Sudah Diberi Waktu Satu Tahun, Mengapa Pembenahan RSD Gunung Jati Cirebon Belum Maksimal?

Pakar dr Dewi Basmala menegaskan rekomendasi harus menjadi prioritas demi pembenahan RSD Gunung Jati Cirebon. DPRD soroti tindak lanjut manajemen.

CIREBON – Pembenahan Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota Cirebon dinilai membutuhkan langkah konkret dan terukur. Sejumlah rekomendasi yang sebelumnya diberikan oleh tim konsultan rumah sakit diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen kajian, tetapi benar-benar ditindaklanjuti oleh jajaran manajemen.

Pakar rumah sakit, dr Dewi Basmala, membenarkan bahwa dirinya pernah memberikan sejumlah opsi solusi untuk mempercepat pembenahan rumah sakit milik Pemerintah Kota Cirebon tersebut.

Hal itu disampaikan Dewi saat dikonfirmasi Rakyat Cirebon mengenai rekomendasi yang pernah diberikan kepada RSD Gunung Jati sebagai bagian dari upaya memperbaiki kondisi operasional dan tata kelola rumah sakit.

Menurut Dewi, berbagai opsi solusi yang disusun saat itu telah mempertimbangkan situasi dan kondisi rumah sakit, termasuk data yang menjadi dasar kajian. Rekomendasi tersebut juga diarahkan untuk mempercepat proses pemulihan melalui langkah-langkah yang dinilai sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.

“Dengan melihat sikon saat ini (tentu dengan pertimbangan data). Betul waktu itu saya memberikan beberapa opsi solusi (akselerasi),” ungkap Dewi, Jumat (6/11).

Ketika dikonfirmasi mengenai kabar adanya 12 poin rekomendasi yang pernah disampaikan kepada pihak rumah sakit, Dewi tidak membenarkan informasi tersebut.

Ia juga memilih tidak mengungkapkan secara terperinci isi rekomendasi yang pernah diberikan. Dewi menegaskan, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk membuka materi kajian tersebut kepada publik.

“Waduh maaf pisan, saya tidak ada kewenangan untuk menyampaikan,” ujarnya.

Meski demikian, Dewi memberikan penekanan mengenai prinsip penting dalam proses pembenahan rumah sakit. Menurutnya, banyaknya rekomendasi bukan menjadi ukuran keberhasilan sebuah kajian. Justru, manajemen harus mampu menentukan langkah yang paling mendesak dan memiliki dampak signifikan terhadap perbaikan rumah sakit.

“Gak lah, rekomendasi kan harus yang prioritas,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian di tengah sorotan terhadap kondisi RSD Gunung Jati. Rumah sakit rujukan yang melayani masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitarnya itu kini tengah didorong untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

DPRD Kota Cirebon Telusuri Rekomendasi Konsultan

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemui dr Dewi Basmala di Bandung. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menggali informasi mengenai hasil kajian dan rekomendasi pembenahan RSD Gunung Jati yang pernah dilakukan sekitar satu tahun lalu.

Dewi diketahui merupakan salah seorang pakar rumah sakit yang masuk dalam jajaran konsultan yang ditunjuk RSD Gunung Jati untuk membantu mengkaji persoalan dan merumuskan langkah perbaikan.

Yusuf menyebut, pertemuan tersebut memberikan informasi penting bagi DPRD dalam memahami persoalan yang dihadapi rumah sakit sekaligus menelusuri rekomendasi yang sebelumnya telah disusun oleh konsultan.

“Terakhir kami bertemu dengan dr Dewi Basmala, informasi yang kami dapat dari beliau sangat penting,” ungkap Yusuf.

Dari hasil pertemuan itu, DPRD memperoleh informasi bahwa ketika menyelesaikan tugasnya sekitar satu tahun lalu, dr Dewi telah menyerahkan sejumlah masukan dan poin perbaikan yang perlu dijalankan manajemen RSD Gunung Jati.

Rekomendasi tersebut pada dasarnya disusun sebagai panduan pemulihan rumah sakit. Bahkan, berdasarkan penjelasan konsultan, proses perbaikan membutuhkan waktu sekitar satu tahun apabila seluruh langkah yang direkomendasikan dapat dijalankan secara konsisten.

Yusuf menjelaskan, kebutuhan waktu satu tahun untuk melakukan pembenahan bukanlah sesuatu yang luar biasa. Sebab, persoalan serupa juga pernah dialami rumah sakit lain dan membutuhkan proses bertahap untuk memulihkan kondisi operasional maupun manajemennya.

“dr Dewi sudah memberikan advice satu tahun lalu, bahwa menurut konsultan perlu waktu satu tahun untuk perbaikan, di rumah sakit lain pun sama, dengan permasalahan yang sama. Hanya saja tidak ada yang ditindaklanjuti,” jelasnya.

Pembenahan RSD Gunung Jati Jangan Berhenti di Atas Kertas

Sorotan DPRD terhadap rekomendasi konsultan tersebut kembali menempatkan persoalan tindak lanjut sebagai salah satu hal penting dalam pembenahan RSD Gunung Jati.

Pasalnya, kajian yang disusun oleh tenaga ahli tidak akan memberikan dampak apabila tidak diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan nyata di tingkat manajemen.

Dalam kondisi rumah sakit yang membutuhkan pemulihan, penentuan skala prioritas menjadi penting. Manajemen perlu memastikan persoalan paling mendesak mendapatkan penanganan terlebih dahulu, dengan tetap berpedoman pada hasil evaluasi dan data yang tersedia.

Selain itu, pelaksanaan rekomendasi juga membutuhkan pengawasan dan evaluasi secara berkala agar setiap langkah perbaikan dapat diukur hasilnya.

Pernyataan dr Dewi mengenai pentingnya rekomendasi prioritas menjadi pengingat bahwa pembenahan RSD Gunung Jati tidak cukup hanya dengan menyusun banyak rencana. Hal terpenting adalah keberanian manajemen mengambil langkah, konsistensi menjalankan kebijakan, serta keseriusan seluruh pihak dalam mengawal proses pemulihan.

Kini, tindak lanjut atas rekomendasi konsultan yang telah disampaikan sekitar satu tahun lalu menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Terlebih, RSD Gunung Jati memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitarnya. (its)