Hebat! Santri Al Hikmah Bobos Juara 1 Panahan Marchaton Indonesia, Hafal 3 Juz Al-Qur’an

Syifa Nur Hasanah, santri SMP Al Hikmah Bobos, berhasil meraih juara 1 Bantalan 5 dalam Kejuaraan Panahan Marchaton Indonesia di Cirebon.

CIREBON – Prestasi membanggakan kembali diraih santri Pesantren Tahfidz Qur’an Terpadu (PTQT) Al Hikmah Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Kali ini, prestasi datang dari cabang olahraga panahan.

Adalah Syifa Nur Hasanah, siswi SMP Al Hikmah Bobos, yang berhasil meraih juara 1 Bantalan 5 dalam ajang Kejuaraan Panahan Indonesia Marchaton yang digelar di GOR Satria Laga, Watu Belah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, belum lama ini.

Prestasi tersebut semakin melengkapi deretan pencapaian yang sebelumnya telah diraih oleh PTQT Al Hikmah Bobos. Tak hanya berprestasi di bidang olahraga, Syifa juga menunjukkan kemampuan di bidang akademik dan keagamaan.

Siswi kelahiran Kuningan, 19 Januari 2013, tersebut telah mampu menghafal tiga juz Al-Qur’an meski baru sekitar satu tahun menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

Syifa yang bercita-cita menjadi guru itu merupakan anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Winarno dan Titin Hartini. Ayahnya merupakan PNS di lingkungan pendidikan Kabupaten Kuningan.

Selain memiliki ketertarikan pada olahraga, Syifa juga dikenal memiliki semangat pantang menyerah. Semboyan yang selalu dipegangnya adalah, “Kalau capek boleh mengeluh, tapi jangan pernah menyerah.”

Syifa meninggalkan kampung halamannya di Kuningan sejak satu tahun lalu untuk menempuh pendidikan di PTQT Al Hikmah Bobos, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Tak pernah menyangka sebelumnya, selama berada di pesantren dirinya mampu menghafal tiga juz Al-Qur’an dalam waktu satu tahun. Sesuatu yang semula dianggap mustahil akhirnya dapat diwujudkan.

Atas pencapaiannya tersebut, Syifa menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang selalu memberikan doa dan motivasi. Ia juga mengapresiasi para pembimbing yang dengan tekun mendampinginya selama berada di pesantren.

“Terima kasih kepada orang tua yang selalu mendoakan dan memberikan motivasi. Terima kasih juga kepada para pembimbing yang senantiasa mendampingi,” ujar Syifa.

Pengagum Umar bin Khattab tersebut berharap dapat terus meningkatkan kemampuan, baik dalam bidang olahraga maupun hafalan Al-Qur’an.

Sementara itu, Winarno selaku orang tua Syifa mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian yang diraih putrinya.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas doa dan bimbingannya. Sebagai orang tua, kami bangga dan bersyukur atas setiap proses dan pencapaian Syifa. Mohon doa dan bimbingannya agar putri kami menjadi anak yang solehah, berprestasi, dan istiqomah menghafal Al-Qur’an,” ungkap Winarno.

Kepala SMP Al Hikmah Bobos, Lili Indahsari, S.Pd.I., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Nur Johariah, S.Pd.I., berharap Syifa dapat terus menambah hafalan Al-Qur’annya yang saat ini telah mencapai tiga juz.

Menurutnya, hafalan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi Syifa ketika melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

“Syifa selama di pondok juga telah tumbuh menjadi santri yang mandiri dan kreatif. Kami berharap hafalannya terus bertambah dan menjadi bekal untuk masa depannya,” ujarnya.

Ketua Yayasan Al Hikmah Bobos, Dukupuntang, Cirebon, Nina Nurohmah, M.Si., Al Hafidzah, mengatakan Yayasan Al Hikmah merupakan lembaga dakwah, sosial, dan pendidikan yang menaungi jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP hingga MA.

Menurutnya, Al Hikmah Bobos menjadi salah satu alternatif lembaga pendidikan dengan konsep pendidikan berasrama. Para siswa diwajibkan tinggal selama 24 jam di asrama dan menjalani berbagai aktivitas pendidikan serta pembinaan di lingkungan pesantren.

“Yayasan Al Hikmah semaksimal mungkin memfasilitasi potensi diri para santri agar dapat berkembang. Harapannya, selain hafal dan dekat dengan Al-Qur’an, mereka juga memiliki kemampuan akademis yang baik serta mampu mengembangkan potensi dirinya,” katanya.

Nina menambahkan, pencapaian Syifa menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan di lingkungan pesantren dapat berjalan seiring antara pendidikan agama, akademik, dan pengembangan bakat.

“Hari ini, Ananda Syifa Nur Hasanah telah membuktikannya. Selain hafal tiga juz Al-Qur’an, ia juga berhasil merebut juara 1 dalam Kejuaraan Panahan Marchaton Indonesia,” pungkasnya.

(abd)