CIREBON – Jalan di depan Puskesmas Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, sudah lebih dari lima bulan ambles. Kondisinya kian parah hingga kendaraan roda empat kini tak bisa melintas di ruas jalan yang mengarah ke Plered tersebut.
Ironisnya, kerusakan yang sudah berlangsung berbulan-bulan itu belum juga mendapat penanganan. Jalan yang semestinya menjadi akses penting masyarakat justru dibiarkan dalam kondisi rusak dan mengganggu aktivitas warga.
Kondisi tersebut akhirnya mendapat perhatian setelah informasi mengenai jalan ambles sampai ke telinga Bupati Cirebon Drs H Imron MAg.
Saat dimintai tanggapan, Imron mengaku baru mengetahui persoalan tersebut. Ia langsung meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon mengecek lokasi dan mempercepat penanganannya.
“Oh ya, saya baru ini (tahu). Nanti saya akan tanyakan ke Dinas PUPR-nya, supaya cepat diperbaiki,” kata Imron, Kamis (17/9).
Menurut Imron, sebelum perbaikan dilakukan, penyebab amblesnya badan jalan perlu diketahui terlebih dahulu. Pemerintah daerah harus memastikan apakah kerusakan berkaitan dengan kondisi saluran air atau persoalan struktur di bawah badan jalan.
“Berarti apa ada yang tadinya selokan atau apa gitu. Nanti kita akan tanyakan itu,” ujarnya.
DPRD Minta Jalan Watubelah Segera Diperbaiki
Sorotan juga datang dari DPRD Kabupaten Cirebon. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana ST MM, menilai kerusakan jalan yang sudah berlangsung lebih dari lima bulan tidak semestinya dibiarkan tanpa penanganan.
Terlebih, ruas tersebut bukan hanya menjadi akses masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi warga di sekitarnya.
“Sebetulnya harus mendesak PUPR untuk diperbaiki. Karena itu kan jalan, sentra ekonomi termasuknya,” ujar Anton.
Ia meminta DPUTR segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jalan sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Bagi Anton, lima bulan bukan waktu yang singkat. Apalagi kerusakan badan jalan sudah berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat karena kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
“Harus secepatnya. Minggu depan harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Anton juga meminta persoalan anggaran tidak dijadikan alasan untuk menunda perbaikan. Menurutnya, ketika kondisi infrastruktur sudah menghambat akses masyarakat, pemerintah harus mengambil langkah penanganan.
“Enggak bisa dijadikan alasan, harus diperbaiki. Orang kondisinya begitu,” katanya.
Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, lanjut Anton, akan berkoordinasi dengan DPUTR untuk meminta penjelasan mengenai kondisi dan rencana penanganan jalan tersebut.
DPUTR juga akan diminta memberikan kepastian terkait realisasi pemeliharaan jalan di kawasan Watubelah.
“Nanti PUPR juga kita undang terkait dengan jalan Watubelah. Untuk secepatnya direalisasi pemeliharaannya,” ujarnya.
Lima Bulan Menunggu Penanganan
Kerusakan jalan di depan Puskesmas Watubelah ini menjadi perhatian karena lokasinya berada di kawasan pelayanan publik. Setiap hari, ruas tersebut digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Dengan kondisi badan jalan yang ambles dan akses kendaraan roda empat yang sudah terganggu, penanganan dinilai tidak bisa terus ditunda.
Persoalan tersebut juga menjadi gambaran penting mengenai kecepatan respons pemerintah daerah terhadap kerusakan infrastruktur di lapangan.
Bagi masyarakat, persoalannya kini cukup jelas. Jalan sudah ambles selama berbulan-bulan, kendaraan roda empat tidak bisa melintas, dan perbaikan belum kunjung dilakukan.
Setelah persoalan ini mendapat perhatian Bupati dan DPRD Kabupaten Cirebon, masyarakat tinggal menunggu realisasi di lapangan: kapan jalan ambles di depan Puskesmas Watubelah benar-benar diperbaiki? (zen)
















