Maya Kembali Dilantik sebagai Dekan FISIP UGJ, Targetkan Akreditasi Unggul dan Mahasiswa Baru Naik 15 Persen

Maya kembali dilantik sebagai Dekan FISIP UGJ untuk periode yang kedua

CIREBON – Dr. Siti Khumayah, M.Si., yang akrab disapa Maya, kembali dipercaya memimpin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon. Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Maya menargetkan seluruh program studi meraih akreditasi unggul sekaligus mempertahankan tren peningkatan jumlah mahasiswa baru.

Maya resmi dilantik oleh Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. Achmad Faqih, S.P., M.M., dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Auditorium Kampus I UGJ, Jumat (9/10/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi FISIP UGJ untuk memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan daya saing program studi, serta memperluas kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi swasta di Kota Cirebon tersebut.

Usai dilantik, Maya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pengembangan fakultas dengan berpedoman pada arahan yayasan dan pimpinan universitas. Ia menilai kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya merupakan amanah besar yang harus dijawab melalui kinerja, inovasi, dan peningkatan mutu akademik.

Menurut Maya, terdapat dua agenda utama yang menjadi prioritas dalam kepemimpinannya kali ini. Keduanya meliputi peningkatan akreditasi program studi hingga mencapai predikat unggul serta penguatan strategi penerimaan mahasiswa baru.

“Alhamdulillah, jumlah mahasiswa FISIP tahun ini mengalami kenaikan hingga 15 persen,” ujarnya.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi FISIP UGJ untuk memperluas jangkauan penerimaan mahasiswa baru. Ke depan, berbagai strategi akan terus disiapkan agar minat calon mahasiswa terhadap program studi di lingkungan FISIP semakin meningkat.

Target Seluruh Program Studi FISIP UGJ Terakreditasi Unggul

Salah satu target besar Maya pada periode kedua adalah mendorong seluruh program studi di FISIP UGJ memperoleh akreditasi unggul. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Saat ini, Program Studi Administrasi Publik telah memperoleh predikat akreditasi unggul. Capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi program studi lain untuk meningkatkan standar akademik dan memenuhi indikator penilaian akreditasi.

Sementara itu, Program Studi Ilmu Komunikasi menunjukkan perkembangan positif dan dijadwalkan menjalani proses akreditasi pada awal 2027. Pihak fakultas optimistis program studi tersebut dapat mengikuti jejak Administrasi Publik dengan meraih predikat unggul.

Adapun Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), yang relatif baru di lingkungan FISIP UGJ, juga menjadi bagian dari agenda pengembangan jangka panjang fakultas.

Berbagai langkah strategis akan diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, pengelolaan program studi, kompetensi dosen, serta kesiapan sarana pendukung pendidikan.

Maya berharap, upaya peningkatan akreditasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian predikat administratif. Lebih dari itu, peningkatan mutu harus memberikan dampak nyata terhadap pengalaman belajar mahasiswa, kualitas lulusan, dan relevansi kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Dengan kualitas program studi yang semakin baik, FISIP UGJ diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat Cirebon dan wilayah sekitarnya.

Mahasiswa Baru FISIP UGJ Naik 15 Persen

Selain akreditasi, peningkatan jumlah mahasiswa baru menjadi perhatian utama dalam kepemimpinan Maya. Kenaikan sebesar 15 persen pada periode penerimaan terbaru dinilai sebagai sinyal positif terhadap kepercayaan masyarakat kepada FISIP UGJ.

Pencapaian tersebut juga menjadi tantangan bagi fakultas untuk menjaga kualitas layanan akademik seiring bertambahnya jumlah mahasiswa.

Karena itu, pengembangan fakultas akan dilakukan secara beriringan, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi tenaga pengajar, hingga pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Peningkatan penerimaan mahasiswa baru diharapkan tidak berhenti pada capaian satu periode. FISIP UGJ perlu menjaga konsistensi mutu pendidikan agar minat masyarakat dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.

Maya optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi antara pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, yayasan, dan rektorat.

Dukungan seluruh elemen kampus dinilai penting agar setiap program pengembangan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat bagi sivitas akademika.

Rektor UGJ Tekankan Kepemimpinan Progresif dan Tata Kelola Berbasis Kinerja

Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. Achmad Faqih, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Maya bersama jajaran pimpinan fakultas. Ia berharap kepemimpinan periode berikutnya mampu memperkuat fondasi yang telah dibangun sekaligus menghadirkan berbagai terobosan baru.

Achmad menekankan bahwa kepemimpinan fakultas harus dijalankan secara progresif, menjadi teladan, serta mampu menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan terbuka.

Menurutnya, ruang dialog perlu dibangun agar dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dapat berkontribusi dalam pengembangan fakultas. Pengambilan keputusan juga harus dilakukan secara adil dengan mengutamakan kepentingan institusi.

