
KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mempercepat transformasi digital dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Salah satu langkah yang kini diperluas adalah pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk berbagai kebutuhan administrasi dan pelayanan.
Setelah diterapkan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kantor kecamatan, penggunaan TTE kini mulai diperluas hingga ke tingkat pemerintah desa serta lingkungan rumah sakit daerah.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memangkas proses birokrasi yang selama ini masih bergantung pada dokumen fisik. Dengan sistem elektronik, proses penandatanganan dan pengesahan dokumen diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, praktis, sekaligus menghemat biaya operasional.
Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Kabupaten Kuningan, Hj Nia Kurniasih SSos MSi, mengatakan pemanfaatan TTE memberikan banyak kemudahan dalam proses administrasi pemerintahan.
Hal itu disampaikannya seusai memimpin apel pagi bersama jajaran pegawai dan mahasiswa magang di Kantor Diskominfo Kabupaten Kuningan, Selasa (6/10).
Menurut Nia, penerapan TTE membuat proses surat-menyurat antarlembaga menjadi lebih efisien. Dokumen tidak lagi harus dicetak kemudian dikirim secara langsung dari satu kantor ke kantor lainnya.
“Dengan tanda tangan elektronik, proses menjadi lebih mudah, lancar, cepat, sekaligus menghemat waktu dan biaya. Kita tidak perlu lagi keliling mengantar surat fisik ke desa atau kecamatan,” ujar Nia.
Selain mempercepat alur administrasi, penggunaan TTE juga memberikan fleksibilitas bagi pejabat yang memiliki mobilitas tinggi. Pengesahan dokumen dapat dilakukan tanpa harus menunggu pejabat terkait berada secara fisik di kantor.
Dengan dukungan perangkat digital, proses penandatanganan dapat dilakukan dari lokasi berbeda selama pengguna memiliki akses terhadap sistem yang telah disediakan.
TTE Menjangkau 361 Desa
Perluasan penerapan tanda tangan elektronik kini menyasar seluruh desa di Kabupaten Kuningan. Tercatat sebanyak 361 desa telah menjadi sasaran penerapan TTE, terutama untuk kepala desa dalam menjalankan kebutuhan korespondensi resmi pemerintahan.
Diskominfo Kabupaten Kuningan menargetkan seluruh desa dapat menerapkan TTE secara penuh pada November hingga Desember 2026.
Langkah tersebut diharapkan semakin mempercepat komunikasi administrasi antara pemerintah desa dengan kecamatan maupun pemerintah kabupaten.
Tidak hanya pemerintahan desa, digitalisasi melalui TTE juga mulai diterapkan pada sektor pelayanan kesehatan.
Sebanyak 420 tenaga medis, yang terdiri dari dokter dan perawat, telah menggunakan TTE untuk mendukung proses administrasi dan pelayanan medis.
Selanjutnya, RSUD Linggajati Kuningan menjadi salah satu sasaran perluasan penerapan TTE. Sebanyak 187 dokter dan perawat ditargetkan dapat terintegrasi dalam sistem tersebut.
Nia menjelaskan, penerapan TTE bagi tenaga medis memiliki keunggulan karena terhubung langsung dengan sistem aplikasi rumah sakit.
Dengan integrasi tersebut, pengesahan berbagai dokumen pasien dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus mengulang proses pengisian secara manual.
“Untuk tenaga medis, TTE sudah terintegrasi dengan sistem aplikasi rumah sakit. Pengesahan dokumen pasien bisa dilakukan secara efisien hanya dengan beberapa kali klik, tanpa harus mengetik ulang secara manual,” jelasnya.
Keamanan TTE Jadi Perhatian
Di tengah perluasan penggunaan tanda tangan elektronik, aspek keamanan juga menjadi perhatian Diskominfo Kuningan.
Nia memastikan sistem TTE memiliki mekanisme perlindungan berlapis untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berwenang.
Setiap pengguna memiliki akun personal yang dilengkapi dengan alamat email, kode autentikasi khusus, serta kata sandi yang bersifat rahasia.
Dengan sistem tersebut, penggunaan TTE tidak dilakukan secara sembarangan karena melekat pada identitas masing-masing pengguna.
Diskominfo Kuningan pun terus mendorong agar penerapan TTE tidak sekadar menjadi perubahan dari dokumen kertas ke dokumen digital. Lebih dari itu, digitalisasi diharapkan mampu membangun sistem administrasi pemerintahan yang semakin cepat, efisien, aman, dan terintegrasi.
Perluasan penerapan tanda tangan elektronik ke ratusan desa serta lingkungan rumah sakit menjadi salah satu langkah Kuningan dalam memperkuat layanan pemerintahan berbasis digital. (iim)















