Dinsos Kota Cirebon Bina 170 Anak, Siti Farida Dorong Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Siti Farida meminta Dinsos Kota Cirebon memperluas pelayanan sosial anak dan mendorong kolaborasi dunia usaha melalui program TJSL.

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon Hj Siti Farida Rosmawati mendorong Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cirebon memperluas pelayanan sosial bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.

Menurut Siti Farida, perluasan pelayanan sosial penting dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar anak, termasuk dukungan terhadap tumbuh kembang mereka, dapat terpenuhi secara optimal.

Hal tersebut disampaikan Siti Farida saat menghadiri kegiatan makan bersama anak-anak binaan Dinas Sosial Kota Cirebon, Senin petang (21/9/2026).

Perempuan yang akrab disapa Rida itu menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani berbagai persoalan sosial, khususnya yang berkaitan dengan anak.

Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan sosial di Kota Cirebon.

“Pemkot Cirebon tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, kolaborasi dengan dunia usaha sangat dibutuhkan,” ujar Rida.

Ia menjelaskan, dukungan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, dukungan tersebut tidak sebatas pemberian bantuan, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan anak secara berkelanjutan, mulai dari kebutuhan dasar, pendidikan, hingga pendampingan untuk menunjang tumbuh kembang mereka.

“Kolaborasi Pemkot dengan dunia usaha sebagai salah satu upaya memastikan kebutuhan anak, mulai dari pemenuhan dasar hingga dukungan terhadap tumbuh kembangnya, dapat lebih terpenuhi,” katanya.

Rida berharap program TJSL perusahaan tidak hanya berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial. Dukungan dari dunia usaha diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

Dengan semakin banyak pihak yang terlibat, lanjutnya, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“TJSL bukan hanya soal bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari modal sosial membangun mimpi besar bagi anak-anak Kota Cirebon meraih masa depannya,” tegas Rida.

Dinsos Bina 170 Anak

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kota Cirebon Dra Herlina mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam mendukung penanganan persoalan sosial, khususnya bagi anak-anak yang berada dalam pembinaan Dinsos.

Herlina mengatakan, saat ini Dinsos Kota Cirebon memiliki lima titik binaan anak. Beberapa di antaranya berada di Duku Semar, Kecamatan Harjamukti, Pekalipan, serta Kepatihan atau Pegajahan.

“Total ada 170 anak di bawah binaan Dinsos Kota Cirebon,” ungkap Herlina.

Menurut alumnus Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) tersebut, anak-anak yang berada di titik binaan mendapatkan berbagai bentuk dukungan dari pemerintah.

Bantuan tersebut antara lain berupa permakanan dan perlengkapan sekolah. Namun, keterlibatan dunia usaha dinilai dapat melengkapi program yang sudah berjalan sehingga kebutuhan anak dapat ditangani secara lebih menyeluruh.

Herlina berharap penanganan persoalan sosial di Kota Cirebon dapat dilakukan melalui kerja sama lintas pihak. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan tidak hanya menyasar kelompok tertentu, tetapi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap penanganan permasalahan sosial bisa dilakukan secara bersama-sama dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya. (abd)