Ia mengingatkan seluruh keluarga besar FISIP UGJ agar menjaga kebersamaan dan bergerak dalam satu arah untuk mewujudkan target fakultas.

Selain kepemimpinan, rektor menyoroti pentingnya tata kelola yang berorientasi pada hasil dan dampak. Setiap program kerja harus memiliki sasaran yang jelas serta mampu memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan peningkatan mutu pendidikan.

Penggunaan anggaran, lanjutnya, perlu diarahkan pada kegiatan yang mendukung pencapaian target institusi. Evaluasi kinerja juga harus dilakukan berdasarkan data dan indikator yang terukur, disertai penghargaan bagi capaian positif serta pembinaan yang adil terhadap kinerja yang belum optimal.

“Target minimal yang ditekankan adalah setiap program studi harus mengupayakan agar setidaknya 50 persen ditambah satu dosen telah bergelar doktor. Peningkatan ini diharapkan menjadi ujung tombak kemajuan institusi,” harap Achmad.

Peningkatan kualifikasi akademik dosen tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Rektor juga menegaskan bahwa peningkatan mutu program studi dan penerimaan mahasiswa baru harus berjalan beriringan. Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi salah satu indikator kepercayaan terhadap institusi, yang perlu dijaga melalui kualitas pendidikan secara konsisten.

Yayasan Dorong Reformasi Kurikulum dengan Komposisi 60 Persen Teori dan 40 Persen Praktik

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof. Dr. Mukarto Siswoto, M.Si., menyatakan dukungan yayasan terhadap pengembangan UGJ, termasuk penguatan mutu pendidikan dan peningkatan fasilitas penunjang pembelajaran.

Ia menilai kemajuan perguruan tinggi tidak terlepas dari sinergi antara yayasan, rektorat, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Yayasan, kata Mukarto, terus memberikan arahan, motivasi, serta dukungan untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan. Dukungan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi UGJ untuk meningkatkan kualitas layanan akademik dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing.

Salah satu perhatian utama yayasan adalah pembaruan kurikulum agar lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun dunia usaha.

Dalam hal ini, Mukarto menekankan penerapan konsep “Big Bang Kurikulum” dengan komposisi pembelajaran 60 persen teori dan 40 persen praktik.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep dan teori di ruang kelas, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung.

Kompetensi teknis dan nonteknis menjadi bagian penting yang perlu diperkuat selama proses pendidikan. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan memiliki kesiapan menghadapi persaingan kerja, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki keberanian membangun usaha secara mandiri.

Konsep pembelajaran tersebut juga diharapkan mendorong tumbuhnya wirausaha muda atau entrepreneur dari lingkungan kampus.

Mukarto menegaskan, keberhasilan pengembangan fakultas tidak cukup diukur dari terlaksananya program kerja. Setiap kebijakan perlu menghasilkan keluaran, manfaat, dan dampak yang dapat dirasakan oleh mahasiswa serta masyarakat.

Karena itu, tata kelola fakultas harus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

FISIP UGJ Siapkan Pengembangan Program Magister

Selain meningkatkan akreditasi dan jumlah mahasiswa baru, FISIP UGJ juga diarahkan untuk memperluas pengembangan akademik dan memperkuat kinerja pada tingkat internasional.

Menurut Mukarto, penguatan mutu program studi menjadi salah satu fondasi penting untuk meningkatkan kepercayaan pemerintah dan masyarakat terhadap UGJ. Upaya tersebut perlu disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, serta pengembangan program akademik yang relevan.

FISIP UGJ juga merencanakan pembukaan program magister baru yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada tahun akademik 2026–2027.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan lanjutan sekaligus memperkuat kapasitas akademik fakultas. Namun, realisasi program magister tetap memerlukan kesiapan dari berbagai aspek, termasuk kurikulum, tenaga pengajar, tata kelola, dan pemenuhan persyaratan yang berlaku.

Di sisi lain, peningkatan kinerja pada tingkat internasional menjadi agenda yang perlu diperhatikan untuk mendukung visi global UGJ menuju 2034.

Penguatan jejaring akademik, peningkatan kualitas dosen, serta pembelajaran yang adaptif diharapkan dapat membuka peluang bagi FISIP UGJ untuk berkembang lebih luas.

Dengan dukungan yayasan, rektorat, dan seluruh sivitas akademika, Maya diharapkan mampu menerjemahkan berbagai target tersebut ke dalam program kerja yang terukur.

Periode kedua kepemimpinan ini menjadi kesempatan bagi FISIP UGJ untuk memperkuat capaian yang telah diraih, meningkatkan kualitas seluruh program studi, dan menjaga tren pertumbuhan mahasiswa baru.

Melalui konsistensi peningkatan mutu, reformasi kurikulum, serta tata kelola yang berorientasi pada hasil, FISIP UGJ diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, serta siap berkontribusi bagi masyarakat. (abd)