Lonjakan Kunjungan Rumah Sakit Didominasi Kasus Infeksi Virus

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon menyatakan kunjungan pasien ke rumah sakit didominasi infeksi virus

CIREBON – Kunjungan pasien ke sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan tersebut terutama terlihat sepanjang Agustus hingga September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr Siti Maria Listiawaty, mengatakan peningkatan kunjungan pasien terjadi cukup signifikan. Mayoritas keluhan yang ditangani berkaitan dengan demam, infeksi saluran pernapasan, hingga gangguan saluran pencernaan.

Menurut Maria, sejumlah kasus tersebut diduga kuat berkaitan dengan infeksi virus.

“Kunjungan pasien memang meningkat, terutama pada Agustus hingga September. Kasus yang banyak ditemui meliputi demam, infeksi pernapasan, serta gangguan saluran cerna yang disinyalir kuat berkaitan dengan infeksi virus,” ujar Maria kepada Radar Cirebon, Rabu (23/9/2026).

Meski terjadi peningkatan jumlah pasien, kondisi rumah sakit di Kota Cirebon masih relatif terkendali. Hal itu terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) yang saat ini berada di kisaran 80 persen.

Maria memastikan angka tersebut belum menunjukkan kondisi rumah sakit mengalami beban kapasitas secara penuh.

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus sekaligus menjaga kelancaran pelayanan dan alur rujukan, Dinkes Kota Cirebon terus mendorong upaya edukasi serta promosi kesehatan melalui puskesmas.

Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan diimbau terlebih dahulu mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal.

Apabila kondisi pasien masih memungkinkan untuk menjalani perawatan di rumah, pasien akan diarahkan melakukan perawatan mandiri sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.

Sementara itu, pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan mendapatkan rujukan ke rumah sakit. Khusus masyarakat dengan kondisi kegawatdaruratan, pasien dapat langsung mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Maria menjelaskan, IGD menerapkan sistem triase untuk menentukan prioritas pelayanan berdasarkan tingkat kegawatan kondisi pasien. Sistem tersebut membagi pasien ke dalam kategori merah, kuning, dan hijau.

“Sejauh ini lonjakan masih dapat tertampung berkat adanya komunikasi yang baik antar rumah sakit. Jika diperlukan penambahan tempat tidur (bed) untuk rawat inap, prosesnya harus melalui persetujuan resmi dari pihak BPJS,” pungkasnya. (abd)