CIREBON – Sebanyak 1.060 siswa mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 di Kota Cirebon. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengenal lebih dekat bahasa dan budaya daerah.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 885 siswa berasal dari jenjang SD. Sementara 175 peserta lainnya merupakan siswa SMP.
Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 digelar melalui tujuh mata lomba yang mengangkat penggunaan bahasa dan budaya Sunda. Para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berbahasa, tetapi juga keberanian tampil dan kreativitas dalam mengolah bahasa daerah.
Tujuh mata lomba yang dipertandingkan meliputi Aksara Sunda, Biantara, Borangan, Maca Sajak, Nembang Pupuh, Ngadongeng, dan Carpon.
Aksara Sunda merupakan perlombaan yang menguji kemampuan peserta dalam menulis menggunakan aksara Sunda. Sementara Biantara menjadi ajang bagi siswa untuk menyampaikan pidato menggunakan bahasa Sunda.
Ada pula Borangan atau stand up comedy dengan menggunakan bahasa Sunda. Kemudian Maca Sajak yang menguji kemampuan siswa membacakan sajak berbahasa Sunda, serta Nembang Pupuh yang mengasah kemampuan peserta dalam melantunkan pupuh.
Untuk peserta yang memiliki kemampuan bercerita, tersedia kategori Ngadongeng. Sedangkan Carpon menjadi ruang bagi siswa untuk menuangkan kreativitas melalui karya tulis berbahasa Sunda.
Rangkaian perlombaan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan bahasa daerah kepada generasi muda melalui kegiatan yang lebih menarik dan kompetitif.
Jadi Wakil Kota Cirebon ke Tingkat Jawa Barat
Peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik di setiap kategori nantinya akan mendapatkan kesempatan membawa nama Kota Cirebon pada Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kompetisi tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir November mendatang. Para juara tingkat Kota Cirebon akan dipersiapkan untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah lain di Jawa Barat.
Bunda Literasi Kota Cirebon, Noviyanti Edo, mengapresiasi tingginya antusiasme pelajar yang mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu 2026.
Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai 1.060 siswa menunjukkan bahwa Kota Cirebon memiliki potensi besar dalam bidang literasi, bahasa, dan budaya daerah.
“Ini luar biasa. Saya sebagai Bunda Literasi menjadi optimis bahwa di Kota Cirebon banyak anak-anak yang berpotensi untuk mengangkat talenta-talenta di bidang literasi,” kata Noviyanti.
Ia berharap Festival Tunas Bahasa Ibu tidak hanya menjadi kegiatan perlombaan yang digelar satu kali dalam setahun. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah membutuhkan pembinaan secara konsisten, terutama melalui lingkungan sekolah.
Karena itu, pihaknya mendorong agar kegiatan serupa dapat dikembangkan menjadi agenda rutin di Kota Cirebon.
“Kita akan membicarakan ini agar menjadi agenda rutin, menjadi kegiatan-kegiatan yang rutin dilakukan di Kota Cirebon. Di sekolah-sekolah kita mungkin bisa lebih meng-coaching kembali guru-gurunya dan menyemangati agar event-event seperti ini terus dilakukan,” ujarnya.
Bahasa Ibu Perlu Dijaga Sejak Sekolah
Noviyanti menilai sekolah memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Guru dan siswa juga perlu mendapatkan ruang yang cukup untuk menggunakan serta mengembangkan bahasa ibu dalam berbagai kegiatan.
Menurutnya, pelestarian bahasa daerah tidak bisa hanya dilakukan melalui satu kegiatan festival. Berbagai kegiatan di sekolah maupun ruang publik perlu terus dibuat agar generasi muda semakin familiar dengan bahasa dan budaya daerah.
“Tidak hanya perlombaan festival saat ini saja, tetapi di event-event lainnya. Biar tidak punah, ini bahasa ibu,” ucapnya.
Ia juga memberikan semangat kepada seluruh peserta agar berani menunjukkan kemampuan masing-masing. Menurut Noviyanti, festival seperti ini bukan hanya soal menjadi juara, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk membangun rasa percaya diri.
“Saya optimis anak-anak di Kota Cirebon berani, bisa tampil percaya diri dan mengeluarkan talenta-talenta mereka. Terus semangat kepada anak-anakku di Kota Cirebon. Mudah-mudahan ini awal dari kesuksesan anak-anak yang ada di Kota Cirebon,” pungkasnya. (its)
















