Tak Hanya Ibu-Ibu, MTQ Kesambi Kini Ajak Anak Muda Tampil Lewat Hadroh Kontemporer

MTQ Kesambi 2026 menghadirkan lomba hadroh dan qosidah kontemporer dengan gitar dan piano untuk menarik minat generasi muda melestarikan musik religi di Cirebon.

CIREBON – Pemerintah Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun ini. Melalui Lomba Hadroh dan Qosidah Kontemporer, kegiatan keagamaan tersebut dikemas lebih menarik dengan memadukan seni musik religi dan sentuhan alat musik modern.

Inovasi ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam melestarikan seni hadroh dan qosidah. Selama ini, kedua jenis kesenian tersebut cenderung didominasi kalangan ibu-ibu yang aktif dalam kegiatan majelis taklim.

Camat Kesambi, Eko Budiyanto, mengatakan kategori lomba tersebut sengaja dihadirkan untuk membuka ruang kreativitas bagi anak-anak muda. Dengan pendekatan musik yang lebih dinamis, diharapkan generasi muda semakin tertarik untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan sekaligus menjaga keberlangsungan seni musik Islami.

“Tujuannya ingin menarik anak-anak muda sekarang biar juga bisa ikut berperan serta dalam hadroh dan qosidah,” ujar Eko saat ditemui Rakyat Cirebon di ruang kerjanya.

Menurut Eko, perkembangan seni musik religi perlu diikuti dengan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter generasi muda. Salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memadukan irama hadroh dan qosidah dengan instrumen musik modern, seperti gitar dan piano.

“Nah, itu ingin kita dengan adanya lomba MTQ kali ini, unsur dari generasi muda itu bisa masuk juga ke dalamnya dengan membawa unsur-unsur dari alat musik yang modern, piano, gitar, gitu ya,” tuturnya.

Melalui konsep tersebut, MTQ Kecamatan Kesambi tidak hanya menjadi ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga wadah pengembangan kreativitas seni yang dapat dinikmati berbagai kalangan.

Berawal dari Aspirasi Kader PKK


Gagasan menghadirkan Lomba Hadroh dan Qosidah Kontemporer berawal dari aspirasi para kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di sejumlah kelurahan di Kecamatan Kesambi.

Eko menjelaskan, kader PKK dari Kelurahan Karyamulya, Kesambi, dan Pekiringan menjadi pihak yang turut mendorong terselenggaranya kompetisi tersebut.

Mereka selama ini aktif berlatih hadroh dan mengembangkan kegiatan seni religi di lingkungan masing-masing. Namun, aktivitas tersebut membutuhkan ruang yang lebih luas agar kemampuan para anggota dapat ditampilkan di hadapan masyarakat.

Karena itu, kehadiran lomba dalam rangkaian MTQ dinilai menjadi kesempatan bagi kelompok hadroh untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus meningkatkan semangat berkompetisi secara positif.

Selain memberikan ruang apresiasi kepada kelompok yang sudah aktif, kategori kontemporer juga diharapkan dapat menjaring peserta baru dari kalangan pelajar dan anak muda.

Dengan demikian, seni hadroh dan qosidah tidak hanya bertahan sebagai kegiatan rutin kelompok masyarakat tertentu, tetapi juga berkembang menjadi kegiatan seni yang diminati lintas generasi.

Sepuluh Regu Mulai Mendaftar

Respons masyarakat terhadap inovasi MTQ Kesambi tersebut terbilang positif. Eko menyebutkan, sekitar delapan hingga sepuluh regu telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Lomba Hadroh dan Qosidah Kontemporer.

Menariknya, peserta yang mendaftar tidak hanya berasal dari kelompok masyarakat umum. Kalangan pelajar juga mulai menunjukkan ketertarikan untuk berpartisipasi, salah satunya SDN Sadagori.

“Alhamdulillah cukup positif responsnya, per hari ini saja sudah ada sekitar sepuluh regu yang mendaftar. Bahkan SDN Sadagori ikut mendaftar,” ucapnya.

Partisipasi pelajar tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya mengenalkan seni musik religi sejak usia dini. Melalui kegiatan semacam ini, anak-anak dapat belajar bekerja sama, mengasah kreativitas, serta mengenal kesenian Islami dengan cara yang lebih menyenangkan.

Pemerintah Kecamatan Kesambi berharap antusiasme peserta dapat terus berkembang sehingga kegiatan serupa berpeluang menjadi agenda yang dinantikan masyarakat.


Digelar Malam Hari, Peserta Maksimal 15 Orang


Lomba Hadroh dan Qosidah Kontemporer menjadi bagian dari rangkaian MTQ tingkat Kecamatan Kesambi yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Berbeda dari perlombaan MTQ konvensional yang dilaksanakan pada pagi hingga sore hari, kompetisi hadroh dan qosidah kontemporer dijadwalkan berlangsung pada malam hari.

Setiap regu diperbolehkan membawa maksimal 15 anggota. Peserta juga diwajibkan membawakan dua lagu sebagai bagian dari penampilan dalam kompetisi tersebut.

Penyelenggaraan kegiatan ini memiliki tantangan tersendiri karena pelaksanaannya berada di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski demikian, pihak Kecamatan Kesambi berupaya memastikan perlombaan tetap dapat terlaksana dengan merangkul dukungan dari pihak luar.

Dukungan tersebut dimanfaatkan untuk menyediakan trofi dan uang pembinaan bagi para pemenang.

Langkah ini menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak, meskipun memiliki keterbatasan anggaran.

Melalui MTQ Kesambi yang menghadirkan hadroh kontemporer, pemerintah kecamatan ingin memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus memberikan ruang bagi perkembangan seni dan kreativitas generasi muda.

Perpaduan musik religi dengan instrumen modern diharapkan mampu menjadi jembatan antara tradisi dan perkembangan zaman. Dengan begitu, hadroh dan qosidah dapat terus dilestarikan tanpa kehilangan nilai-nilai Islami yang menjadi dasar kesenian tersebut. (its)