
KUNINGAN – Upaya mengurangi angka pengangguran terus dilakukan melalui berbagai program kolaborasi. Kali ini, Polres Kuningan menghadirkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) untuk membantu masyarakat usia produktif mendapatkan akses pekerjaan sekaligus meningkatkan keterampilan agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Melalui program Poliran buka peluang kerja, Polres Kuningan berupaya mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Program ini juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan kemampuan melalui berbagai pelatihan keterampilan sehingga memiliki bekal yang cukup untuk memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha mandiri.
Sebagai langkah konkret, Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan, Jumat (6/11/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk meninjau langsung sejumlah program pelatihan pra kerja yang diselenggarakan Disnakertrans Kuningan.
Dalam kegiatan itu, Eryda didampingi Kasat Binmas AKP Nurjani, Kasat Reskrim AKP Abdul Azis, serta sejumlah personel Polres Kuningan. Rombongan melihat berbagai aktivitas pelatihan sekaligus membahas potensi kerja sama untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Eryda mengatakan, program Polisi Peduli Pengangguran merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Salah satunya adalah persoalan pengangguran yang masih membutuhkan perhatian dan keterlibatan banyak pihak.
“Melalui program Polisi Peduli Pengangguran ini, kami ingin hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berupaya menjembatani warga usia produktif agar mendapatkan informasi dan kesempatan kerja sesuai keterampilan, kemampuan, serta bidang keahlian yang dimiliki,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya memperluas lapangan kerja tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Diperlukan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, perusahaan, serta berbagai elemen masyarakat agar kesempatan kerja dapat diakses lebih luas.
Karena itu, koordinasi dengan Disnakertrans Kuningan menjadi salah satu langkah penting dalam pelaksanaan program Poliran.
Melalui komunikasi tersebut, Polres Kuningan berharap dapat memperoleh informasi mengenai perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja. Data lowongan pekerjaan nantinya dapat menjadi penghubung antara masyarakat pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan karyawan.
Dengan demikian, masyarakat yang memiliki keterampilan tertentu bisa mendapatkan informasi pekerjaan yang lebih sesuai dengan kompetensinya. Di sisi lain, perusahaan juga berpeluang memperoleh tenaga kerja lokal yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan.
Poliran Dorong Masyarakat Tingkatkan Keterampilan
Selain membahas peluang kerja, Wakapolres Kuningan juga meninjau sejumlah pelatihan keterampilan yang diselenggarakan Disnakertrans. Beberapa di antaranya adalah pelatihan otomotif, menjahit, komputer, hingga pembuatan aneka kue.
Beragam pelatihan tersebut dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya mereka yang belum memiliki pekerjaan atau ingin mengembangkan keahlian baru.
Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi modal untuk melamar pekerjaan di berbagai sektor usaha. Bahkan, kemampuan tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk merintis usaha mandiri sehingga membuka sumber penghasilan baru.
Eryda berharap masyarakat dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan taraf hidup.
Menurutnya, peningkatan keterampilan menjadi salah satu faktor penting agar pencari kerja memiliki daya saing ketika menghadapi kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.
Melalui program Poliran, Polres Kuningan berkomitmen mendorong kolaborasi lintas sektor agar persoalan pengangguran dapat ditangani secara lebih terarah.
“Kami akan terus mendorong kolaborasi dan kepedulian sosial agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi warga Kuningan untuk meningkatkan keterampilan, mendapatkan penghasilan, dan menciptakan peluang usaha secara mandiri. (ags)















