
CIREBON – Kesadaran tertib berlalu lintas perlu dibangun sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya perlu mengenal berbagai rambu dan aturan di jalan raya, tetapi juga harus memahami pentingnya keselamatan saat berkendara maupun menyeberang jalan.
Upaya tersebut dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon melalui program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (Salud). Program edukasi ini menyasar anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan metode belajar sambil bermain agar materi keselamatan lalu lintas lebih mudah dipahami.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3-4 November 2026, tersebut melibatkan 10 sekolah PAUD. Pelaksanaannya dipusatkan di UPTD PPLLAD Wilayah IV Provinsi Jawa Barat.
Setiap sekolah mengirimkan delapan siswa dan dua guru pendamping. Dengan demikian, total peserta yang mengikuti kegiatan edukasi tersebut mencapai 100 orang.
Sekretaris Dishub Kabupaten Cirebon Sidik Wibowo mengatakan, program Salud sebenarnya bukan kegiatan baru. Sebelumnya, Dishub Kabupaten Cirebon pernah menyelenggarakan kegiatan serupa. Namun, pelaksanaannya sempat terhenti pada tahun lalu.
“Tahun ini kita adakan lagi. Ini juga menindaklanjuti arahan Kementerian agar Dishub di setiap daerah menggelar kegiatan Salud,” ujar Sidik kepada Radar Cirebon.
Menurutnya, edukasi keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, pemahaman mengenai aturan jalan raya merupakan bekal penting untuk membentuk perilaku disiplin ketika mereka tumbuh dewasa.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan dan aturan dasar berlalu lintas. Materi disampaikan menggunakan pendekatan yang menyenangkan agar sesuai dengan usia dan kemampuan pemahaman anak-anak.
Beberapa materi yang diberikan meliputi pengenalan rambu larangan, rambu petunjuk arah, marka jalan, hingga fungsi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).
Anak-anak juga diajak memahami arti tiga warna lampu lalu lintas. Lampu merah berarti kendaraan harus berhenti, kuning menjadi tanda untuk berhati-hati, sedangkan hijau menunjukkan kendaraan diperbolehkan berjalan.
Selain mengenal rambu dan lampu lalu lintas, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai tata cara menyeberang jalan yang aman. Pengetahuan ini dinilai penting karena anak-anak termasuk kelompok pengguna jalan yang membutuhkan perhatian dan perlindungan khusus.
Untuk memperkuat materi edukasi, Dishub Kabupaten Cirebon turut melibatkan unsur kepolisian, khususnya Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel). Pelibatan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas sektor agar pendidikan keselamatan berlalu lintas dapat disampaikan secara lebih komprehensif.
Peserta Salud Diharapkan Jadi Agen Perubahan
Sidik mengakui, pelaksanaan program Salud belum bisa menjangkau seluruh lembaga PAUD yang tersebar di Kabupaten Cirebon. Jumlah sekolah yang cukup banyak menjadi salah satu kendala dalam memperluas sasaran kegiatan.
Terlebih, program tersebut saat ini baru dapat dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun.
Karena itu, Dishub berharap para peserta yang telah mengikuti kegiatan bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Siswa diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-temannya, sementara guru pendamping bisa meneruskan materi edukasi kepada peserta didik lainnya.
“Kita tidak bisa langsung menjangkau satu kabupaten. Setiap tahun hanya dua kali kegiatan. Makanya, mereka diharapkan bisa membantu menyampaikan pengetahuan ini kepada siswa lainnya,” jelas Sidik.
Keterbatasan fasilitas juga menjadi tantangan tersendiri. Hingga kini, Kabupaten Cirebon belum memiliki taman lalu lintas khusus yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran keselamatan jalan raya bagi anak-anak.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi pelaksanaan edukasi. Dishub tetap menyiapkan berbagai sarana pendukung, termasuk tayangan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta PAUD.
Melalui program Salud, Dishub Kabupaten Cirebon ingin membangun karakter tertib berlalu lintas sejak usia dini. Harapannya, pemahaman yang diperoleh anak-anak tidak hanya diterapkan ketika berada di jalan raya, tetapi juga dibawa ke lingkungan keluarga.
Bahkan, anak-anak diharapkan mampu mengingatkan orang tua agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta lebih disiplin ketika berkendara.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Sebab, menciptakan lingkungan yang aman bagi anak tidak hanya berkaitan dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan, tetapi juga keselamatan mereka saat beraktivitas di jalan raya.
Dengan edukasi yang dilakukan secara konsisten, budaya tertib berlalu lintas diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan sejak masa kanak-kanak. (sam)















