Argasunya Masih Kekeringan! 5.914 Warga Terdampak, 513 Ribu Liter Air Bersih Sudah Disalurkan

BPBD Kota Cirebon telah menyalurkan 513 ribu liter air bersih untuk warga Argasunya. Sebanyak 5.914 jiwa terdampak kekeringan sejak musim kemarau.

CIREBON – Penanganan bencana kekeringan di wilayah Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, masih terus dilakukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon bersama sejumlah instansi terkait tetap menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Kekeringan yang melanda wilayah tersebut sejak awal musim kemarau telah berdampak pada ribuan warga. Hingga 6 November 2026, BPBD Kota Cirebon mencatat sebanyak 5.914 jiwa atau 1.776 kepala keluarga (KK) mengalami dampak langsung akibat terbatasnya ketersediaan air bersih.

Sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah bersama berbagai lembaga telah mendistribusikan sebanyak 513.000 liter air bersih ke sejumlah titik terdampak. Penyaluran dilakukan secara bertahap sejak Juni hingga awal November 2026.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cirebon, Arief Adhitya Firmansyah, mengatakan distribusi air bersih masih menjadi salah satu upaya utama untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sebanyak 5.914 jiwa atau setara dengan 1.776 kepala keluarga tercatat terdampak langsung oleh kekeringan ini,” ungkap Arief kepada Rakyat Cirebon, Jumat (6/11).

Distribusi Air Bersih Meningkat Saat Puncak Kekeringan

Berdasarkan catatan BPBD Kota Cirebon, volume bantuan air bersih yang disalurkan mengalami perubahan setiap bulan. Pada Juni 2026, distribusi tercatat sebanyak 4.000 liter.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 30.000 liter pada Juli. Memasuki Agustus, kebutuhan bantuan semakin besar dengan volume distribusi mencapai 147.000 liter.

Tren penyaluran tinggi berlanjut pada September dengan 153.000 liter. Sementara pada Oktober, BPBD dan instansi terkait kembali menyalurkan 151.000 liter air bersih.

Adapun pada awal November 2026, distribusi yang tercatat mencapai 19.000 liter.

Besarnya volume bantuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat Argasunya masih menjadi perhatian serius. Terlebih, dampak kekeringan dirasakan langsung oleh ribuan warga yang membutuhkan pasokan air untuk keperluan rumah tangga.

Libatkan Banyak Instansi, PDAM Salurkan 184 Ribu Liter

Penanganan kekeringan di Argasunya tidak hanya dilakukan BPBD Kota Cirebon. Sejumlah instansi pemerintah, lembaga kemanusiaan, hingga pihak swasta turut bergotong royong menyediakan bantuan air bersih.

PDAM Kota Cirebon tercatat menjadi pihak dengan kontribusi distribusi terbesar, yakni mencapai 184.000 liter.

Selanjutnya, Kodim 0614/Kota Cirebon menyalurkan 125.000 liter, DPRKP Kota Cirebon sebanyak 100.000 liter, serta PMI Kota Cirebon sebanyak 70.000 liter.

Dukungan juga datang dari DPRD dengan distribusi 12.000 liter, Polytama Propindo sebanyak 10.000 liter, dan Damkar Kota Cirebon sebanyak 4.000 liter.

Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Arief menegaskan, BPBD bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan bersiaga untuk membantu warga yang masih membutuhkan pasokan air bersih.

BPBD Tetap Siaga Meski Musim Hujan Mulai Datang

Di sisi lain, berdasarkan informasi BMKG, wilayah Jawa Barat mulai memasuki periode musim hujan. Pemerintah daerah bersama BPBD se-Jawa Barat telah menyepakati periode 1 November 2026 hingga 30 April 2027 sebagai masa hidrometeorologi basah.

Meski demikian, perubahan musim tidak serta-merta membuat persoalan kekeringan di Argasunya langsung berakhir. Distribusi air bersih masih diperlukan selama ketersediaan air di lingkungan masyarakat belum kembali normal.

“Dropping air masih tetap berjalan, update terakhir BPBD di daerah se-Jawa Barat sepakat mulai 01 November 2026 sampai 30 April 2027 merupakan hidrometeorologi basah atau musim hujan, berdasarkan data dari BMKG,” pungkasnya.

BPBD Kota Cirebon pun memastikan pemantauan tetap dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan kebutuhan air bersih warga Argasunya dapat terus terpenuhi hingga kondisi kembali normal. (sep)