.

Selama kegiatan berlangsung, pengunjung tidak hanya memperoleh informasi mengenai koleksi Museum Pangeran Cakrabuana. Mereka juga dapat menyaksikan pertunjukan seni tradisi seperti sintren, gembyung, dan rudat.

Menurut Al Bana, perpaduan antara pameran koleksi museum dan pertunjukan seni tradisional diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan museum sebagai sarana edukasi, informasi, sekaligus apresiasi terhadap sejarah dan kebudayaan daerah.

“Di samping memperkenalkan koleksi museum yang terdapat pada Museum Pangeran Cakrabuana, kita juga memperkenalkan seni-seni tradisi yang hampir punah di Kabupaten Cirebon,” tuturnya. (yog)