Cirebon Masuk Zona Merah Abu Vulkanik Anak Krakatau, KAI Daop 3 Pastikan Perjalanan Tetap Aman

KAI Daop 3 Cirebon tingkatkan kewaspadaan abu vulkanik Anak Krakatau

CIREBON – Wilayah Cirebon masuk dalam zona merah potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Menyikapi kondisi tersebut, KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon meningkatkan kewaspadaan dan memastikan perjalanan kereta api tetap berlangsung aman serta terkendali.

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi gunung tersebut menghasilkan abu vulkanik yang sebarannya dapat dipengaruhi arah dan kecepatan angin.

KAI Daop 3 Cirebon terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan kondisi wilayah operasional. Koordinasi dengan pihak terkait juga dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan hingga saat ini seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon masih berjalan normal.

“Sampai saat ini perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon masih berjalan normal. Kami terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan,” ujar Muhibbuddin.

Sebagai bagian dari mitigasi, petugas di atas kereta api melakukan pengawasan secara berkala selama perjalanan. Kondektur, Polsuska, dan petugas terkait memastikan pintu-pintu kereta tetap tertutup, terutama ketika rangkaian melintas di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan masuknya abu vulkanik dari luar ke dalam rangkaian kereta sekaligus menjaga kenyamanan pelanggan.

KAI juga mengimbau pelanggan untuk menjaga kesehatan selama perjalanan. Jika terjadi paparan abu vulkanik, pelanggan dianjurkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan pelindung mata.

Pelanggan yang memiliki sensitivitas terhadap abu vulkanik maupun kualitas udara juga diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi di lapangan.

KAI Siapkan Masker untuk Pekerja

Tidak hanya pelanggan, KAI Daop 3 Cirebon juga menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan pekerja.

Unit Kesehatan KAI Daop 3 Cirebon telah menyiapkan masker kesehatan di sejumlah Pos Kesehatan, yakni Pos Kesehatan Cirebon, Pos Kesehatan Cirebon Prujakan, dan Pos Kesehatan Arjawinangun.

Masker tersebut diprioritaskan bagi petugas yang akan menjalankan dinas menuju Jakarta sebagai upaya perlindungan terhadap potensi paparan abu vulkanik selama bertugas.

Masker juga dapat diberikan kepada pekerja nonoperasional yang terdampak paparan abu vulkanik di lingkungan kerja.

“Keselamatan dan kesehatan pekerja menjadi prioritas KAI. Kami telah menyiapkan masker kesehatan di sejumlah Pos Kesehatan Daop 3 Cirebon untuk melindungi pekerja yang berpotensi terdampak abu vulkanik,” kata Muhibbuddin.

KAI Tambah Perjalanan Kereta

Di sisi pelayanan, KAI melakukan penyesuaian kapasitas angkutan penumpang untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat akibat kondisi vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Penyesuaian dilakukan dengan mengoperasikan tiga kereta api tambahan serta meningkatkan kapasitas pada sejumlah kereta api reguler.

Tiga perjalanan kereta api tambahan tersebut meliputi:

KA Tambahan relasi Yogyakarta–Gambir, berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB.
KA Tambahan relasi Malang–Gambir, berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB.
KA Tambahan relasi Semarang Tawang–Gambir, berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 20.15 WIB.

Selain itu, KAI meningkatkan kapasitas pada dua perjalanan kereta api reguler, yakni KA Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir dan KA Gumarang relasi Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen.

Menurut Muhibbuddin, penyesuaian layanan tersebut dilakukan agar kebutuhan mobilitas masyarakat tetap dapat terlayani dengan baik, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.

“Penyesuaian layanan kami lakukan untuk memastikan kebutuhan mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik. Setiap pengaturan perjalanan tetap memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, dan aspek keselamatan,” tambahnya.

KAI Daop 3 Cirebon akan terus memantau perkembangan kondisi vulkanik Gunung Anak Krakatau dan melakukan penyesuaian operasional apabila diperlukan.

KAI juga mengimbau pelanggan mempersiapkan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, mengecek kembali jadwal keberangkatan, serta mengikuti arahan petugas selama berada di stasiun maupun di dalam perjalanan.

Informasi perjalanan dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, dan kanal informasi resmi lainnya.

Sementara itu, masyarakat diminta memperoleh informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dari sumber resmi Badan Geologi/PVMBG serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengajak pelanggan tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan petugas. KAI akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan terkendali,” tutup Muhibbuddin.

KAI Daop 3 Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan melalui kesiapan sarana, prasarana, sumber daya manusia, serta pemantauan kondisi operasional secara berkelanjutan. (Abd)