
CIREBON – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, George Edwin Sugiharto SIP, mengajak generasi muda, khususnya pelajar SMA, untuk ikut menjaga dan melestarikan seni serta budaya lokal.
Ajakan tersebut disampaikan George saat menggelar kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya di Rumah Aspirasi George Edwin Sugiharto SIP, Cirebon, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti pelajar SMA, komunitas generasi muda, serta pemerhati budaya. Beragam kesenian lokal ditampilkan dalam kegiatan itu, mulai dari tari topeng, pembacaan puisi, nyanyian khas daerah, hingga tari jaipong.
George mengatakan, Sapa Warga Berbasis Budaya tidak hanya menjadi sarana untuk berinteraksi dengan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan seni dan budaya lokal kepada generasi muda.
Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam kegiatan kebudayaan menjadi hal penting agar warisan budaya daerah tidak terputus di tengah perkembangan zaman.
“Ini sebenarnya sebagai wadah interaksi dengan masyarakat sekaligus sarana pelestarian seni dan budaya lokal. Program ini difasilitasi negara untuk mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam melestarikan warisan budaya,” kata George.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diisi dengan pentas seni dan budaya yang melibatkan pelajar dari SMAN Tengah Tani, SMAN Depok, serta komunitas generasi muda JZB (Jabar Zilenial Bergerak).
Para peserta menampilkan berbagai kreativitas melalui seni tari, pembacaan puisi, hingga pertunjukan musik. Menariknya, para pelajar tidak hanya mampu menampilkan kesenian, tetapi juga memahami nilai dan sejarah budaya yang mereka bawakan.
Beberapa di antaranya memahami sejarah Tari Ronggeng, Tari Topeng, hingga makna busana adat yang dikenakan dalam pertunjukan.
“Saya bangga melihat anak-anak muda di Cirebon masih sangat peduli, antusias, dan memahami sejarah kebudayaannya. Respons serta perhatian dari penonton juga luar biasa,” ujarnya.
George menilai, potensi para pelajar dan komunitas seni di bidang kebudayaan sangat besar. Karena itu, dirinya berencana berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat agar para talenta muda tersebut mendapat kesempatan tampil dalam berbagai agenda kebudayaan di tingkat provinsi.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, baik bupati maupun wali kota, juga akan terus diperkuat untuk membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda dalam mengekspresikan kreativitas seni dan budaya.
“Ini bagian dari wujud komitmen terhadap kemajuan budaya. Sinergi antara pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan terus didorong. Harapannya, ruang-ruang ekspresi seni bagi anak-anak muda dapat terus berkembang pesat di Jawa Barat,” tandasnya.
Selain menyaksikan pertunjukan seni, George juga menjadi narasumber dalam sesi talkshow yang diikuti mayoritas pelajar SMA.
Dalam kesempatan tersebut, George memberikan motivasi kepada para pelajar agar berani bermimpi dan mempersiapkan diri untuk meraih kesuksesan di masa depan.
Ia turut membagikan pengalaman perjalanan hidupnya sejak menjadi pelajar, aktif mengikuti kegiatan Pramuka dan tampil dalam Jambore Nasional, kemudian menjadi mahasiswa serta aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), hingga akhirnya terjun ke dunia politik dan menjadi politisi Partai Gerindra.
George berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus mengembangkan potensi diri, aktif dalam berbagai kegiatan positif, sekaligus tidak melupakan budaya dan identitas daerah.
Dengan adanya kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya, ia berharap generasi muda Cirebon semakin percaya diri untuk mengenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Jawa Barat. (abd)















